Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 40.


__ADS_3

yang jomblo jangan baca😆🙏


author gak mau di demon sama leader.


Rizal kembali ******* bibir Tiar yang mungil dan terasa sangat manis. Dimasukkannya lidah nya ke dalam mulut Tiar. Diabsennya gigi putih tersebut satu persatu. Dikaitkannya lidahnya. Kini lidah mereka saling bermain. Setelah puas dengan bibir mungil tersebut, Rizal mulai mencium leher jenjang Tiar. Terdengar desahan keluar dari bibir kecil Tiar. Cukup lama mereka menikmati nya. Ciuman panas tersebut.


“Sayang, apa kita boleh melakukan lebih dari ini,” ucap pria tersebut.


Yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari kekasihnya.


“Gak boleh. Kita cuman boleh kesingnya aja. Kalau untuk itu, khusus malam pertama kita.” Jelas tiar.


“Apa kamu masih perawan sayang?” Maaf kalau aku nanya ini.


“Tentu dong.” Balas tiar sambil tersenyum.


“Aku akan tunggu malam pertama kita. Aku janji gak akan lakuin itu sama kamu.”


“Makasih sayang, Tiar mengecup bibir kekasihnya. Udah ayo mereka lama nunggu kita.” Ajak Tiar.


“Iya, tadi aku nyusulin kamu. Yuda nanya ke aku. Aku bilang ke kamar. Ambil jam.”


Tiar ketawa dengar jawaban Rizal, “loh kamar belok ke kanan kamu belok ke kiri, terus ini jam ada di tangan kamu,” sambil mengangkat pergelangan tangan Rizal. Mereka pun tertawa.

__ADS_1


“Iya aku malas kalau aku di ekorin mereka.”


“Yuda itu sangat suka sama Arum.” Kata Tiar.


“Iya aku tau sayang.” Jawab Rizal. “Kenapa mereka gak jadian. Apa perlu kita bantu?”


“Gak usah yang, percuma. Arum itu gak akan mau pacaran. Perinsipnya aja pacaran setelah nikah.”


“Oooo... kasihan juga Yuda,” jawab Rizal.


“Udah gak usah ikut campur. Kalau jodoh gak akan kemana yang.” Balas tiar.


Mereka berjalan sambil pegangan tangan. Arum dan Yuda masih duduk di tempat mereka. Mereka melihat Tiar dan Rizal pegangan tangan. Ada sesuatu ini Yuda nampak penasaran. Belum sampai di meja mereka, Yuda sudah menarik tangan Rizal dan membawa nya sedikit menjauh.


“Eh... Ngomong ke aku. Kamu sudah jadian sama Tiar ya?” tanya Yuda menginterogasi.


“Ah .... Selamat bro.”


“Makasih bro.” Balas Rizal.


“Nanti ceritakan ke aku gimana ceritanya.”


“Siiip.”

__ADS_1


Mereka kembali ke meja. Dari jauh tampak Arum yang melakukan interogasi ke Tiar. Nanti kamu ceritakan lagi ke aku ya. Bisik Arum saat melihat Rizal dan Yuda yang sudah kembali.


“Buk, tes es 1 Rizal kembali memesan, bubur ayam satu buk.” Tiar hanya tersenyum melihat kekasihnya yang kembali lapar, setelah kehilangan banyak tenaga dan membutuhkan amunisi tambahan.


“Kamu mau pesan minum atau makan sayang,” tanya Rizal.


Tiar menggeleng. “Minum aja. Teh es.”


“Buk teh esnya 2.” Rizal kembali bersuara.


“Iya mas rizal,” balas ibu kantin.


Yuda tampak bertanya melihat kelakuan Rizal. Setelah pesanannya di antar. Rizal kembali makan dengan lahapnya. Sambil menyuapi Tiar. Sengaja bubur ayamnya tidak di aduk. Biar Tiar mau makannya.


“Anggap aja kita ini batu ya aa” Arum mulai bersuara saat merasa kalau mereka tidak di anggap ada. Tiar hanya tersenyum melihatnya.


“Maaf beb.” Balas Tiar.


Dan setelah selesai makan. Mereka kembali kekelas.


*********


mohon maaf ya kalau tulisan author masih berantakan. terimakasih komen dan like nya.

__ADS_1


dukung terus ya karya author.


😃🙏🏼 makasih


__ADS_2