Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 301


__ADS_3

Vira dan Rangga tidak ada henti-hentinya bercerita. Walaupun kedua anak itu sebenarnya sudah sangat lelah bermain sejak tadi.


Setelah mereka makan di restoran. Habibi membawa anak-anak mereka bermain di arena permainan anak


"Rangga, tadi kita main mandi bolanya seruh ya," ucap Vira yang tersenyum memandangnya.


Rangga menganggukkan kepalanya. "Tapi tadi Rangga ingin ketawa waktu Akila bisa manjat nggak bisa turun, "ucap Rangga Yang mengejek Akila yang menangis meminta diturunkan.


Vira tertawa sambil menutup mulutnya. "Iya adek Aqila lucu," ucapnya.


kedua anak itu tidak ada hentinya menceritakan tentang mereka bermain tadi.


"Kalian lihat Akila enggak bisa turun bukannya dibantuin malah diketawain," ucap Arum.


"Sebenarnya tadi saya ingin membantunya dokter taruni, namun badan saya kurang tinggi sehingga saya meminta bantuan dengan om Aldo," ucapnya memberi alasan.


Arum hanya tersenyum memandang kedua anak tersebut.


"Mi, Vira ingat sama anak kucing," ucap Vira.


"Ingat sama anak kucing Kenapa?" tanya Arum.


"Waktu lihat adek Akila yang bisa manjat tapi gak bisa turun. Vira jadi ingat sama anak kucing yang bisa manjat enggak bisa turun," ucapnya Sambil tertawa menutup mulutnya.


"Kalian ini masak Akila di samain dengan anak kucing," ucap Habibi.


Rangga tertawa saat mendengar ucapan Vira.


Anak itu tidak ada henti-hentinya tertawa sambil memegang perutnya yang terasa sakit. Ia masih mengingat bagaimana Akila menagis karena tidak bisa turun. "Lagian itu adek Akila Kenapa nggak pandai manjat?" ucapnya yang menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Padahal Papinya Om Rio," ucap Vira yang mentertawakan Akila.


Arum dan Habibi hanya senyum-senyum mendengar kedua anak itu bercerita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kalian pintar gosip ya ucap Arum," ucap Arum.


Rangga dan Vira diam saat mendengar ucapan Arum.


"Tadi kita main gamenya seru ya," ucap Rangga yang menceritakan permainan game tembak yang dimainkannya .

__ADS_1


Vira tertawa saat mendengar ucapan Rangga.


"Rangga curang," Ucapnya.


"Curang Bagaimana?"tanya Rangga.


"Tadi Rangga bilang sama adek Akila kalau Rangga bakalan bantu adek Akila untuk memenangkan misi. padahal Rangga mau ngambil gamenya," ucap Vira


Rangga tertawa saat mendengar ucapan Vira tersebut. Dia tidak menyangka bahwa Vira mengetahui rencananya. "Habisnya adek Akila itu nggak pandai main game,"ucapnya yang membela dirinya.


"Kalian ini apa nggak ada capek-capeknya, ngomong terus," ucap Arum.


"Kami akan minum, bila kami capek berbica dokter Arumi,"ucap tangga.


Habibi tertawa saat mendengar ucapan polos anak tersebut.


"Sudah sampai Ayo turun," ucap Arum yang membuka pintu bagian sampingnya.


"Ye sudah sampai," ucap Vira dan juga Rangga Ketika mobil mereka berhenti di halaman depan rumahnya.


Arum tersenyuman memandang kedua anak yang tidak ada capek-capek bercerita tersebut.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya boleh jawabnya.


Rangga yang berdiri di samping Vira hanya diam sambil menundukkan kepalanya.


Ia kemudian mengangkat kepalanya dan tersenyum. Ia juga ingin tidur dan merasakan kehangatan saat di peluk dokter Arumi dan pak Habibi.


Arum tersenyum memandang Rangga. Rangga juga boleh tidur sama dokter Arumi," ucapnya sambil mencubit pipi bulat anak tersebut.


Rangga tersenyum begitu sangat senang. "Apakah pak Habibi tidak keberatan?" tanyanya.


Habibi tersenyuman dan mengusap kepalanya. "Iya boleh untuk hari ini, ayo kita masuk kamar," ucapnya sambil tersenyum.


"Ye Kita tidur sama Mimi sama Pipi ," ucap Vira yang memegang tangan Rangga.


kedua anak itu berlari lebih dulu menuju kamar. Habibi berjalan di belakangnya sambil memegang tangan istrinya.


"Ayo ganti baju," ucap arum saat Vira sudah berada di atas tidur.

__ADS_1


Vira tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Arum membuka jilbab putrinya dan mengendong putrinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang Vira nya jalan aja," ucap Habibi ketika melihat istrinya menggendong putrinya.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Sayang Mimi jalan ya," ucapnya.


Vira tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Takut Adeknya sakit ya mi," Ucapnya sambil tersenyum.


Arum tampak ragu untuk menganggukkan kepalanya. Ia berjalan masuk kedalam kamar mandi sambil memegang tangan putrinya.


Arum meminta putrinya untuk menggosok gigi, mencuci muka, kemudian mencuci tangan dan kaki. setelah putrinya menggosok gigi, Arum kemudian mengganti baju putrinya dengan piyama tidur.


Arum keluar dari kamar mandi setelah putrinya berganti pakaian.


"Ayo Rangga," ucap arim yang ngajak Rangga untuk mengganti bajunya.


"Kalau saya bisa sendiri dokter Arumi," ucapnya.


Arum tersenyum saat mendengar ucapan anak tersebut. "Beneran gak mau dokter Arumi bantuin?" tanya.


Rangga menggelengkan kepalanya. Saya sudah biasa dokter Arumi," ucapnya.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Arum melihat Rangga yang turun dari tempat tidur dengan melompat. Anak itu mengambil baju nya yang ada di dalam tas yang di letaknya di lantai.


Rangga pergi masuk ke dalam kamar untuk menggosok giginya. Dengan membawa sikat gigi di tangannya.


Anak itu keluar setelah mengganti baju piyama tidurnya.


Arum dan Habibi hanya tersenyum saat memandang anak tersebut.


Rangga naik ke tempat tidur dengan memanjat ke atas tempat tidur tersebut.


****


Hari ini author sudah up 3.000 kata ya. Mohon maaf untuk typo.


Jangan lupa like, komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.


😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2