Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 50


__ADS_3

Arum hanya gadis yang polos, mana mungkin dia tau apa yang di rencanakan oleh bos besarnya tersebut. Yang pasti dia selalu menuruti perintah dari Anita.


Arumi menghubungi ibunya. Tak lama telpon di angkat.


“Hallo Assalamu’alaikum,” terdengar suara ibunya.


“Wa’alaikum salam ibu.” Terdengar suara Arum yang sangat senang. “Ibu, ibu apa kabar?


Apa ibu sehat, ibu sedang apa.”


“Alhamdulillah kabar ibu baik, ibu sedang masak kamu apa kabar nak?”


“Kabar Arum baik buk.”


“Apa kamu sehat nak?”


“Alhamdulillah sehat bu. Bahkan berat badan Arum sudah naik 2 kg bu. Arum sangat senang bisa masuk ke sekolah itu bu. Di sana teman-teman Arum banyak dan baik-baik.”


“Kamu gak lupa sholat kan nak?”


“Tentu aja bu. Kabar Azzam dan Aisah bagaimana bu? Apa mereka nakal?”


“Gak mereka sangat baik. Oh iya nak, selama kamu pergi pendidikan Ibu dikirimkan gaji oleh perusahaan kamu. Gajinya sangat besar, 2 kali di kirimkan dalam satu bulan ini.”


“Iya bu, kata bos Arum, gaji Arum bakalan besar bu. Tapi arum gak tau berapa nominal bulanannya. Soal jabatan Arum belum terima.”


“Gitu ya nak. Nak, uangnya ibu buat untuk biaya keperluan adek-adek kamu. Ibu juga membelikan adek-adek kamu buku-buku, baju seragam, tas, sepatu. Ibu juga cari rumah sewa yang lebih bagus dari yang sekarang. Apa boleh nak?”

__ADS_1


“Boleh bu. Boleh sekali. Ibu atur aja. Do’ain ya bu. Rezki Arum banyak. Biar bisa belikan ibu rumah.”


“Amin. Sudah pasti nak.” Jawab Ibunya.


“Ibu gak usah jual sayur lagi ke pasar. Ibu harus jaga kesehatan ya bu.”


“Iya nak.” Begitu banyak yang di bahas oleh ibu dan anak ini.


“Bu, udah dulu ya. Baterai hp arum tinggal 10%,” kata Arumi mengakhiri pembicaraan.


“Iya nak. Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikum salam bu.”


Arum berjalan ke meja kecil di pinggir tempat tidur. Dia mencas hp nya. Sambil hp tercas, Ia membuka kembali pesan-pesan dari Habibi. Entah kenapa dia tak bosan-bosannya membaca. Tapi dia juga merasa sedih saat membaca pesan-pesan tersebut menunjukkan kecemasan pria tersebut. Ah..... Entah kenapa, perasaan aku jadi gak menentu gini.


“Selamat pagi neng?”


“Pagi pak diman.”


“Ini neng, saya antar barang-barang neng Arum. Dan ini yang di kasi ibuk. Baju-baju kerja, tas dan sepatu. Untuk saat neng mulai bekerja.” Jelas Diman.


“Oh makasih pak.”


Semua barang-barangnya sudah di susun pak Diman di depan pintu kamarnya.


“Terimakasih kasih pak.”

__ADS_1


“Iya neng.”


“Ini pak, untuk bapak.” Arum memberikan paper bag batik yang berisi baju batik.


“Untuk saya neng?”


“Iya pak.”


“Terimakasih ya neng.”


“Iya pak.”


Arum masuk kedalam sambil membawa barang-barangnya yang ternyata sangat banyak. Kamarnya tampak langsung penuh. Boneka teddy bear yang berwarna coklat tua yang diberikan Anita saat dia masuk ke sekolah bodyguard tersebut di letakkannya ke atas kasur. Arum mulai membongkar-bongkar barang yang di belinya. Ia mengasingkan untuk Ardi.


Sambil tersenyum, ada rasa rindu udah lama gak jumpa dengan Ardi.


Dilihatnya semua barang-barangnya tidak ada yang tertinggal. Hanya buku-buku catatannya yang tidak ada di bawa. Di buku tersebut ada no hp Tiar, yang sempat di salinnya. Tiar tidak meminta nomor hp nya, karena Arum janji akan menghubungi Tiar. Sepertinya dia akan kehilangan jejak para sahabatnya. Cukup lama juga arum membereskan barang-barangnya. Sudah terdengar suara azan. Arum masuk ke kamar mandi, dia mandi dan kemudian berwudhu dan sholat.


Jam 3 Ardi sudah berada di kos Arum. Dia mengetuk pintu kamar Arum. Arum membukanya dengan sangat cepat. Saat pintu terbuka, Ardi terkeju, saat melihat penampilan Arumi yang sudah tidak seperti biasanya. Dia memakai gamis modern untuk remaja berwarna pick, memakai sepatu yang berwarna sama. Wajahnya di hiasi makeup yang terlihat sangat natural dan cantik dengan warna bibir yang pink. Di tambah blush on yg tidak terlalu menor. Mata Ardi tidak berkedip sedikit pun. Melihat penampilan baru Arumi.


 


author kurang pandai menjelaskan secara rinci masalah model pakaian.


tapi seperti ini visual nya.


__ADS_1


__ADS_2