
Arum melihat suaminya yang sudah berpakaian rapi. Ia kemudian membantu suaminya untuk memakai dasi. Ia tersenyum memandang wajah suaminya dan kemudian mencium bibir suaminya sekilas." Sudah ganteng," ucapnya.
Habibi memandang istrinya, Ia hanya tersenyum dan kemudian mencium bibir istrinya dengan sangat lembut. Ia begitu sangat senang mencium bibir istrinya, mencium bibir mungil dan tipis itu merupakan candu baginya. Ciuman itu semakin lama semakin memanas Ia begitu menikmati rasa manis dari bibir yang kecil tersebut. Ia mencium bibir istri nya selama yang dia mau, hingga Ia puas. Ia tersenyum ketika melihat istrinya yang berusaha untuk menetralkan nafasnya.
" Mas tuh kalau cium jangan lama-lama, buat Arum susah nafas ?" protes istrinya yang memajukan bibirnya kenapa.
" Kalau bibirnya maju gitu, Mas cium lagi nih," ucapnya yang melihat bibir runcing istrinya.
Istrinya langsung menangkupkan bibirnya ke dalam. " Nanti mas telat ke kantornya," ucap Arum, saat Ia mengingat suaminya yang ujung-ujungnya membatalkan rapatnya. Morning kiss mereka harus berakhir di atas tempat tidur, padahal suaminya sudah memakai pakaian rapi.
" Utamakan yang lebih penting sayang, gak enakkan bila mas jalan dan semua wanita lihat ke arah itu," ucapnya yang menunjukkan apa yang dimaksud nya.
" Mas, pagi-pagi jangan mesum," ucap Arum .
Habibi tersenyum memandang istrinya.
" Hari ini gak ke Rumah sakit?" tanya kepada istrinya.
Arum menggelengkan kepalanya. " Keluarga kak Eka bakalan datang malam nanti. Hari ini kita bakalan buat acara makan malam bersama. Mami, Ibu dan semuanya bakalan datang nanti. Arum bakal ngecek ART untuk menu, dan sebagainya," ucapnya kemudian.
Habibi tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. " Tapi jangan capek-capek, ya " pintanya.
Mereka sudah memiliki planning untuk memberikan Vira adik.
" Iya," jawab Arum sambil mencium hitung mancung suaminya tersebut.
Ia kemudian keluar dari kamar bersama dengan suaminya.
" Assalamu'alaikum pipi, Assalamu'alaikum mi. Bagaimana tidur nya, apakah nyenyak?" ucap gadis kecil yang sudah mengenakan baju seragam TK.
" Alhamdulillah sangat nyenyak," ucap Arum.
" Pipi semalam gak bisa tidur dengan nyenyak," ucap habibi.
" Ada apa?
Apakah pipi banyak pikiran?" tanyanya yang berbicara seperti layaknya gadis dewasa.
" Mimi gangguin pipi terus," ucapnya yang mencium pipi putrinya.
" Mas," ucap Arum yang membesarkan mata nya.
" Tapi Vira gak bisa percaya seluruh nya cerita pipi. Biasanya pipi yang selalu gangguin Mimi," ucapnya yang mengangkat dagu nya dan mendongakkan kepalanya ke atas.
Arum tertawa saat mendengar ucapan putrinya. Ia menjulurkan lidahnya kearah suaminya.
" Mi, Pi tolong pertimbangan permintaan Vira. Vira gak mau di TK. gak ada tantangan nya ," ucap Vira
" Kalau Vira gak sekolah TK, nanti gak bisa ketemu Vino," ucap Arum.
" Iya udah, kalau gitu Vira mau sekolah aja," ucapnya.
Habibi Memandang istrinya, Ia tersenyum tipis melihat istrinya tersebut. Pantas saja sikap putrinya begitu manis pagi ini ternyata Ia meminta untuk tidak lagi masuk ke sekolah taman kanak-kanak tersebut. Jurus ampuh agar Ia mau tetap sekolah hanya Vino.
" Assalamu'alaikum Mimi Arumi, assalamu'alaikum pipi Habibi," ucap Vino yang masuk ke dalam rumah nya. Anak kecil tersebut berdiri di depan pintu. Dengan memakai seragam sekolahnya.
" Waalaikum salam Vino, Ayo sarapan," ucap Arum.
Vino berjalan menuju meja makan, Ia duduk di sebelah Vira. " Gak usah mi, aku baru selesai sarapan. Apa aku boleh berangkat bersama dengan Vira ke sekolah mi?"
tanya Vino.
Arum yang mengetahui bahwa Ara berangkat cepat ke rumah sakit, Ia mengangguk kan Kepala nya.
" Assalamu'alaikum," ucap Androw.
" Waalaikum salam," mas Androw sarapan dulu ?" ucap Habibi.
" Terimakasih Habibi, saya sudah sarapan. Habibi, saya minta maaf bila aku sudah menganggu mu pagi-pagi," ucap Androw.
" iya mas tidak apa, ada apa?" ucap Habibi.
" Aku titip Vino ya berangkat kesekolah bersama dengan Vira,". ucapnya yang menitipkan putra nya.
__ADS_1
" Iya Mas," ucap Habibi.
" Maaf ya aku buru-buru, ada rapat pagi ini," ucapnya.
" Mas Androw tidak usah khawatir, " jawab Habibi.
" Vino ingat jangan lihat Vira lama-lama," ucap Androw.
Wajah putra kecilnya mulai memerah saat papinya meningkatkan pesan seperti itu.
" Papi pesan yang seperti itu tidak perlu di ingat kan," ucap nya yang merapatkan giginya serta suara yang sedikit berbisik.
Arum dan Habibi berusaha untuk menahan ketawa nya saat mendengar pembicaraan ayah dan anak itu.
Androw hanya tertawa saat melihat wajah putranya yang sudah merah. Ia pergi tanpa menghiraukan putranya tersebut setelah Ia berpamitan.
Wajah gadis kecil itu terlihat begitu sangat senang. Saat Ia melihat pujaan hati nya ada duduk di sebelahnya
" Mimi, kapan kami berlatih lagi?" ucap Vino yang duduk dan melipat tangannya di atas meja.
Arum tersenyum memandang pria kecil yang begitu amat tampan tersebut.
" Nanti tanya sama Om Heri," ucapnya.
Ia sudah tidak bisa melatih anak-anak itu lagi karena dilarang suaminya, agar program kehamilan nya berhasil.
" Apa kamu mau sarapan?" tanya Vira,"
" Tidak aku sudah sarapan," ucap Vino menolak
" Mau aku buatkan minum?" ucap Vira yang kembali memberikan penawaran.
Vino tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Habibi menikmati sarapan nya sambil mendengarkan ocehan kedua anak kecil tersebut.
" Pak, buk di depan ada pak Heri," ucap ART nya.
" Vir, cepat makannya, ada om Heri di depan," ucap Arum.
" Iya mi, ucapnya yang meminum susu yang ada di gelas tersebut. Vira kemudian turun dari atas kursi nya begitu juga dengan Vino.
gadis kecil itu mengambil tas trolling school miliknya yang berwarna pink sedangkan vino berwarna biru.
" Pi Vira berangkat dulu," ucapnya yang mencium Habibi.
" Hati-hati sayang ucapnya.
" Bentar ya mas, Arum antar Anak-anak ke depan," ucapnya.
Iya jawab Habibi.
" Tas kamu, aku yang bawain," ucap Vino.
" Gak usah Vin, ini gak berat, aku bawa sendiri aja," ucap nya sambil tersenyum manis memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Arum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat kedua anak kecil tersebut.
" Mimi Arum," ucap Daffa yang menyalami tangan nya dan mencium punggung tangannya. Pria kecil itu berencana masuk ke dalam menjemput Vira. Ia selalu berangkat ke sekolah bersama dengan Vira.
" Vira, kamu sudah siap," ucap Daffa
" Sudah Daf," ucap Vira.
Daffa mengambil tas di tangan nya.
" Aku mau bawain kamu gak mau, Daffa yang minta kenapa kamu kasih," ucap Vino protes.
" Maaf Vin, Daffa memang selalu masukin tas aku ke dalam mobil. Tapi kamu percaya sama aku. kalau aku gak ada hubungan apa-apa," ucapnya.
" Kalian ngapain sih, buat Mimi jadi geli," ucapnya yang tidak tahan menahan ketawanya. Arum memandang ketiga anak tersebut. " Apa seperti ini anak-anak zaman sekarang?" pikirnya dalam hati.
Ketiga anak itu pergi setelah berpamitan dan mencium pipinya satu persatu.
__ADS_1
Arum berdiri di depan rumah nya. Ia masih melihat anak-anaknya yang berangkat ke sekolah.
Ia kemudian masuk kembali dalam rumah nya dan duduk di sebelah suami nya.
" Mas berangkat dulu ya," ucap Habibi yang selesai sarapan.
Arum menganggukkan kepalanya. " Iya mas," ucapnya yang berjalan mengikuti suaminya menuju ke mobil. Rio sudah menunggu nya di dalam mobil.
" Mas hati-hati," ucapnya yang mencium punggung tangan suaminya.
" Iya sayang, Ucapnya sambil mencium kening istrinya.
Arum tersenyum memandang suami.
" Ingat ya sayang, jangan kecapean," ucap nya.
***
" Bik, ini timun wortel dan timunnya di buat acar ya," ucapnya.
" Iya buk," ucap bik Ani.
" Bik, ini ya daftar menu yang di siapkan." ucapnya yang memberikan kertas daftar menu yang sudah di siapkan nya. Ia sibuk di dapur bersama dengan para ART nya menyiapkan hidangan makan malam nanti.
" Arum," ucap Eka yang datang ke rumahnya.
" Kak Eka," ucap Arum yang memeluk wanita tersebut.
" Sepertinya Arum Sibuk," ucap Eka.
" Gak kak, ini lagi cek aja," ucapnya.
" Arum," ucap Maya yang baru saja sampai di rumah nya. Ia mengandeng putrinya kecil nya.
" Kak Maya," ucapnya.
" Aqila cantik sekali," ucap Arum ketika melihat gadis kecil itu yang berusia 4 tahun itu. Ia kemudian mencium pipi bulat gadis kecil tersebut.
" Terima kasih Mami Arumi," ucap Aqila
" Kak Maya sekarang hamil?" tanya Arum.
" Iya baru 3 bulan," ucap Maya yang mengusap perutnya.
" Selamat ya kak Maya,"di ucap Arum.
" Makasih kakak doain Arum juga cepat nyusul," ucapnya sambil tersenyum.
" Makasih kak, ini Arum lagi program," ucapnya.
" Kami pasti doain," ucap Eka.
Maya kemudian mengalami Eka." Cie..cie calon pengantin baru ," ucap Maya mengoda Eka.
Eka tersenyum. " Doain ya," ucapnya sambil tersenyum malu-malu.
" Udah pasti di doain," ucap Maya.
" Kapan kak acara lamaran nya?" ucap Arum.
" Minggu ," jawab Eka.
" Kita duduk di ruang tamu aja ya," ucap Arum yang menggandeng tangan gadis kecil tersebut. " Aqila, kak Vira masih sekolah, entar lagi baru pulang," ucapnya kemudian yang mengusap kepala gadis kecil nan cantik itu.
" Iya Mimi," ucapnya.
Mereka kemudian berjalan ke ruang tamu. Untuk melanjutkan mengobrol nya.
***
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader, maaf baru bisa up.
terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏
__ADS_1