Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 267


__ADS_3

Author minta maaf karena baru bisa up sekarang. Dari kemarin kondisi tidak sehat. Terima kasih ya atas dukungannya.


***


Acara makan malam yang di adakan nya berjalan dengan sukses. Ia memberi nama acara tersebut, family party. Keluarga mereka saling mengenal satu sama lain dan memperkuat tali silaturahmi diantara mereka. Arum juga mengundang keluarga Heri untuk datang ke acara makan malam tersebut.


Ia membuat makan malam tersebut di halaman samping rumahnya. Ia menaruh beberapa meja yang sudah lengkap dengan menu hidangan di atasnya. Ia membuat acara makan malam keluarga mereka begitu sangat nyaman. Dalam acara family party ini, Ia mengundang beberapa pengamen jalanan.


Seorang pengamen jalanan yang sering bernyanyi di depan lampu merah . Namun pengamen itu hanya berdiri sambil bernyanyi. Selain suara merdu nya, pengamen itu juga membawa perlengkapan band nya sendiri. Ia bernyanyi sendiri dan Ia juga Ia bermain alat musik yang di ciptakan nya sendiri. Ia menjadi drummer dan juga gitaris. Pria itu begitu piawai memainkan alat musik hasil rancangannya. Ia membuat alat band nya dari alat-alat masak yang ada di dapur. pengamen itu memainkan alat musiknya dengan gerak tangan dan juga kaki sambil bernyanyi.


Arum juga mengundang pengamen yang selalu membawa alat musik di tangannya semacam tipe model lama. Pengamen itu seorang wanita tuna netra, pengamen wanita itu bernyanyi keliling. Ia berjalan sendiri dengan memakai tongkat. Ia akan berhenti di tempat yang menurut nya ramai. Suaranya sangat bagus saat bernyanyi dangdut. Ia juga menggoyang-goyangkan badannya saat sedang bernyanyi. Selain itu Arum juga mengundang salah seorang pengamen pengamen cilik yang biasa bernyanyi di sebuah warung makan, yang mana pepengamen laki-laki yang berusia sekitar 10 tahun itu memiliki suara yang sangat bagus.


Iya biasa mangkal di warung makan Pak Tejo. anak itu bernyanyi di dekat pintu masuk, dia akan bernyanyi dari jam 5 sore Hingga warung itu tutup.


Ia memberikan honor yang cukup banyak untuk pengamen-pengamen tersebut.


menurut nya, suara dan kreatif pengamen jalanan tidak kalah dengan penyanyi yang sudah sukses.


Anak yang bernama Tama itu menyanyikan lagu Ayah yang begitu menyentuh hati. Anak kecil itu juga membawa lagu "Titip Rindu Buat Ayah" Ebiet G. Ade.


Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa


Benturan dan hempasan terpahat di keningmu


Kau nampak tua dan lelah


Keringat mengucur deras


Namun kau tetap tabah


Meski napasmu kadang tersengal


Memikul beban yang makin sarat


Kau tetap bertahan


Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini


Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan


Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari


Kini kurus dan terbungkuk


Namun semangat tak pernah pudar


Meski langkahmu kadang gemetar


Kau tetap setia


Ayah, dalam hening sepi kurindu

__ADS_1


Untuk menuai padi milik kita


Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan


Anakmu sekarang banyak menanggung beban


Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini


Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan


Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari


Kini kurus dan terbungkuk


Namun semangat tak pernah pudar


Meski langkahmu kadang gemetar


Kau tetap setia.


Suara Tama yang khas dan berat menyanyikan lagu tersebut, yang begitu membuat hati pilu dan juga rindu akan sosok ayah.


Setelah mendengarkan lagu yang sedih mereka kemudian terhibur dengan suara emas yang dibawakan oleh wanita pengamen tunanetra tersebut .Suaranya begitu sangat merdu dia juga bernyanyi sambil berjoget.


lagu-lagu romantis dibawakan oleh pengamen jalanan yang membawa drumband tersebut.


Suasana makan malam mereka terasa begitu sangat nikmat, diiringi oleh musik-musik dan lagu-lagu yang dibawakan oleh para pengamen.


" Mami," hu...hu...


tangis Aqila yang mulai terdengar saat Ia dijahili Rangga.


" Sayang mami kenapa?" ucap Maya yang melihat Aqila menagis.


" Rangga ejekin kila mi," ucap gadis kecil itu yang sedang mengadu.


" Di ejekin gimana?" tanya Maya.


" Katanya Kila cengeng dan manja. suka ngadu, dikit-dikit ngadu," ucap nya yang membuat Maya, Arum Eka, dan Naura yang duduk di kursi itu ikut tertawa.


" Rangga sini," ucap Arum yang memanggil pria kecil tersebut.


Rangga datang dengan membusungkan dada nya kedepan. Seakan Ia ingin mengatakan bahwa Ia tidak takut.


" Ada apa Dokter Arumi?" ucap Anak kecil yang selalu bersikap berwibawa tersebut.


" Kenapa Aqila di buat nagis?" ucap arum.


" Gak di buat nagis dokter Arumi. Kebetulan Adek Aqila nya saja yang cengeng," ucapnya tanpa rasa bersalah.


Aqila memandang Rangga yang begitu menyebalkan tersebut. Bibirnya semakin maju ke depan dengan tangis yang semakin pecah. " Mi, dia ngejek Kila," ucapnya.

__ADS_1


" Rangga, jangan ejek Kila cengeng. walaupun dia cengeng," ucap Arum yang menahan ketawa nya


" Baik dokter Arumi," ucapnya .


" Ayo adek Kila, kita main lagi," ucapnya yang menjulurkan tangannya nya.


" Janji ya gak ejek Kila lagi," ucapnya.


" Iya Adek Kila, bang Rangga janji," ucapnya yang seperti orang besar. Padahal usianya sama dengan Aqila.


Rangga melepaskan tangan gadis kecil itu setelah Ia cukup jauh dari meja Arum.


" Jangan senang dulu," ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan gadis kecil nan cantik itu.


Aqila benar-benar kesal dibuat nya. Ia sudah menduga bahwa Rangga hanya berpura-pura baik saja. Aqila menghentak-hentakkan kakinya ke tanah saat melihat sikap anak laki-laki itu.


Kedua anak itu kembali berkumpul bermain dengan Daffa , vino dan juga Vira.


" Savira ini untuk kamu, aku bawakan," ucap Daffa yang memberikannya susu kotak.


" Daffa kok tahu kalau Vira lagi halus," ucapnya yang langsung menusuk susu kotak itu dengan sedotan. Ia kemudian meminum susu yang ada di dalam kotak tersebut.


Vino mengambil susu yang di tangan Vira, Ia meminum susu itu hingga habis.


" Kenapa dihabisin Vin?" tanya Vira.


" Maaf ya Vir aku haus, oh ya aku akan ngambilin kamu susu lagi," ucapnya Kemudian berlari untuk mengambilkan susu buat Vira.


tidak lama Vino datang dengan membawakan susu coklat di tangan nya. Ia langsung membolongi susu tersebut dengan sedotan dan memberikannya dengan gadis kecil tersebut.


Vira tersenyum dan mengambil susu yang diberikan-nya. " Terima kasih ya Vin," ucapnya dengan tersenyum malu-malu.


Dafa hanya diam saat melihat adegan yang ada di depan matanya. Ia cukup kesal melihat sikap Vino.


Rangga datang dan kemudian mereka memilih untuk bermain kejar-kejaran di halaman rumah tersebut.


Kesempatan seperti ini akan dimanfaatkan oleh Vira dan juga Vino, mengingat ini adalah hari bebas mereka untuk bermain. Bila tidak ada momen seperti ini, maka Maminya pasti akan memarahinya bila dekat dengan Vira.


Arum yang duduk Satu meja dengan Eka, Maya,dan Ara hanya tertawa saat melihat anak-anak mereka bermain bersama.


Anita, Siti, Eli, Linda dan ibu Heri yang bernama Ida, duduk berkumpul di satu meja. layaknya seperti teman lama mereka tidak ada henti-hentinya bercerita dan tertawa. Tidak ada perbedaan di antara mereka.


Eli yang duduk di antara mereka begitu merasa sangat malu, disaat Ia duduk dengan orang-orang yang berada di level atas darinya. Namun mereka begitu sangat baik dan juga sangat sopan. Mereka begitu ramah, Ia tidak menyangka bahwa orang-orang seperti mereka bisa memperlakukan putrinya dengan sangat baik dan bahkan bisa mendidik putrinya seperti saat ini.


Habibi duduk Satu meja dengan Papinya, Androw, Heri, Rio dan juga Imam, Dino dan juga amin. Mereka tidak ada habis-habisnya membahas tentang urusan pria. ( Maaf Author kurang ngerti kalau laki-laki ngumpul sering bahas apa ya? )


yang menjadi topik utama mereka sudah pasti pekerjaan kemudian tentang peristiwa-peristiwa yang sering terjadi pada saat sekarang.


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. mohon maaf bila ada teyo nya.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏


__ADS_2