
Arum memandang Vira yang tidur di sebelah Rangga. " Anak-anak dah pada kecapean mas," ucap nya yang memandang suaminya.
" Iya main terus, gimana gak capek," ucap Habibi Ketika anak-anak nya tidak mau berhenti bermain. Mereka bermain di Amazon. Mereka juga menonton di bioskop, dan makan di restoran. Ia juga membeli mainan-mainan untuk anak-anaknya. Hari libur seperti ini selalu mereka Habiskan untuk bermain sepuasnya dengan anak-anak mereka.
" Mas Rangga nya di bawa pulang ke rumah aja ya. Besok Rangga ke RS nya sama Arum," ucapnya.
" Iya sayang," ucap habibi yang menarik pinggang istrinya agar semakin mendekat dengan nya. Ia kemudian menyandarkan kepala istrinya di bahunya.
Arum tersenyuman memandang suaminya.
" Kita udah capek banget, tapi anak-anak kenapa gak ada capek nya ya mas," ucapnya. yang mengangkat kepalanya dan memandang wajah suaminya.
" Tenaga turbo semua," ucapnya.
Arum tertawa saat mendengar ucapan suaminya. Ia memandang ke kursi belakang.
" Rangga lama-lama mirip sama mas," ucapnya.
__ADS_1
Habibi senyum mendegar ucap istrinya. " Iya kenapa bisa jadi mirip ya?" ucapnya. Saat banyak yang mengatakan pria kecil itu mirip dengan nya. Bahkan papi dan maminya juga mengatakan mirip seperti ia masih kecil.
" Pegawai Arum di rumah sakit, banyak yang bilang, Rangga mirip mas. Katanya bila anak angkat, wajah nya bisa mirip dengan orang tua angkatnya," ucap Arum.
" Gitu ya," jawab Habibi. Mereka sudah mengadopsi Rangga Secara sah. Namun ia mereka memutuskan untuk membawa Rangga tinggal bersama dengannya secara berlahan-lahan. Agar putrinya tidak ada rasa cemburu. Ia tidak ingin, peristiwa yang dialami Wahyudi akan dirasakan oleh putrinya. Rasa cemburu terhadap saudara angkatnya.
Ia sudah tidak lagi mendengar suara isteri. Ia memanggil-mangil istrinya. namun tidak ada sautan dari istrinya. Ia tersenyum dan mengusap kepala istrinya saat ia mengetahui istrinya yang sudah tertidur.
Mobilnya berhenti di halaman rumahnya.
" Sudah sampai sayang," ucapnya yang membangunkan isterinya. Namun istrinya tidak bergerak sama sekali. Ia membuka pintu mobilnya.
" Rangga aja, Vira nanti saya yang angkat. AC mobil jangan di matikan dulu. Ini Mimi nya juga ikutan tidur," ucapnya yang membungkukkan tubuhnya dan mengangkat isterinya dari dalam mobil. Ia begitu sangat berhati-hati saat mengeluarkan istrinya dari dalam mobil, agar kepala Istrinya tidak terbentur.
Aldo yang berdiri di samping mobil nya, hanya diam memandang bos nya. " Pasangan romantis sejagat raya," ucapnya saat melihat pria bertubuh tinggi nan gagah tersebut dengan entengnya mengangkat istrinya yang langsing.
Ia mengendong istrinya dan masuk ke dalam lift menuju ke kamar nya. Lift di rumah nya tatap di fungsikan. walaupun terkadang mereka memilih untuk memakai tangga manual. Di saat kondisi seperti ini, lift begitu sangat di butuhkan . Ia memandang wajah cantik istrinya. Rasa cintanya tidak pernah berkurang dan selalu bertambah besar untuk istrinya. Ia membuka pintu kamarnya dan mendorong pintu itu dengan kakinya. Habibi meletakkan istrinya keatas tempat tidur. Ia tersenyum memandang istrinya yang sudah terlelap. Ia mencium kening istrinya, Ia membukakan hijab dan sepatu yang di pakai istrinya. Ia meninggalkan kamar tersebut dan menutup pintu kamarnya dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara yang menganggu tidur istrinya.
__ADS_1
Ia turun kebawah, Ia melihat Aldo yang sedang mengendong Rangga. " Do, letak di kamar biasa," ucapnya.
" Baik pak," ucapnya yang sudah mengetahui kamar anak laki-laki yang sedang digendong nya tersebut. Pria bertubuh tinggi dan kekar tersebut keluar dari dalam kamar setelah meletakkan Rangga.
Habibi mengondong putrinya, dan mengantarkan putrinya ke kamarnya. Ia masuk kedalam kamar putrinya yang bernuansa Frozen, Kamar yang bernuansa biru pink. Kamar yang di designed secantik mungkin dan terlihat begitu sangat nyata seakan berada di dalam filim kartun Frozen yang selalu menjadi idola setiap Anak perempuan seperti putrinya. Ia meletakkan putrinya ke atas tempat tidur yang berwarna biru. Ia melepaskan tas yang melingkar di bahu putrinya. Ia kemudian membuka hijab dan melepaskan sepatu yang di pakai putri kecilnya. Ia mencium kening, pipi putrinya dan kemudian Menganti lampu Kamar dengan lampu tidur.
Habibie turun ke bawah iya mengecek Rangga di kamarnya ia masuk kedalam kamar Rangga yang bernuansa biru dengan langit-langit yang bertaburan bintang. Iya melihat anak itu yang tertidur di atasp tempat tidur. wajahnya terlihat begitu sangat lelah Habibi membukakan sepatu yang dipakainya dan kemudian mencium pipi dan juga keningnya ia mengusap kepala anak tersebut. ya mengganti lampu tidur dan kemudian menutup pintu kamar.
setelah memastikan putrinya dan juga Rangga sudah tidur ia kemudian naik ke atas
dan masuk ke kamarnya. ia melihat istrinya yang tertidur begitu sangat nyenyak.
Iya masuk ke kamar mandi membersihkan wajahnya ia kemudian mengganti bajunya dengan baju santai yang akan dipakainya untuk tidur.
ia kemudian berbaring di sebelah istrinya ia memandang wajah istrinya dan kemudian mencium kening istrinya tersebut.
dia memiringkan tubuhnya nya dan memeluk pinggang istrinya.
__ADS_1
***