Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 157


__ADS_3

androw duduk di meja kerjanya, ruangan yang besar di lantai 7 mall milik nya. iya masih sibuk dengan layar monitor komputer yang ada di depan nya saat ini . iya sedang mengecek laporan penjualan dari produk brendit milik nya yang berada di Amerika. barang yang di produksi yang berjumlah hanya 24 pis terbanyak. dan bahkan hanya ada 1 pis saja sekali produksi. seperti tas, sepatu limited edition.


ini tuan sarapan yang anda minta. Danil masuk ke dalam ruangan tersebut, dengan membawa kotak makan.


terimakasih. ucap pria itu kemudian.


yang menghentikan pekerjaan nya.


orang yang bebas keluar masuk ruangan nya hanya. danill.


androw melihat kotak yang di bawak danill, hanya tampak satu kotak makan saja.


kenapa kamu hanya membeli satu apa anda tidak sarapan?


ucap pria bule tersebut.


saya sudah sarapan di rumah tuan, ucap danill yang kemudian duduk di kursi sofa hitam yang berukuran besar di depan androw.


kamu sarapan di rumah ucap nya kemudian?


danill tersenyum.


iya tuan. tadi jihan memasak kan saya sarapan. dan kami sarapan bersama. dan dia sudah menyiapkan bekal makanan siang saya ucap danill dengan bangga nya.


yang membuat bos nya merasa Iri seketika.


apa Jihan sudah tidak mengajar,. tanya nya.


tidak tuan, setelah putri kami lahir. Jihan memutuskan untuk di rumah mengurus putri kami serta keluarga. ucap danill kemudian.


baiklah, perutku sudah sangat lapar. aku akan memakan sarapan ku dulu.


yang mendapat anggukan dari danill.


silahkan tuan. ucap nya kemudian.


bagaimana dengan dokter spesialis bedah yang sudah kamu siapkan,. ucap androw setelah menghabiskan sarapan nya.


sudah siap tuan, kita akan memakai rumah sakit yang di miliki ibuk Anita, center hospital. center hospital merupakan salah satu rumah sakit terbaik di negara ini.


dan yang akan menyunat Anda, langsung dokter Wahjudi. dokter sepesialis bedah.


dokter Wahjudi sekaligus wakil direktur rumah sakit tersebut.


androw menganggukkan kepalanya. tampak wajah nya menyimpan kecemasan.


danill tersenyum kepada bos nya tersebut.


anda tidak perlu takut tuan.


sunat itu memang sakit. namun itu lah kebanggaan terbesar dari laki-laki muslim.


ucap nya penuh semangat.


benarkah?


tanya nya kemudian.

__ADS_1


iya tuan, saat saya kecil dulu. saya dan teman-teman saya berlomba-lomba siapa yang sunat lebih dulu. siapa yang paling berani dan saat sunat tidak menangis. bahkan saat saya sunat, itu teman-teman saya ramai yg datang. dan kalau di lihatnya, menangis maka akan di tertawa.


tampak raut wajah penuh bahagia terpancar di wajah pria tersebut.


OOO jadi karena itu Ara tampak menahan tawanya saat aku mengatakan takut.


suara keras tawa danill seketika memenuhi ruangan tersebut. tidak pernah terlihat, pria tinggi putih tersebut. ketawa sekeras itu.


tawanya yang Berhenti mendadak saat satu pukulan mendarat di bahu nya.


namun tampak iya bersusah payah menahannya sehingga terlihat ada air mata di sudut-sudut mata nya.


aku tidak bisa membayangkan, bagaimana ekspresi wajah nona ara,. saat anda mengatakan itu. ucap nya kemudian ketika ia sudah mampu untuk meredam suara tawa tersebut.


aku hanya melihat dari kaca spion yang di atas kemudi ku. iya tampak menahan ketawa nya. dan wajah nya Tampak memerah.


nona ara itu sangat polos dan lugu tuan. Bagi anda, berbica tentang itu biasa. namun berbeda dengan nya.


androw diam. begitu ya. ucap nya kemudian.


iya tuan.


Daniil meninggal ruangan tersebut. setelah membahas beberapa hal tentang pekerjaan.


semenjak ia mengenal Ara, iya selalu merasa bahagia. setiap saat androw melirik jam yang ada di dinding, memeriksa pesan wa dan mengecek telpon. berharap gadis tersebut mengirimkan nya pesan atau menelepon nya.


namun tidak ada satu pun pesan yg masuk milik gadis tersebut. iya berharap waktu cepat berlalu. agar bisa menjemput gadis itu di kampus nya.


*************


ada apa, tanya nya kemudian.


yang membuat gadis tersebut mengangkat kepalanya.


Kamis besok mas androw khitan.


ucap nya kemudian.


Arum tersenyum. arum berharap, mas bul bakalan bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah memeluk agama Islam.


amin. tapi Ara malu.


ucap nya kembali. sambil menundukkan kepalanya.


kenapa?


tanya Arum kemudian.


mas androw minta Ara untuk datang ke rumah sakit saat dia khitan.


Arum ngakak seketika.


ya gak apa dong. ucap nya kemudian.


apa nya yang gak apa.


tanya Ara.

__ADS_1


ara cuman di luarkan nungguin mas bul sunat. gak masuk kedalam ngelihat anu nya di potongkan? tanyanya kemudian


yang membuat wajah sahabat nya memerah seperti tomat. gadis itu kemudian memukul lengan sahabat nya tersebut.


udah deh Arum.


ucap nya kemudikan.


apa jadi di rumah sakit mami khitan nya?


tanya Arum lagi.


ara mengangguk kan Kepala nya.


yg khitan nya Dokter Wahjudi sepesialis bedah.


Arum kembali ngakak saat mendengarkan sunat dengan spesialisasi bedah.


belum ada selama ini, sunat memakai dokter spesialis bedah. mantri di rumah sakit aja bisa. ucap nya kemudian. ara tampak tersenyum kecut.


mereka hentikan pembicaraan nya saat dosen masuk ke dalam ruangan tersebut.


saat jam kuliah mereka sudah habis.


pria bertubuh besar dan tinggi Tersebut sudah berdiri di depan pintu kelasnya.


senyum mengembang di wajah ganteng pria berkebangsaan Amerika tersebut. sehingga memperlihatkan gigi putih nya yang rata.


iya masih memakai stelan jas nya yang berwarna hitam pekat, dengan baju kemeja putih di dalam nya.


senyum manis Arum sudah menyambut pria tampan tersebut. suara teman-teman mereka satu kelas yg sudah mulai ribut saat melihat kedatangan androw. dan beberapa mahasiswa dan mahasiswi mengajak iya berselfi. ara yang melihat nya tampak menundukkan kepalanya.


hai gadis-gadis cantik cantik. apa kah kalian mau ikut menemani aku minum kopi.


ucap androw yang mati nya melirik Arum dan Ara.


boleh. ucap Ara cepat.


Arum yang mengendarai mobilnya sendiri. sedangkan Ara satu mobil bersama androw.


mereka duduk di coffe shop dekat kampus tersebut.


androw sengaja untuk mengajak Arum sebagai alasan nya agar Ara mau ikut. iya selalu mengajak gadis itu untuk makan atau sekedar jalan sebelum pulang ke rumah. namun gadis itu menolak nya. dan meminta untuk langsung pulang ke rumah. dan saat iya berada di rumah Ara. ara hanya membuat kan nya minum. dan kemudian pergi masuk ke dalam kamar nya. ara akan meninggalkan iya bersama abinya saja.


berulang kali androw melirik ke arah kamar gadis tersebut. berharap pintu kamar gadis itu akan terbuka. namun kenyataannya, pintu kamar tersebut tidak terbuka sampai iya pulang. dan seperti itu seterusnya. saat iya setiap hari datang ke rumah gadis tersebut untuk mempersiapkan khitan nya.


*****


author ralat.


jangan lupa like dan komen nya ya reader.


😂😂😂😂


angap Aja jari author kepeleset. jadi salah ketik.


😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2