
Gak terasa sudah hampir 1 tahun Arumi jadi asisten pribadi Habibi. Akhir bulan, merupakan hari yang sangat melelahkan bagi seluruh karyawan Central Grup. Seluruh karyawan yang berada di setiap devisi, sangat sibuk mempersiapkan laporan. Yang berada di devisi pemasaran, sibuk memberikan laporan tentang pemasaran perusahaan Central Grup. Baik itu promo keuntungan atau pun bonus yang di peroleh perusahaan lain.
Begitu juga devisi keuangan. Setelah kasus penggelap uang perusahaan oleh tiga sekawan Roni, Candra dan Arman, Habibi semakin memperketat pengawasan keuangan di perusahaannya. Habibi mengrekrut seorang pria muda berusia 30 tahun Hidayat Saputra seorang akuntan lulusan Universitas terbaik di Inggris untuk menjadi menejer keuangan.
Pria ini sangat teliti dalam masalah keuangan bahkan uang perusahaan hilang hanya 2500 rupiah, tetap akan terlihat di laporkan keuangan. Devisi-devisi lainnya, mereka seakan berkejaran dengan waktu.
Pembangunan mall milik Androw sudah hampir selesai hanya tinggal 10% pengerjaan. Arum dan Habibi akan langsung mengecek pembangunan proyek tersebut. Habibi dan beberapa karyawan-karyawan yang mengikutinya langsung ke lokasi pembangunan. Akbar mahyudi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan mall tersebut tampak sibuk mengatur pekerjanya. Mall yang terbilang sangat besar ini didirikan di atas tanah berukuran 10 hektar.
Mall yang di buat 10 tingkat, lantai dasar parkiran. Pria bertubuh kecil tersebut tampak sangat lincah dan sangat teliti dalam pekerjaannya. Rasid Aditya, sibuk memantau pekerja yang berada di lantai atas.
Habibi, Arum, dan Doni sampai di lokasi pembangunan mall milik Androw. Tampak Danil sedang berbincang-bincang, dia menghentikan pekerjaannya saat dia melihat kedatangan Habibi.
“Selama siang pak danil. Sudah lama sampai.”
“Siang pak Habibi. Belum lama, saya juga baru datang.”
“Tuan Androw, apa kabar? Saya pikir beliau langsung datang.” Kata Habibi.
“Tuan Androw, masih melakukan perjalanan bisnisnya pak Habibi. Beliau sedang mempersiapkan pembangunan mall dan hotelnya di Singapura dan Malaysia.”
Habibi menganggukkan kepalanya. Mereka mulai berjalan mengelilingi mall tersebut, dengan menaiki tangga ekskavator yang sudah berfungsi. Akbar menjelaskan beberapa dengan detail pembangunan tersebut.
Setelah selesai mensurvei bangun mall dan beberapa pembangunan apartemen dan pembangunan jalan tol. Arum dan Habibi kembali ke kantor untuk bertemu dengan client.
__ADS_1
Setelah selesai meneken kontrak kerjasama dengan client yang merupakan perusahaan dari Bandung terkait dengan pembangunan hotel dan restoran.
********
Habibi merebahkan kepalanya disandaran kursi kerjanya. Iya tampak kelelahan.
“Mas, mau Arum buatkan minum? Arum mau ke panty buat teh.”
“Bolehlah dek. Mas kopi ya dek.”
“Iya mas.” Arum berjalan keluar dari ruangan menuju pantry.
Saat Arum sedang membuat teh,. Riri masuk ke pantry.
“Sore ibuk direktur.”
“Siapa yang ngeledek sih.”
“Arum capek banget ini. Jadi jangan ganggu Arum.” Sambil memajukan bibirnya.
Riri tampak ketawa. “Sensi amat dek.”
“Dah ya mbak. Aruma mau ke atas.”
__ADS_1
Setelah naik lif. Arum masuk ke ruang Habibi dan meletakkan teh tersebut ke atas meja kerja Habibi. “Capek ya mas?”
“Iya dek.”
“Mas, Arum mau ngomong.”
“Ngomong apa dek?”
“Mas, pendaftaran masuk Universitas Negeri udah buka mas.”
“Kamu dah daftar?”
“Belum mas.”
“Kenapa belum?”
“Mau izin dulu. Kalau Arum lulus. Terus siapa yang jadi asisten pribadi mas?”
“Itu nanti aja di pikirkan. Yang penting kamu lulus dulu.”
“Nanti malam Arum daftar mas.”
“Semangat. Kamu pasti lulus.” Kata Habibi. “Kamu ambil di mana saja.”
__ADS_1
“Arum ambil yang Jakarta aja mas. Mas, sudah jam pulang.”
Dilihat Habibi jam di tangannya. “Ya udah kita pulang.”