Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 329


__ADS_3

"Vira juga bawa Vino," ucap Vira yang tersenyum genit.


Mata Arum dan Habibi terbuka lebar saat mendengar ucapan putrinya.


"Mana mungkin Mami Ara ngasih," ucap Arum.


yang tidak tahan menahan geli ketika memandang wajah putrinya.


"Nanti Vira bakal rayu papi Androw. Biar papi Androw yang bujuk Mami Ara," ucapnya yang tersenyum lebar. Vira tau bahwa Androw begitu sangat menyayanginya dan menuruti keinginan gadis kecil tersebut.


Habibi diam memandang putrinya dengan mulut yang terbuka. "Masih kecil aja otaknya sudah picik seperti ini,' ucap Habibi yang berbisik dengan istrinya.


Arum tertawa saat mendengar ucapan suaminya. "Mas coba tanyain deh Mami, Mami waktu kecilnya gimana," ucapnya.


Habibi memandang istrinya dan membesarkan matanya. "kenapa gitu?" tanyanya.


"Kata mami Vira itu persis sama seperti mami," ucapkan Arum yang tertawa sambil menutup mulutnya.


Habibi memandang putrinya dan memperhatikan gadis kecil tersebut. "Pinter Nya sih Iya, cantiknya juga. Tapi genitnya apa nurun dari mami juga?" ucapnya.


"Shavira, kamu tidak boleh terlalu dekat dengan Vino ingat kamu itu masih kecil," ucap Rangga yang menasehatinya. Anak laki-laki itu berbicara layaknya seorang Abang Yang menjaga adik perempuannya.


Arum tidak mampu menahan ketawanya. Makan bersama dengan anak-anaknya membuat suana makan malam mereka begitu sangat hangat. Arum tersenyum melihat putrinya yang begitu sangat genit dan Rangga yang begitu sangat dewasa dan berwibawa.


"Vira sama Vino Nggak pernah jalan nempel-nempel kok," ucapnya.


Rangga menganggukkan kepalanya. "kalau begitu tidak apa-apa," ucapnya sambil memasukkan steak kemulutnya.


"Vira akan merayu mami Ara dulu. Siapa tau saja mami Ara mau mengizinkan Vino ikut Vira ke Amerika. Kasihan Vino kalau Vira tinggalkan selalu. Vino pasti akan kesepian," Ucapnya dan meminum susu coklat yang ada di dalam gelas.


Arum dan Habibi hanya diam memandang wajah putrinya yang tersenyum malu-malu.


"Mimi, gigi Vira nyangkut daging," ucap Vira yang membuka mulutnya dan menunjukkan daging yang menempel di gigi nya.


Arum tersenyum saat melihat gigi putih putrinya yang tersusun dengan rapi. Arum kemudian mengambil daging yang terselip di gigi putrinya. "sudah, apa ada lagi?" tanya.


"Sudah tidak ada mi," ucap Vira.


Habibi tersenyum memandang Rangga, anak lelaki itu begitu sangat sibuk dengan giginya dan berusaha mengambil daging yang terselip di giginya.


"Bukan mulutnya," ucap Habibi.


Dengan sedikit ragu Rangga membuka mulutnya.


Habibi melihat daging yang terselip di gigi putih anak tersebut dan mengambil daging yang menyelip di gigi putih nan tersusun rapi tersebut dengan menjepitkan jarinya dan mengeluarkan daging itu. "Apa masih ada?" tanya Habibi.


Rangga tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Sudah tidak ada lagi pipi Habibi," ucapnya sambil tersenyum.


"Arum mas," ucap Arum yang membuka mulutnya di depan suaminya.


Habibi tersenyum memandang Istrinya. "Mau di bantu juga?" ucapnya.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Habibi mengambil daging yang terselip di gigi istrinya dan tersenyum mengusap kepala istrinya. "Sudah ucapnya," ucapnya.


"Mas besok Arum mau daftarin Rangga masuk sekolah sekalian juga daftarin Vira masuk SD," ucapnya.


Rangga begitu sangat senang saat mendengar akan dimasukkan sekolah.


"Rangga mau di masakan sekolah mana?" tanya Habibi.


"Sekolah yang sama dengan Vira aja biar nanti antar jemputnya bisa barengan," ucap Arum.

__ADS_1


"Besok Mas temenin," ucapnya.


"Iya," ucap Arum yang tersenyum mendengar ucapan sang suami.


***


"Mas Arum ngantuk, Arum tidur duluan ya," ucapan sambil menguap.


Habibi memandang istrinya saat istrinya mengatakan sangat mengantuk. Dilihatnya jam yang baru jam 8 malam. Biasanya mereka akan tidur jam 10 lewat bahkan sering juga mereka tidur Hingga jam 12 malam. "Ngantuk kali ya?" ucap Habibi.


Arum menganggukkan kepalanya dan menutup mulutnya saat menguap.


"Ya udah kalau ngantuk tidur aja," ucapnya.


"Mas nanti tidurkan Vira ya," ucap Arum.


"Iya Vira nanti mas yang tidurkan," ucap Habibi yang mengusap kepala istrinya.


Arum menarik selimut dan kemudian memejamkan matanya.


Habibi mengusap kepala istrinya dan mencium kening serta bibir istrinya. Pria itu meninggal kamarnya saat istrinya sudah tertidur.


Habibi masuk ke ruang kerjanya dan mengecek laporan keuangan perusahaannya. Di lihatnya jam yang menempel di dinding ruangan kerjanya yang sudah jam 9 malam. Ia keluar dari dalam ruang kerjanya dan masuk kedalam kamar putrinya.


"Ella, kamu tolong tidurkan Rangga ya," ucapnya saat melihat Rangga yang masih bermain dengan putrinya.


"Iya Pak," jawab Ella.


Habibi menggendong putrinya dan meletakkan putrinya di atas tempat tidur


"Mimi mana Pi?" ucap Vira.


"Mimi ngantuk sekali jadi pipi yang akan tidurkan si genit pipi," ucap Habibi sambil mencium pipi Putri.


gadis kecil itu mencium seluruh permukaan wajah pipinya. "Hari ini Mimi kerjanya tidur-tidur saja," ucap Vira yang memajukan bibirnya ke yang kecil ke depan.


"Iya Mimi lagi capek," ucap Habibi.


"Sudah ayo tidur," ucap Habibi yang memeluk putrinya.


"Pipi cerita," Ucapnya.


"Pipi gak pandai cerita," ucapnya.


"Pipi cerita apa aja boleh," ucap Vira.


"Pipi cerita pakai buku aja ya," ucapnya.


"Vira sudah bosan Pi, sudah sering dengar," tolaknya.


"Jadi Vira mau dengar cerita apa?" tanya Habibi.


" Cerita tentang Mimi," ucapnya.


"Cerita tentang Mimi?" tanya Habibi.


"Iya Pi, Vira mau dengar cerita tentang Mimi," ucapnya.


"Mimi itu sangat cantik, pintar dan hebat. Dulu sewaktu masih sekolah, Mimi selalu memenangkan pertandingan bela diri taekwondo. Mimi itu seorang atlit," ucap Habibi yang bercerita dengan putrinya.


"Vira juga mau hebat seperti Mimi," ucap Vira.


"Iya, nanti belajar sama om Rio," ucapnya.

__ADS_1


"Kenapa gak sama Mimi?" ucap Vira.


"Mi, gak boleh latihan dulu sebelum ada Adek," ucap Habibi.


Habibi terus bercerita sambil mengusap-usap punggung putrinya. Sekitar 40 menit menidurkan putrinya, akhirnya putrinya tertidur. Habibi mencium kening putrinya dan mematikan lampu yang menyala di kamar dan menggantinya dengan lampu tidur berkarakter hello Kitty. Habibi keluar dari kamar putrinya.


"Ella, apa Rangga sudah tidur?" ucapnya saat melihat baby sitter putrinya keluar dari kamar Rangga.


"Sudah pak," jawab Ella.


"Ya sudah kamu istirahat," ucapnya.


"Baik pak," ucap Ella yang pergi meninggalkan kamar tersebut.


Habibi masuk ke dalam kamar Rangga dan mengecek anak tersebut. Di usapnya kepala Rangga dan di ciumnya kening Rangga. Habibi menutup pintu kamar Rangga dengan sangat pelan, agar anak itu tidak terbangun.


Habibi kembali ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi ditinggalkan nya.


***


"Mimi, Mimi,," ucap Vira yang mengusap-usap pipi miminya.


Arum terbangun dan membuka matanya saat melihat putrinya sudah berdiri disamping tempat tidurnya sambil memeluk bonekanya Ardi dan Aisah. "Vira belum tidur?" ucapnya.


"Tadi sudah di tidurkan pipi, Tapi Vira terbangun. Mi, Vira tidur di sini ya," ucapnya.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Vira tersenyum lebar dan memanjat ke atas tempat tidurnya dengan membawa boneka kesayangannya yang selalu dibawanya untuk tidur.


"Ini Aisah sama Ardi Mau dibawa tidur ke sini juga?" ucap Arum memandang boneka yang di peluk putrinya.


Vira tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Arum memeluk putrinya dan mengusap-usap punggung putrinya sambil bernyanyi. Arum tersenyum saat di lihatnya putrinya yang sudah tertidur.


Arum keluar dari dalam kamar dengan sangat berhati-hati agar putrinya tidak bangun untuk yang kedua kalinya. Ia berjalan menuju ruang kerja suaminya di lantai bawah dengan membawakan susu coklat di tangannya.


Arum membuka pintu ruang kerja suaminya dengan sangat pelan dan tersenyum memandang suaminya.


Habib tersenyum saat di lihatnya istrinya yang masuk ke dalam ruangannya. "Kenapa bangun?" tanyanya.


"Arum bangun karena Vira masuk ke dalam kamar," jawabnya.


"Tadi sudah mas tidurkan, ucapnya yang menepuk pahanya.


"Iya mas keluar dia bangun lagi," ucap Arum yang duduk di pangkuan suaminya. Arum melingkarkan tangannya di pinggang suaminya dan mencium aroma tubuh suaminya.


"Udah dapat?" tanya Habibi.


Arum menggelengkan kepalanya.


Habibi mencium bibir istrinya dengan sangat lembut. Tangannya sudah masuk ke dalam piama tidur istrinya.


"Arum pengen," ucap istrinya yang sudah mulai mendesah.


Habibi tersenyum, istrinya tidak pernah meminta lebih dulu. "Sekarang ya sayang," ucapnya yang begitu sangat bersemangat.


"Iya, tapi susunya di minum dulu," ucap Arum .


Habibi meminum susu yang dibuatkan istrinya hingga Habis.


***

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, Vote dan hadiahnya ya reader 😊. Terima kasih atas dukungannya. 😊😊🙏👍


__ADS_2