
Arum tersenyuman ketika melihat suaminya berserta anak-anaknya yang mendayu sepedanya ke arahnya. Ia sudah menyiapkan sarapan pagi yang sudah di hidangkan nya di atas karpet piknik yang memang sudah disiapkannya.
"Mimi," ucap Vira yang turun dari atas sepeda. Vino memarkirkan sepeda nya dengan sangat rapi di sebelah sepeda Rangga.
Arum tersenyum dan melambaikan tangan. Vira, Vino dan juga Rangga mendekati saat mereka melihat sarapan paginya yang sudah terhidang di atas karpet piknik berwarna merah tersebut.
"Mimi, Vira lapar," ucap nya yang memandang nasi uduk yang ada di dalam box pelastik berwarna putih.
Aku juga sangat lapar," ucap Vino yang memandang bubur Ayam.
"Aku mau mie goreng saja," ucap Rangga.
Begitu banyak pilihan yang bisa mereka nikmati.
"Jangan dekati Ara," ucapnya ketika suaminya yang berkeringat duduk di sebelahnya.
Androw memandang istrinya. "Aku baru selesai bermain sepeda sayang. Mana mungkin tidak berkeringat," ucapnya yang memandang istrinya.
"Iya tapi Ara nggak suka baunya," ucapnya yang menjauhkan wajahnya dari suaminya.
"Aku akan ganti baju dulu di mobil," ucapan Androw.
Pria itu sangat hafal bagaimana istrinya tidak menyukai tubuhnya bau keringat selama hamil.
"Ya sudah mas ganti baju, nanti Ara mual," ucap isterinya yang menutup mulutnya
"Tunggu ya sayang, aku akan menganti baju sebentar," ucapnya yang pergi meninggalkan istrinya.
Vino yang duduk di samping Vira hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
"Kenapa tanya Vira.
"Aku sudah biasa melihat adegan yang seperti ini hampir setiap hari," ucap Vino.
"Kasihan papi Androw," ucap Vira yang mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Sepertinya adik aku nanti begitu sangat banyak aturan," ucapnya yang membayangkan begitu sulitnya untuk memahami adiknya nanti.
Rangga yang duduk di sebelah Vino hanya diam dan mendengarkan mereka bercerita.
"Hidup orang dewasa itu tidak sesederhana hidup kita sebagai anak-anak," ucapnya dengan ciri khas nya yang bergaya seperti orang dewasa.
Arum, Ara dan Habibi tidak mampu menahan rasa ingin ketawanya saat melihat wajah serius anak tersebut
__ADS_1
Androw masuk ke dalam mobil dan Menganti bajunya. Peristiwa seperti ini sudah diprediksi nya sebelum berangkat. Sehingga semuanya bisa di persiapkan nya. Baju gantinya sudah di letaknya di dalam mobil sebelum berangkat. Androw mencuci wajahnya dengan air yang di botol mineral yang berukuran 1,5 mil dan menyiram rambutnya dan menyisipkannya ke arah belakang dan menyemprotkan parfum beraroma strawberry kesukaan istrinya. Ia kembali ke tempat istrinya ketika penampilannya sudah sangat segar dan bersih.
Ara tersenyuman melihat suaminya yang yang sudah terlihat sangat segar yang berjalan mendekatinya.
Androw duduk di samping istrinya. "Bagaimana sayang apa kamu sudah senang?" tanya yang tersenyum memandang istrinya.
Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Papi Androw ternyata juga sama seperti Vira , suka parfum beraroma strawberry," ucap Vira saat ia mencium aroma parfum Androw.
Arum dan Habibi tertawa saat mendengar ucapan putrinya.
"Ini adalah kesukaan mami Ara kamu sayang," ucap Androw yang mengusap kepala gadis kecil tersebut.
Ara yang duduk di samping suaminya hanya tersenyum memandang suaminya.
"Sabar mas," ucap Habibi yang tersenyum memandangnya.
"Kamu jangan tertawakan aku," ucap Androw memandang Habibi.
Habibi tertawa saat melihat ekspresi wajah pria bule tersebut yang sadar bahwa dirinya sedang di tertawakan karena aroma parfum strawberry yang dipakainya
"Saat Arum hamil Vira, penderitaan aku lebih sadis Mas," ucapnya.
"Kenapa?" tanya Androw.
"Jangan cerita-cerita yang itu," ucap Arum yang begitu sangat malu mengingat kebiasaannya yang suka mencium tubuh suaminya yang bau keringat.
"Sekarang kalau aku keringatan dikit aja dia gak mau nempel sama aku," ucapan Habibi.
"Bau Mas," ucap Arum.
Androw tertawa mendengar cerita Habibi. "Aku sangat mengingat itu," ucapnya.
Mereka kemudian sarapan pagi bersama. Mereka sering melakukan kegiatan seperti ini bila hari libur.
***
"Bu Arumi Saya ingin berbicara sebentar ucap May sarah ketika selesai mengantar Arum ke rumah sakit.
Arum mandang nya dan kemudian menganggukkan kepalanya. "Kita berbicara di ruangan Arum saja ya Kak May," ucapnya
"Kya Bu Arumi," ucap May sarah yang sedikit menganggukan kepalanya. May Sarah mengikuti Arum hingga kedalam ruangannya.
__ADS_1
Mag sarah duduk di kursi yang ada di depan Arum .
"Kak May mau bicara apa?" ucap Arum.
"Saya ingin minta izin Bu," ucapnya sedikit menundukkan kepalanya.
"Kak May kapan mau pulangnya?" tanya Arum yang sudah tahu permasalahan tersebut.
"Rencana nanti sore bu Arum," ucapnya.
"Ya nggak papa Kak May, walau bagaimanapun kak May wajib utama yang terpenting," ucap Arum.
May sarah sedikit tersenyum memandangnya
"Saya nggak punya pilihan lain Bu Arumi, sehingga saya akan menerima di jodohkan dengan pria yang dipilihkan oleh keluarga saya. Saya berharap jodoh saya itu adalah yang terbaik," ucapnya yang berusaha menjalankan senyumnya.
"Amin," jawab Arum.
Nanti setelah selesai acara, kak May bakalan kembali ke sinikan?" tanya Arum.
May sarah menganggukkan kepalanya.
"Apa kak May mau diantar sama Mas mas Aldo atau yang lainnya?" tanya Arum.
"Nggak usah Bu Arumi saya nanti naik travel saja," ucap May Sarah.
"Kak Mau bisa bawa mobil. Di rumah banyak mobil yang gak di pakai. Kak May pilih aja mau bawa yang mana?" ucap Arum.
"Tapi saya nggak enak Bu," ucapan May sarah.
"Kak May jangan gitu. Kak May sudah sangat lama dekat sama Arum. kak May pasti tau sifat arum. Arum gak suka kalau kak mau menganggap Arum hanya sebatas hubungan kerja. Kak May bisa bawa mobil yang ada di rumah," ucap Arum.
May Sarah tersenyum. "Baik Bu, terimakasi," ucap May Sarah yang menganggukkan kepalanya
May Sarah kemudian permisi dan pergi meninggalkan ruangan Arum.
May sarah duduk di kursi yang berada di luar ruangan tersebut sambil memandang layar ponselnya. Sudah tiga hari Imam tidak pernah menghubunginya setelah menggodanya habis-habisan saat mengantar nya pulang. Sampai Saat ini pria itu tidak pernah menghubungi nya. May sarah juga tidak tau no ponsel pria tersebut. karena pria itu belum memberikan nya.
"Minta sama Eka enggak ya," ucapnya yang tidak dikeluarkan nya.
"Gak usah lah malu. Lagian dari wajahnya terlihat banget kalau dia cuma main-main," ucap May Sarah yang menghempaskan nafasnya dengan sangat keras. May Sarah begitu sangat malu bila harus menelpon . Terkesan bahwa dia benar-benar meminta agar bisa menikah..
May Sarah sangat merindukan Imam. sudah beberapa hari may sarah tidak bertemu dengan pria itu.
__ADS_1
***
Jangan lupa like, komentar dan votenya ya Reader..