Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 48


__ADS_3

Jam 12 malam pesawat sudah mendarat di Jakarta. Anita dan Jhoni turun dari atas pesawat dan di ikuti Arum. Pak Ujang salah satu supir Jhoni sudah menunggu kedatangan bos mereka.


“Pak, buk.” Pak ujang memangil kedua bosnya, yang tampak turun dari atas pesawat. Dia melihat gadis cantik di sebelah Anita. Suara pak Ujang terdengar dari sebelah kiri mereka, dan berjalan mendekati jhoni dan Anita.


“Pak ujang,” terlihat Anita ikut melambaikan tangannya petanda bahwa dia melihat pak ujang.


“Langsung pulang pak?” tanya Ujang.


“Iya pak ujang.” Jawab jhoni


“Rum, kos kamu di mana tanya Anita,” tanya Anita.


Arum menjelaskan alamat kosnya.


“Lumayan jauh ya. Ya udah, antar saya aja dulu ya pak.” Pinta Anita yang memang sudah lelah di perjalanan.


“Baik buk.” Jawab Ujang.


Mobil memasuki perkarangan yang sangat luas dan rumah yang tampak sangat mewah tersebut. Rumah yang terlihat seperti hotel yang kalau di perhatikan, rumah ini memiliki 5 lantai. Arum sampai heran dan menggeleng--gelengkan kepalanya. Berfikir, rumah yang segini besarnya apa isinya. Dan kenapa orang kaya itu aneh. Apa gak capek dari ruang tamu ke dapur untuk ambil minum. Dan ruang-ruang yang banyak untuk apa. Matanya mulai melotot kalau mengingat, apa rumah yang sebesar dan bertingkat-tingkat ini pakai life juga.


Kalau ingin mencari penghuni rumahnya apa pakai telpon untuk menghubungi. Ah. .. Arum. Kamu emang kampungan. Arum mulai tersadar dari pemikirannya sendiri.


“Rum,” panggil Anita.


“Iya buk.” Arum yang mulai tersadar dari pemikirannya baru menyadari bahwa Anita memanggilnya.

__ADS_1


“Ibuk duluan ya. Barang- barang yang tadi kita beli, besok di antar pak Diman ke kos kamu. Kamu kembali bekerja lusa. Ini barang-barang pribadi kamu yang sama saya.” Sambil memberikan tas kecil bertali panjang yang hanya muat dompet, hp dan sedikit makeup yang biasa dibawa Arum saat dia bekerja.


“Terimakasih kasih buk.” Arum menyalami tangan Anita layaknya seorang anak yang ingin berpamitan pergi.


“Iya,” Anita memuk Arum sambil mencium pipi kanan dan kiri.


Jhoni hanya membalikkan posisi duduknya ke belakang sambil memberikan tangannya kepada Arumi. Dan Arum menyalami tangan tersebut.


“Dalam 2 hari ini kamu bisa istirahat.”


“Iya, buk. Makasih ya buk.” Arum sangat ingin beristirahat setelah lelah belajar dan berlatih di sekolah bodyguard.


Anita turun dari mobil dan juga Jhoni. Mobil meninggalkan rumah mewah tersebut.


“Mami dan papi baru sampai?” Habibi yang mendengar mobil masuk ke halaman langsung turun ke bawah untuk memastikan bahwa kedua orang tua nya pulang.


“Belum ngantuk mi. Ya udah mami pasti lelah. Tidur aja mi.”


“Iya mami dan papi capek. Jadi mau langsung istirahat.”


Dan mereka masuk ke kamar masing-masing.


*******


Arumi yang merasa sangat merindukan benda kecil yang sedang dinyalakannya. Betapa rindunya dia terhadap benda kesayangannya itu. Benda yang merupakan separuh hidupnya.

__ADS_1


Hp Arum mulai menyala. Hampir 1 bulan hp ini tidak dipegangnya. Begitu banyak bunyi tit....tin yang menandakan pesan masuk. Pesan sms maupun wa. Di lihat arum 367 pesan wa masuk. Arum mulai melihat pesan-pesan yang masuk. Begitu banyak deretan pesan yang masuk. Yang harus di baca arum satu persatu.


“Neng sudah sampai.” Kata supir kepada Arum.


“Oh iya pak.” Arum turun dari mobil. “Makasih ya pak.”


“Iya neng.”


Arum membuka pintu kamarnya. Kamar yang di tinggal hampir satu bulan. Memang harus di bersihkan. Mengingat debu yang cukup tebal. Arum tidak bisa langsung tidur, ia harus membersihkan tempat tidur dan kamarnya terlebih dahulu. Setelah semua terasa bersih jam 1 malam Arum baru merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menyalakan kipas angin. Rasanya sangat nyaman. Aku merindukan tempat tidur ini. Senyum Arum saat kembali ke kamar kost nya yang kecil.


Arum kembali membuka pesan. Pak Habibi, Ardi, Mbak Ini, Riri, Yuli, Rara, Rini. Pesan-pesan berentet masuk. Arum membaca pesan dari Habibi. Semua pesan yang dikirimnya menunjukkan kecemasan.


**pesan


Arum kamu di mana


Arum kamu baik-baik saja


Arum kabari aku.


Arum jangan buat aku cemas.


Arum aku bisa gila kalau kamu menghilangkan seperti ini.


*Arum please jangan buat aku frustasi*.

__ADS_1


Semua pesan yg di kirimnya semuanya menunjukkan bahwa dia frustasi. Dan sangat menghawatirkan Arumi. Ingin rasanya Arum membalasnya. Namun Anita sudah mengatakan. Jangan hubungan Habibi dulu dia sangat sibuk saat ini. Itu yang di sampaikan Anita. Ya kalau Arum membalas pesannya sekarang, sudah pasti Habibi akan langsung datang ke kosnya.


Pesan Ardi.


__ADS_2