Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 272


__ADS_3

" Kak Eka," ucap baru yang masuk ke dalam ruangannya.


Eka tersenyum memandangnya.


" Masuk dokter Arumi," ucapnya yang duduk di kursi kerjanya.


Arum kemudian duduk di kursi yang ada di depan meja Eka. " Untuk pesta pernikahan Kakak nanti, kakak binggung memilih baju untuk keluarga kita. Kakak masih bingung untuk memilih warna baju dan juga model-modelnya," ucap Eka yang memberikan majalah kepada adik angkatnya itu.


" Arum dengar kemarin di sini ribut ya kakak?" Ucapnya yang memandang Kakak angkatnya itu. Menurutnya saat ini, Ia lebih penasaran dengan keributan yang terjadi di butik Kakak angkatnya itu daripada warna baju dan juga model baju tersebut.


Eka menganggukkan kepalanya. " Orang itu datang ke butik" ucapnya. Ia tidak pernah mengatakan orang itu adalah ayah dari anaknya. Karena memang secara agama pria itu tidak memiliki hak terhadap anaknya. Anak yang lahir di luar nikah tidak mempunyai hubungan nasab, wali, nikah, waris, dan nafaqah dengan lelaki yang mengakibatkan kelahirannya. Anak yang lahir di luar nikah hanya memiliki hubungan nasab, waris, dan nafkah dengan ibu dan keluarga ibunya.


" Terus gimana kondisinya, apa habis dihajar sama Mas Heri dan juga Mas Imam?" ucapa Arum yang sudah tidak tahan ingin bergosip.


Eka menganggukkan kepalanya. " Iya," ucapnya.


" Sayang banget Arum semalam gak ada disini. kalau Arum ada di sini, Arum juga akan ikut serta menghajar tu orang," ucapnya yang juga ikut geram kepada orang tersebut.


Eka menelan air ludahnya. Ia tidak bisa membayangkan bila pria itu dihajar oleh 3 orang sekaligus. Semalam saja wajah orang itu sehabis babak belur dengan tangan, kaki serta jari-jarinya patah. Ia yang tidak pernah melihat tindakan kekerasan, Ia begitu sangat ngeri saat melihat pria di hajar habis-habisan dari rekaman CCTV nya. Ia merasa tubuhnya sangat bergetar saat melihat hal tersebut.


"Jadi kemaren yang patah apa aja?" tanya Arum.


" Cuman kaki, tangan dan jari-jari aja," Jawab Eka.


Arum tertawa saat mendengar jawaban dari Kakak angkatnya itu. " Ternyata itu hanya cuma ya," ucapnya.


" Iya jawab Eka. " Orang itu ternyata DPO," ucap Eka.


Arum cukup terkejut saat mendengar ucapan Eka.


" Orang itu sedang dicari-cari polisi. Sudah banyak yang melaporkan nya. Ternyata dia penipu dan rata-rata sasaran nya wanita-wanita kaya. Ia akan mengoda wanita-wanita kaya, dan kebetulan kakak miskin waktu itu makanya Kakak ditinggalkannya,"ucap Eka.


" Benar-benar kurang ajar itu orang," ucap Arum yang begitu sangat kesal saat mendengar ucapan dari Eka.


" Sekarang kakak sudah terkenal, sudah sukses dia datang untuk deketin Kakak lagi?" ucapnya.


Eka menganggukkan kepalanya. " Sepertinya begitu," ucapnya.


" Arum benar-benar ingin mematahkan leher tuh orang," ucapnya yang begitu sangat kesal.


" Dia ngakunya sudah duda, cerai sama istrinya. Namun ternyata Ia masih hidup bersama dengan istrinya," ucap Eka.


Arum mengangguk-anggukkan kepalanya. " Apa istrinya tahu pekerjaan suaminya?" tanyanya.


" Tau, itu sudah menjadi pekerjaan mereka," ucap Eka.


" Arum mau lihat rekaman cctv-nya," ucap harum yang begitu sangat penasaran ingin melihat rekaman CCTV yang ada di butik Eka tersebut.


Eka memutar CCTV semalam. Arum melihat bagaimana Imam dan Heri mengajar pria itu habis-habisan.

__ADS_1


" Ternyata Daffa mirip sama dia ya Kak," ucapnya.


Eka menganggukkan kepalanya


" Jadi dia memanfaatkan gantengnya untuk mendekati wanita-wanita kaya," ucap Arum


Eka menganggukkan kepalanya.


" Untung ada Mas Heri sama Mas Imam ya," ucap Arum.


Arum melihat CCTV tersebut, Ia melihat adegan demi adegan yang terekam dalam CCTV itu. Mas Imam dan mas Heri benar-benar hebat," ucapnya saat memandang pria itu habis dihajar oleh mereka.


" Arum gak tahu bagaimana takutnya Kakak waktu itu," ucap Eka yang tidak ingin melihat rekaman tersebut.


" Takut kenapa?" tanya Arum.


" Kakak takut Mas Heri dan juga Mas Imam kehilangan kontrol, mereka terlalu emosi sehingga membunuh orang itu," ucapnya.


Arum menganggukkan kepalanya. " Mereka tidak mungkin melakukan hal bodoh Kak," ucapnya


" Jadi namanya siapa sebenarnya kak?" tanya Arum yang begitu penasaran.


" Rahmat," jawab Eka.


" Dasar penipu," ucap harum yang begitu sangat kesal.


Eka hanya dia memandangnya, Ia kemudian memejamkan matanya. Ia juga sangat malu dan menyesal saat mengingat peristiwa tersebut. Mengapa Ia bisa begitu bodohnya.


" Kakak juga gak tahu kenapa Kakak bodoh sekali," ucapnya.


" Sudah cepat, Arum pilih mana yang Arum suka," ucap Eka kembali ke tema awal. Ia menunjukkan majalah tersebut.


Arum tersenyum dan mengambil majalah yang sejak tadi ada di depannya. Ia mulai membuka majalah itu satu persatu.


" Ini baju sekalian untuk Mami, ibu dan adek-adek Arum kan kak?" ucapnya.


Eka menganggukkan kepalanya. " Iya iyalah untuk kita semua," ucapnya Kemudian.


" Kak warna merah ini cantik ya," ucap Arum ketika melihat baju yang berwarna merah tersebut, yang dibuat model kebaya.


Eka memandang baju yang di maksud adik nya itu. Ia melihat model baju tersebut . " Iya," jawabnya.


" Tapi yang hijau muda ini juga manis Kak, atau yang ini juga Arum suka," ucapnya saat melihat baju yang berwarna salam.


Eka tersenyum memandangnya, Arum pilih aja yang mana Arum suka, nanti semuanya bakal kalak buatin," ucap Eka.


Arum tertawa saat mendengar ucapan kakaknya itu. " Jangan kak, kakak mau nikah. Arum gak mau nanti kakak gagal malam pertama gara-gara kecapekan buat baju untuk Arum ," ucapnya sambil tersenyum.


,Eka membesarkan matanya, wajahnya mulai memerah saat mendengar ucapan Adik angkatnya yang menggodanya tersebut.

__ADS_1


Arum tertawa saat melihat ekspresi wajah Kakak angkatnya itu. " yang ini aja deh kak," ucapnya menunjukkan baju yang berwarna hijau muda tersebut. " Biar kelihatan seger," ucapnya.


Eka menganggukkan kepalanya. " boleh," ucapnya.


Mereka tidak ada henti-hentinya bercerita bila mereka sudah berjumpa berdua.


Arum ke rumah sakit dulu ya ucapnya yang harus kembali lagi ke rumah sakit untuk visit pasien.


Eka menganggukkan kepalanya. " Hati-hati ya," ucapnya.


Eka memandang Adik angkatnya itu, yang keluar dari ruangan nya. Ia tersenyum memandang punggung Adik angkatnya, Ia begitu sangat menyayangi Adik angkatnya tersebut.


***


Setelah selesai memilih pakaian Arum kembali ke rumah sakit miliknya. Ia masih menyelesaikan Masa Koas nya yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.


Ia melihat Rangga yang sedang duduk di kursi tunggu pasien. Anak itu sedang menonton TV yang berada di ruangan tunggu tersebut. Di jam siang Ini, kondisi pasien tidak begitu ramai. Sehingga anak itu bebas menguasai tv dan menonton film kartun faforit nya. Ia begitu merasa sangat kasihan melihat anak kecil itu. Terkadang melihat sikap anak itu, seperti anak yang membutuhkan perhatian. Anak itu berusaha membuat sikapnya terlihat begitu sangat baik, agar orang-orang menyukainya. Ia masih berusia 4 tahun namun sikapnya sudah seperti orang dewasa, mungkin karena Ia tinggal di lingkungan rumah sakit dan selalu berbaur dengan orang-orang yang sudah dewasa.


" Dokter Arumi," Ucap Rangga saat melihat Arum yang melintas di dekatnya.


Arum tersenyum, Ia sengaja pura-pura tidak melihat anak itu. Namun ternyata anak itu melihatnya.


Rangga turun dari tempat duduknya dan kemudian mengejarnya dan menyalami tangannya.


" Apa sudah makan?" tanya Arum kepadanya.


Rangga menganggukkan kepalanya. " Sudah dokter Arumi, hanya saja aku ingin membeli es krim. Apakah boleh aku makan es krim satu saja," ucapnya. Selama ini Ia selalu meminta izin kepada Arum mengenai apa saja yang ingin dimakan nya. Ia tidak ingin peristiwa dulu terulang kembali. karena Ia asal jajan, Ia mengalami sakit perut dan diare hingga Ia dirawat di rumah sakit tersebut.


Arum mengeluarkan uang dari dalam tasnya Rp 10.000. Ia selalu menyediakan uang kecil untuk memberi jajan anak tersebut. " Boleh Satu saja ya, Ingat jangan beli permen. ucapnya memberikan uang itu.


Rangga tersenyum dan mencium uang


Rp 10.000 tersebut. " Terima kasih Dokter Arumi, apakah sisanya boleh aku beli biscuit," ucapnya.


Arum tersenyum dan anak itu berlari menuju minimarket yang ada ada di samping rumah sakit tersebut.


***


jangan lupa like komen dan votenya ya reader.


jujur aja Author jadi galau. Author gak mungkin menambah panjang episode kisah dokter arumi. karena episode nya sudah di atas 270. Banyak juga yang meminta novel anak-anak mereka.


apa Author buat kisah dokter arumi season 2.


atau novel Vira dan vino serta teman-teman nya. kasih masukan ya.


terimakasih atas dukungan nya.


😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2