
"Arum." ucap Ara yang sudah datang pagi-pagi ke rumah sahabnya itu
" ada apa?" tanya Arum sambil memandang ke arah sahabnya.
" Mas habibi sudah berangkat?" tanya Ara, saat sebelum nya ia melihat mobil suami teman nya itu keluar dari pagar.
" sudah." jawab Arum
" Ara bosan di rumah. umi dan Abi ke sekolah, mas androw masih belum pulang-pulang. Ara boleh ya main di sini sampai sore. Arum gak kemana-manakan? " tanya Ara wajah nya terlihat sedih. ini untuk pertama kalinya ia ditinggal kan suaminya. dan waktu nya juga cukup lama. ternyata ia begitu merindukan suami nya yang mesum tersebut.
"gak ada rencana mau keluar. Ia boleh Ara di sini aja mainnya sampai sore. kata mas Androw apa?" tanya Arum. yang sedang mencari cancel hiburan di televisi.
" tunggu ya sayang. aku akan langsung pulang bila urusan ku di sini sudah selesai. aku juga sangat merindukan mu dan juga bayi kita. " ucap Ara sambil mempraktekkan gaya bicara suami. sehingga Arum tertawa. mereka sudah menyelesaikan ujian semester nya, dan juga sudah mengurus izin cuti nya untuk satu semester. sehingga mereka lebih banyak waktu untuk bersantai di rumah.
namun Ara semakin merindukan suaminya saat ia sendiri di rumah.
" Anak Ara apa?" tanya Arum. yang masih fokus dengan tv di depan nya.
"laki-laki ." Jawab Ara.
" Anak Kita sepasang ya. " pasti nati anak Ara bakal mirip bule. ucap Arum.
bik Ani datang membawa kan Ara bantal dan juga Arum. mereka sama-sama berbaring di lantai sambil mencari posisi yang enak.
bik ani pergi dari ruangan tersebut setelah ia berpamitan. dan kedua calon ibu tersebut mengucapkan terima kasih.
bik Ani datang membawa teh dan juga cemilan serta buah. dan meletakkan nya tidak jauh dari mereka.
mereka menonton film misteri yang cukup seram. sehingga mereka terkadang juga menutup mata nya dan juga berteriak jika adegan seram itu muncul. setelah bosan film misteri mereka kemudian menonton komedi.
mereka berdua tertawa-tawa bila iklan. mereka baru bercerita. setidaknya Ara tidak terlalu merindukan suaminya bila ia sedang bersama sahabatnya itu.
ara selalu datang ke rumah sahabnya itu bila suaminya Arumi Sudah berangkat kerja.
bik Ani membuka pintu saat terdengar suara bel Yang berbunyi.
"Non Maya." ucapnya saat dilihatnya Maya berdiri di depan pintu.
Maya tersenyum melihat wanita paruh baya tersebut. ia kemudian memeluk bik Ani.
aku rindu bik Ani apa lagi masakannya. ucap maya yang mempererat pelukannya nya.
Bik Ani tertawa melihat sikap gadis tersebut.
"Bibik juga rindu non maya. jawab bik Ani .
" Arum ada bik? " tanya Maya.
__ADS_1
"Ada non sekarang lagi sama non Ara juga." jawab bik Ani.
" Ara juga ada di sini? " tanya Maya
" Iya non, itu mereka sedang menonton televisi di belakang ". ucap bik Ani.
Maya sudah mendengar tertawa dua ibu hamil tersebut saat ia sudah mendekati ruang keluarga.
"Bumil lagi santai ya?" ucap Maya saat Ia sudah berdiri di dekat sofa.
Ara dan arum langsung menoleh ke arahnya. saat mereka mendengar suara Maya.
kak maya, ucap kedua wanita hamil tersebut secara serentak. membuat Maya tertawa.
" Kak maya kenapa gak kasih tau mau ke sini? tanya Arum ketika ia sudah duduk di sebelah maya.
" kejutan." ucap Maya ketika ia sudah duduk di tengah-tengah wanita hamil tersebut.
" Gimana kabar ini."ucapnya saat ia mengusap perut buncit Arum dan juga Ara.
" Alhamdulillah baik kak. " jawab mereka.
"Berat gak?" tanya Maya.
"Berat lah kak." jawab Arum
"Pak habibi sayang istri banget ya." ucap Maya.
mereka melihat Ara yang menangis.
" Ara kenapa." tanya Maya
" Ara rindu mas Androw." jawab nya
" mas Androw ke mana?" tanya Maya lagi
" Hongkong." jawab nya.
"sudah beberapa lama?" tanya Maya
" 10 hari." Jawab Ara yang masih menangis.
mulut Maya sedikit terbuka. kasihan pasti, apa lagi ia melihat Ara yang sedang hamil.
"Kak maya ke sini di antar mas Rio?" tanya Arum saat mereka sudah berhasil membujuk Ara dan menenangkan nya
" Ia ". jawab Maya.
__ADS_1
" Mas Rio mana?" tanya Arum.
"Uda balik ke kantor." jawab Maya yang memasukkan potongan apel ke mulutnya
kakak hari ini gak sibuk. jadi mau main bareng kalian sampi mas Rio jemput. ucapnya.
" jadi gimana kak, sama mas Rio udah ngelamar belum?" tanya Arum
yang mendapatkan gelengan kepala dari Maya. "belum." jawab nya kemudian.
" kenapa belum?" tanya Ara.
" Mas Rio mau cari rumah dulu. kalau udah dapet rumah yang cocok, barudeh datang ke orang kakak. katanya, gak mungkin kita tinggal di apartemen yang kakak kontak. lagi pula kalau sudah ada rumah, nanti saat Keluarga kakak datang mas Rio gak segan. ucap Maya
" Mas Rio kenapa gak kasih tau Arum?" ucap Arum yang merasa heran melihat sikap pria yang sudah seperti Abang nya sendiri.
" mas Rio gak mau ngasih pak habibi tau. juga termasuk Arum. dia takut entar rumah nya di kasih geratis. mas Rio tau benar sifat bos sama istri bosnya. " jawab Maya.
" kalau mas Rio gak mau geratis, bisa di diskon kok. " jawab Arum.
" sebenarnya kakak yang salah, setiap kali lihat rumah kakak nolak terus. karena lokasi nya gak dekat rumah kalian. kakak mau nya lokasi nya dekat sini. biar kakak bisa sering-sering kesini. " ucap Maya sambil tersenyum.
" nanti Arum tanya mas bibi, rumah yang Lokasinya dekat sini. ucap arum
" tapi jangan kasih tau mas Rio ya, kalau kakak curhat. jangan bilang juga sama pak habibi. nanti mas Rio bisa marah." pinta Maya.
Arum bakal jaga rahasia deh. ucapnya. kemudian
" May sarah mana?" tanya nya yang sejak tadi tidak melihat May sarah.
Arum Tersenyum." Arum minta dodol Garut, asinan buah, cireng, terus jajanan khas Bandung yang lain nya juga. " jawab nya. membuat Maya membulat kan bibirnya.
" kak Maya nginap di rumah Ara aja. mas Androw gak di rumah soalnya. " ucap Ara penuh harap.
" Mau sih, mumpung lagi santai. tapi kakak gak bawak baju. jawab Maya.
" baju tidur Ara banyak yang belum di pakai. kakak boleh pakai. " usul Ara yang di jawab boleh oleh Maya.
mereka menghabiskan waktunya menonton tv, kemudian mengundang ahli kecantikan ke rumah nya untuk luluran dan pijat refleksi.
jam makan siang mereka makan bersama.
******
maaf baru up. author minta like, komen dan votenya. ya
terimakasih atas dukungan nya. 😊😊😊🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
.