
" Hallo Yo, kamu jadi antarin aku kesalon kan?" ucap mawar saat Rio sudah mengangkat telponnya.
" Ia jadi, tunggu sebentar ya, aku mau cuci muka dulu," ucap Rio yang terdengar baru bangun tidur.
" Ia, aku tunggu jawab Mawar dan kemudian sambungan telepon tersebut.
Tidak lama Mawar menunggu nya, Ia melihat Rio yang datang dengan motor matic miliknya.
Rio hanya memakai baju kaos oblong dan celana jeans yang panjang selutut.
Mawar Tersenyum begitu manis saat Ia berdiri di depan Rio.
" Udah ayo," ucap Rio.
Mawar duduk di jok belakang motor. tangan nya memeluk pinggang Rio. Rio hanya membiarkan saja. karena sudah biasa Mawar memeluk nya seperti itu.
Rio Dengan sabar menunggu Mawar berdandan. Ia duduk di kursi tunggu tersebut. setelah beberapa jam akhirnya Mawar selesai juga makeup nya. Rio memandang Mawar yang begitu cantik.
" Cantik," ucap Rio.
" Makasih," jawab mawar yang begitu senang saat ia di puji Rio.
" Aku antar kamu pulang, aku bakal ke kos dulu untuk mandi dan ganti baju," ucap Rio.
" Aku ikut ke kos kamu aja biar gak bolak balik ke kerumah. lagi pula aku sudah kasih tau mama bahwa aku akan ke kempus dengan kamu," ucap Mawar
" Boleh," jawab Rio.
****
Pasangan paling serasi, ucap teman-teman mereka yang melihat Rio dan Mawar datang.
Rio yang tampak begitu ganteng dan gagah dengan memakai jas hitam. Ia kemudian memakai toga dan juga Juba hitam. Mawar yang sangat cantik dengan memakai kebaya berwarna biru muda. Mereka sudah mempersiapkan untuk wisuda ini jauh hari sebelum nya. Pada saat itu mawar yang menemani Rio untuk mencari baju jas sewaan. Rio sudah menyiapkan sebuah boneka Teddy bear yang besar dengan memakai toga dan kemudian 1 buah buket bunga untuk Mawar
Mawar memberikan sebuah pigura yang mana dalam pigura tersebut Ia membuat sebuah rangkaian kata-kata untuk Rio, Ia juga memberikan ucapan selamat kepada Rio dengan meletakkan foto Rio di pinggir pojok tulisan tersebut dan di belakang background tulisan itu ada foto ia bersama Rio yang hanya membayang sedikit saja.
walaupun pemberiannya tampak begitu sangat sederhana namun begitu terkesan bagi Rio.
Rio membuka bingkisan yang di bungkus dengan kertas kado tersebut. ia tersenyum saat membaca untaian kata yang di berikan Mawar untuk nya.
Bersama mu begitu indah, waktu berlalu tanpa terasa. tidak pernah lelah ku rasa saat engkau ada di sisi ku. kini kita akan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. selamat atas kesukses mu meraih gelar Sarjanah ilmu pemerintahan. Satrio S.ip
sukses selalu, semoga ilmu yang di peroleh dapat berguna untuk orang banyak
By Mawar Jingga
__ADS_1
" Maaf ya Yo, aku gak pintar buat puisi," ucap Mawar sambil tersenyum.
" Ini sangat indah, aku suka," ucap Rio sambil memeluk Mawar.
" Terimakasih teman," Ucapnya.
Senyum itu langsung hilang dari wajah cantik nya saat ia mendengar ucapan Rio.
" Iya," jawabnya kemudian.
*******
Setelah wisuda Rio dan juga Mawar mulai mencari pekerjaan, pada saat itu Rio sangat sulit untuk mendapatkan suatu pekerjaan berbeda dengan Mawar, gadis yang memiliki wajah cantik, tubuh tinggi, kulit putih dengan IPK 3,87 itu begitu mudah untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Ia diterima di salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia jabatannya pada saat itu teller Bank.
Rio sudah mencoba melamar pekerjaan ke mana-mana namun ia tidak juga diterima
Rio yang sudah menamatkan kuliahnya tidak mungkin meminta lagi kiriman dari orang tuanya dan ia sekarang sudah memiliki status sebagai pengangguran. Rio mengalami masa-masa sulit setelah Ia tamat kuliah. Setiap hari Rio membuat surat lamaran dan mengantar kan surat-surat lamaran pekerjaan tersebut ke berbagai instansi, mulai dari pemerintahan swasta dan juga perusahaan-perusahaan namun belum ada satupun yang memanggilnya.
Selama Ia di Jakarta dalam proses mencari pekerjaan, Mawar yang selalu memberinya uang walaupun Rio berjanji akan mengembalikan uang yang diberikan oleh Mawar kepadanya bila nanti Ia sudah bekerja dan menerima gaji.
Mawar mengatakan "Iya,"
***
" Lulusan Fakultas apa?" tanya Heri kepada Rio.
" Guale lulusan Fakultas Ilmu Pemerintahan,"
jawab Rio.
" Sudah berapa lama lu tamat," tanya Heri yang terlihat sok dekat.
" 4 bulan," jawab Rio.
Heri tertawa saat mendengar ucapan Rio namun melihat pria itu mentertawakan nya Rio begitu sangat emosi ingin rasanya ia memecahkan mulut pria yang mentertawakannya
" Mengapa tertawa?" ucap Rio yang memandang Heri dengan tatapan sinisnya .
" Tidak," jawabnya Heri yang menghentikan ketawanya.
" Lo sendiri sudah berapa lama tamat," ucap Rio yang terlihat begitu kesal.
" 7 bulan Bro," jawab Heri dengan sedikit tertawa seakan ia mentertawakan nasibnya sendiri
Pada akhirnya Rio pun ikut tertawa mentertawakan Heri yang ternyata lebih lama menganggur dari pada dirinya.
__ADS_1
" Sebenarnya orang tua gue itu nyuruh gue pulang kampung untuk mengurus kebun tapi ya gua nggak minat untuk mengurus kebun gua pengen kerja di sini," ucap Heri.
" Iya sama dong, Tapi cari pekerjaan sangat sulit," jawab Rio.
Heri mengangukan kepanya. " Gue udah gak sanggup lagi minta duit ke orang tua gue di kampung. setiap kali gue minta duit, gue terus di omelin dan di suruh pulang.
sekarang Apa kesibukan lo selain dari buat lamaran," tanya Heri yang sambil curhat.
" Ya kesibukan gue cuman ngajar siswa ilmu beladiri di perguruan gue. kemudian juga gue ngajarin mahasiswa ilmu beladiri di fakultas gue itu aja," ucap Rio.
" Lo ahli beladiri" tanya Heri.
" Iya," jawab Rio dengan sombongnya.
" Lu mau nggak kalau seandainya gue ngajak lo masuk ke sekolah bodyguard?
Gue dapat informasi bahwa ada suatu pelatihan atau pendidikan untuk menjadi pengawal pribadi profesional. Di mana sekolah itu adalah sekolah untuk pengawal pribadi atau bodyguard. Di sekolah itu kita akan diberi suatu pelatihan khusus untuk menjadi seorang bodyguard yang profesional dan terlatih dan biasanya mereka mengutamakan orang yang sudah ahli bela diri," ucap Heri yang menjelaskan panjang lebar.
Rio tampak begitu antusias saat mendengar menjelaskan dari Heri.
" Terus?" tanya Rio.
" Nah di sana kita itu dikasih suatu pelatihan yang mana pelatihan itu mulai dari beladiri menembak kemudian ya banyaklah pelatihan-pelatihan nya yang gue dengar. berdasarkan informasi yang gua dengar nih, kabarnya gaji bodyguard atau pengawal pribadi itu sangat gede tapi ya risiko nya juga gedek. Tapi dari pada gua kayak gini, masukin lamaran sana-sini gak ada satupun yang di panggil. Lebih milih jadi bodyguard gue. enak lagi ada tantangannya menurut gue," ucap Heri sambil membesarkan matanya.
Rio mengangguk anggukkan kepalanya seakan ia mengakui kebenaran dari ucapan Heri tersebut.
"Lalu bagaimana caranya kita bisa masuk ke sana?" ucap Rio.
" Setau gue bia masuknya gede. Apa bagi pengangguran seperti kita. Gue sudah membuka meminta ke orang tua gue di kampung. Sekarang lagi nunggu nih orang tua gue ngirimin duit dari kampung ucap Heri.
"Tapi beneran gitu kita tamat kita sudah bisa dapat pekerjaan?" tanya Rio yang sedikit waspada.
" Bener sih bahkan nanti saat kita sudah keluar dari sana itu yang makai kita untuk menjadi pengawal bisa saja presiden, kita bisa jadi pengawal presiden nih ceritanya kemudia Artis, Pejabat, Menteri dan kemudian pengusaha. Banyak sih yang akan memakai jasa kita sebagai pengawal pribadi," ucapan Heri Yang meyakinkan.
" Biaya masuk berapa?" tanya Rio.
"Ya cukup tinggi sih untuk biaya masuk dan sebagainya itu kita habis sekitar 20 juta jawab Heri.
Mendengar jawaban Heri tersebut mata rio terbuka lebar Ia menelan air ludah nya.
Rio meminta no kontak ponsel Heri.
sebelum mereka berpisah.
*****
Like, komen dan vote nya ya reader.
__ADS_1
terimakasih. 😊😊🙏🙏