
Arum yang datang bersama dengan suaminya. tersenyum memandang Yoyo.
" Mas Yoyo apa kabar?" tanya Arum yang di jawab baik oleh Yoyo.
Pipit berusaha untuk duduk saat di lihat nya yang datang Arum.
Arum tersenyum memandang Pipit. " gak usah di paksa Mbak" Ucapnya sambil menyetel tempat tidur tersebut agar posisi sandaran tempat tidur tersebut naik ke atas.
Pipit Tampak begitu senang saat berjumpa dengan Arum " ia menyalami tangan Arum dan berulang kali mencium nya.
ia juga meminta kepada anak-anaknya untuk menyalami Arum.
" maaf ya Arum baru bisa datang. soalnya Arum ujian. " ucap nya.
" biar kaki bukmil nya gak pegel ucap Yoyo Yoyo yang mengangkatkan kursi untuk Arum bisa duduk.
" makasih mas. " ucapnya sambil mencacarkan pantatnya dengan sangat pelan.
may Sarah masuk ke ruang tersebut, bersama dengan Heri. mereka membawa kan buah-buahan, roti berbagai jenis, susu dan juga beberapa perlengkapan bayi. may Sarah meletakkan nya di atas nankas.
" kenapa harus repot-repot?" ucap Pipit yang tidak enak hati.
" gak repot kok mbak. gimana Mbak Pipit nya apa sudah belajar jalan?
tanya Arum.
dengan cepat Pipit mengangukan kepalanya.
" sudah." jawab nya
" wajib harus rajin jalan nya Mbak. kalau mau cepat pulang. " ucap Arum sambil tersenyum.
" buk apa mas boleh tanya?" ucap Yoyo yang tampak ragu.
" Tanya apa Mas?" ucap Arum yang memandang Yoyo.
" Mas kena biaya berapa?" ucapnya
Arum memandang ke arah suaminya.
" Mas Yoyo Sudah ngambil paket geratis. " kenapa harus bayar?" ucapnya kemudian.
" Istri Mas Cesar Rum." ucap Yoyo yang mengingat besarnya biaya persalinan istri nya.
" iya gak masalah." jawab Arum.
__ADS_1
" kalau kami di kasih geratis, kenapa gak di kelas 3 ?" tanya Pipit sambil memandang kamar tersebut
" Biar si Adek-adek betah temani bundanya di rumah sakit. ucap nya sambil mengusap rambut pendek Rani yang berdiri di dekat nya. dan selalu memandang nya.
" Terimakasih kasih sekali buk. ucap Pipit yang meneteskan air matanya.
" iya Mbak. " jawab Arum.
" Adek senang gak di sini?" tanya Arum yang merapikan rambut gadis kecil tersebut.
Rani mengangukan kepalanya.
" Tante bawak banyak makanan dan jajanan,. biar Adek sama kakak makin betah. " ucapnya sambil menunjukkan kantong besar yang berisi cemilan, kue dan roti.
"ini untuk kami Tante? tanya Nia saat melihat bungusan besar tersebut.
Arum mengangukan kepalanya.
" ya Allah banyak sekali dek. " ucap Nia yang membuka bungkusan tersebut.
" ini seperti iklan yang di tv kak. " ucap Rani yang memegang coklat silverqueen
" kata teman kakak, harganya mahal dek. cuman ada jual di mini market atau supermarket. ucap Nia yang memandang coklat di tangan adiknya.
" kita gak boleh makan banyak-banyak kak.
Arum dan Habibi Tampak tersenyum mendengar interaksi kedua kakak beradik tersebut.
Habibi mengobrol bersama Yoyo di sofa.
mereka tanpak akrap.
seorang perawat datang mengantarkan bayi tersebut ke dalam ruangan, dan memberikan bayi tersebut ke pada ibunya.
" ini buk." ucap Pipit sambil memberikan bayi nya ke tangan Arum.
Arum Tampak sangat senang saat melihat bayi yang saat ini sedang tidur.
Ia memegang Bayi tersebut di tangan nya.
Ganteng sekali namanya siapa Mas?" uacap nya sambil memandangi wajah bayi laki-laki itu.
" Mas kasih nama nya Riski Aditya. nama Mas yoyo Aditya." ucap Yoyo menjelaskan.
" Nama nya bagus" ucap Arum.
__ADS_1
" Riski nya sangat bagus Rum, saat dia akan lahir datang seseorang yang berhati malaikat yang dengan sukarela membantu kami." ucap Yoyo sambil mengusap air matanya.
" Arum juga sangat senang bisa membantu Mas dan keluarga. " ucapnya sambil tersenyum.
" mas mau coba pegang gak?" tanya Arum yang memandang suaminya.
Habibi memandang bayi yang di tangan istrinya. " gak berani jawab nya" saat melihat bayi itu begitu kecil dan masih merah.
" di coba pak, biar nanti di saat anak udah lahir. bapak nya sudah mahir." ucap yoyo.
" Bismillahirrahmannirrahiim.” Ucapnya saat menerima bayi tersebut dari tangan istrinya.
tampak tangan nya gemetar.
cukup lama Arum berada di ruang tersebut. dan ia pun berpamitan untuk pulang.
" Arum, kalau boleh mas mau bekerja di sini. Mas lulusan SMA, Mas dulu pernah menjadi security di Bank. Mas punya sertifikat pelatihan security. umur mas juga masih produktif. nanti tiap bulan gaji mas di potong untuk biaya rumah sakit istri mas, dan kalau hutang Mas Sudah lintas baru Mas di berhentikan. " ucap Yoyo yang tidak enak hati saat mengingat kebaikan Arum berseta suaminya.
" Mas buat aja lamaran, siapa kan semua berkas seperti KTP, CV, SIM, Ijazah, dan dokumen penunjang lainnya. nanti biar di seleksi sama bagian penerima karyawan.
di sini security status karyawan tetap. gaji 4 juta perbulan, dan untuk biaya ini geratis. jadi mas gak usah pikiran biayanya. kalau nanti mas sudah memasukkan lamaran, hubungi Arum. ." ucap Arum menjelaskan.
Yoyo berulang kali sujud syukur. berulang kali Ia menghapus genangan air mata nya.
Pipit menangis saat mendengar ucapan Arum
" Bagaimana caranya Mas membalas kebaikan kamu." ucap Yoyo yang mengusap air matanya.
" kalau kita sudah menganggap saudara, maka tidak ada niat untuk meminta balas atau membalas Mas. selama Arum ngekos di sana, mas dan teman-teman mas yang selalu jagain Arum dari kajauhan." ucap Arum.
Yoyok Tampak terkeju saat mendengar ucapan Arum. dari mana Arum tau kalau Ia memerintahkan teman-teman nya untuk mengawasi gadis itu dan menjaga nya. ia tidak menduga, gadis yang dulu di lindungi nya mengingit gadis itu tidak memiliki saudara dan hanya merantau seorang diri. saat ini gadis itu yang menjadi penyelamatkan keluarganya.
"Arum tau dari mana?" tanya Yoyo
" Arum sering lihat" jawab nya
Arum dan Habibi pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah berpamitan.
*******
author akan up edisi pernikahan Rio dan Maya.
like, komen dan vote nya author tunggu ya
terimakasih kasih.
__ADS_1
😊😊😊😊🙏🙏🙏