
Setelah sampai di kediaman Jhoni. Herman melajukan mobil yang dikendarainya kembali ke rumah mewah miliknya. Semua karyawan yang bergabung di CG pasti tau siapa itu Herman Saputra. pria yang bertubuh tinggi, kekar dan memiliki kulit sedikit agak gelap. Tampak begitu sangat atletis di usianya yang sudah tidak muda lagi. Walaupun di usianya yang sudah setengah abad lebih yang tampak bahwa dia pria yang tampan 30 tahun yang lalu. Herman salah seorang, orang yang paling di takuti dan di segani di CG. Dia tidak segan-segan untuk membunuh apa bila dirasanya orang tersebut sangat berbahaya untuk bos besarnya. Peristiwa yang terjadi pada Habibi membuat Herman sangat marah dan merasa sangat bersalah. Dia juga sudah mengantarkan pelaku tersebut ke kantor polisi. Sebelum mengantar ke kantor polisi, ia mematahkan tangan orang tersebut. Kalau bukan mengingat orang itu saudara tiri Jhoni maka sudah di tembaknya kepala Boby. Herman tetap memantau keamanan Habibi serta Jhoni dan keluarga. walaupun sebenarnya Boby tidak mungkin lagi datang menganggu. Boby yang sudah bangkrut di tipu istri mudanya sendiri. Semua aset serta perusahaannya sudah di ambil istri mudanya yang bernama Rita. Saat ini Boby sudah meringkuk di penjara. Tidak mau tau tindakan apa yang akan di lakukan Herman, Jhoni hanya menyerahkan permasalahan tersebut ke pada Herman.
Mobil mewah milik Jhoni memasuki halaman luas milik Herman. Tampak 2 buah mobil mewah milik Herman terparkir. Hari ini mereka tidak membawa mobil karena Jhoni memintanya untuk mengemudi mobil Jhoni. Di lihat dari kekayaan yang dimiliki Herman, sepertinya itu hal yang wajar. Mengingat dia merupakan orang yang terpenting di CG.
“Rumah ini sepi Tampa Putri kita. ya pa. Mama rindu sama gadis tomboy itu.” Kata istri Herman.
“Iya ma. tapi Kita harus sabar.” Jawab Herman.
Akhirnya Lasmi dan Herman masuk menuju kamarnya. Lasmi menikah dengan Herman 25 tahun yang lalu. mereka bertemu karena Lasmi menjadi pengawal pribadi Anita, sehingga membuat mereka sering bertemu. Lasmi yang memiliki paras yang cantik, tubuh tinggi 168 cm dan memiliki tubuh yang langsing. membuat Herman sangat tertarik. Dengan berbagai cara di lakukan Herman untuk mendapatkan gadis idamannya tersebut. Hingga pada akhirnya, Lasmi luluh dan menerima Herman untuk menjadi suaminya.
********
Habibi sampai di rumah. dan langsung menuju ke atas. Mami dan papi mungkin di kamar. Melihat kondisi rumah yang cukup sepi hanya tampak para pelayan yang sibuk mondar-mandir. Habibi membuka pintu besar kamarnya yang berwarna hitam. Ia masuk dengan membuka jasnya hanya menyisakan singlet dan celana pendeknya yang memperlihatkan dada bidang yang di tumbuhi bulu yang tidak terlalu lebat, tangan berotot dan kaki putih yang di tumbuhi bulu. Bibi mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi yang sangat luas yang di lengkapi big bathtub yang berwarna white. Ia membuka singletnya dan berendam dengan air hangat di tambah liquid soap yang beraroma terapi. Bibi menikmati berendam di dalam air tersebut sesaat pikirannya tentang Arumi mulai hilang. Pikirannya terasa lebih rileks. Setelah puas berendam, ia menghidupkan shower dan berdiri di bawah air yang mengalir deras. Di rasa sudah cukup lama ia mandi, ia mengambil air wudhu dan kemudian keluar dari kamar mandi dengan melingkarkan Anduk di pinggangnya. Di pakainya baju Koko dan kain sarung yang di belinya di mall saat pulang tadi. Dipakainya peci berwarna hitam. Ia duduk di sofa kamarnya yang jumbo berwarna putih. sambil memegang Al Qur'an. Kembali ia membaca Al Qur’an itu ayat demi ayat, sambil menunggu waktu sholat Maghrib.
__ADS_1
Setelah azan berkumandang, Habibi melanjutkan sholatnya. Selesai sholat, ia melanjutkan zikir dan doa.
Ya Allah ampunilah dosa hamba mu yang menjauh dari Mu. Hamba yang sombong meminta ampunan Mu. Hamba yang terlalu menikmati keindahan dunia Mu. Hamba yang menjadi pemuja isi Dunia Mu. Hamba mohon, ampunilah hamba.
ya Allah ya Rabbi, lindungilah dia gadis yang sangat hamba cintai di mana pun dia berada. Jadikanlah dia sebagai tulang rusuk hamba.
Jadikanlah kami pasang di dunia dan akhirat.
Jadikanlah hamba pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab.
Amin.
Setelah selesai sholat, Habibi turun ke bawah menuju meja makan.
__ADS_1
“Mi, Pi.” Sapa Habibi.
“Wah anak mami dah selesai sholat.” Kata maminya.
“Iya mi. Mami dan papi dah sholat Maghrib?” tanya Habibi.
“Sudah sayang. Nanti kita sholat berjamaah ya di Mushola.” Ajak maminya. Di halaman belakang terdapat musholla yang biasa di pakai untuk shalat bagi seluruh pelayan, security di rumah ini.
“Iya mi.” Jawab Habibi.
“Yuk kita makan dulu,” ajak maminya.
Mereka menikmati suapan demi suapan yang masuk ke dalam mulut mereka.
__ADS_1