Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 203


__ADS_3

Rio mengantarkan Maya pulang ke apartemen nya. ia mengendarai mobil miliknya.


"Ngapain aja tadi ?" tanya pria tersebut saat ia meninggal kan kekasihnya itu di rumah Arum dalam waktu yang lama.


Maya menceritakan apa saja yang di lakukan nya bersama dua bumil tersebut, menonton, mengobrol, makan. Maya Tampak begitu sangat senang saat menceritakan kegiatan nya tersebut. cukup lama ia tidak berjumpa dengan Arum Dan Ara.


Rio mendengarkan kekasihnya itu bercerita dengan mata nya fokus ke jalan.


"jadi karena itu sampai gak ingat sama mas ya". ucapnya yang memegang tangan d


gadis tersebut.


Maya tertawa saat mendengar ucapan pria tersebut. " maaf ." ucap nya kemudian.


"Besok kita akan lihat rumah ucapnya kepada kepada Maya.


Maya tampak meloto saat mendengar ucapan Rio. mata indahnya membulat sempurna.


"udah dapat rumahnya Mas." tanya Maya.


sudah besok kita lihat ya kamu suka atau nggak ucap Rio.


dekat nggak sama rumah Arum dan rumah Ara?" tanya Maya .


" Iya dekat " jawab Rio


Maya tampak tersenyum. itu artinya ia sebentar lagi Ia akan di lamar, dan rumah yang diinginkan nya sudah ia dapat kan.


Maya membuka pintu apartemen miliknya.


" Masuk dulu." ucapnya sambil memegang tangan Rio. Rio tersenyum dan kemudian mengangguk kan kepalanya.


" Kalau masuk mau di kasih apa?" Goda pria tersebut. Maya memukul dada bidang pria tersebut. dan kemudian pergi ke dapur.


Rio masuk ke dalam apartemen Maya. Ia membuka jas miliknya dan meletakkan nya di atas sofa. ia mengulung baju kemeja nya.


Maya datang dari belakang membawa Napan yang berisi 2 gelas coffe dan juga cemilan ringan di tangannya. ia meletakkan cangkir coffe tersebut ke atas meja.


ia duduk di sebelah Rio" kok bisa dapat rumahnya yang?" tanya Maya


" pak Habibi yang ngasih, rumah itu diskon 50% sisanya kredit. sebenarnya mas sudah cek perumahan yang ada di lokasi itu. itu semua perempuan yang di bangun C grup" ucap Rio


" pak Habibi baik sekali ya Arumi juga baik banget, mereka juga gak sombong. ucap Maya yang mengagumi Keluarga tersebut. ia mengingat selama beberapa bulan tinggal di rumah di rumah keluarga habibi. mereka tu pasangan serasi mas. ucapnya. "jadi mas kenal Arum udah lama?"

__ADS_1


tanya Maya kemudian.


rio mengangukan kepalanya" sejak kami berada di sekolah bodyguard. waktu itu Arum belum menjadi asisten pribadi pak habibi. awal mulanya Ia bekerja sebagai cleaning servis. waktu pak habibi di begal orang di jalan Arum yang nyelamatin. dia selain ahli bela diri juga sangat pintar. sehingga ibu Anita memasukkan ke sekolah bodyguard. awal kami lihat dia masuk ke sekolah bodyguard, kami semua nya meremehkan nya. waktu itu yang cewek Arum dan Tiar anak nya pak Herman.


Tiar dari karakter nya terlihat ada nuansa tomboy nya, beda dengan Arum yang sangat kalem. kami yang ada di kelas tersebut semua nya meremehkan dia. namun ternyata ilmu bela dirinya sudah sangat baik mengimbangi ilmu bela diri mas, heri, Prima.


teknik menembak nya juga luar biasa. tingkat kecerdasan, emosionalnya sangat baik dan di atas rata-rata. kami tidak menyangka, mengingat usianya yang begitu muda. pada waktu itu umurnya baru 18 tahun. Arum lulus dengan nilai terbaik." ucap Rio


Mulut Maya membulat saat mendengar cerita Rio. " Awal jumpa Arum, aku yang nawarin jasa untuk penyelidikan kasus penyerangan di restoran. aku cukup terkesan saat mendengar analisa nya mengenai kasus tersebut. ia memang sangat cerdas. mampu melihat dengan sangat detail. " ucap Maya.


aku juga gak nyangka kalau hubungan pertemanan kami akan bisa seperti saat ini. setelah menyelesaikan kasus tersebut, aku gak pernah ketemu Arum lagi." tutur gadis tersebut


"Bagi kami yang ada di sekolah tersebut, Arum dan Tiar itu seperti adik kami sendiri".


tutur rio


"Biasanya orang sering lupa daratan, dari susah ke kaya. gitu udah kayak sombong. tapi Arum gak ya. ucapnya lagi.


Rio hanya tersenyum. " Besok kamu sudah bisa beli-beli barang apa aja yang kamu mau. dan menata rumah kita." ucap Rio.


"udah gak sabar mas . " ucap Maya sambil memandang wajah pria tersebut.


kening Rio tampak berkerut. " Gak sabar apa?" tanyanya kemudian. seperti nya ia gagal fokus saat ini.


" Apa gak nunggu malam pertama aja?" tanya pria itu kemudian.


"jadi apa? " tanya Rio kemudian.


" lihat rumah nya. " jawab Maya sehingga Rio Tertawa.


" Mau lihat sekarang?" tanyanya


Maya mengangukan kepadanya dengan sangat cepat.


" ya udah mandi, kemudian kita lihat rumah dan langsung makan di luar. " perintah peria tersebut.


" Mas tunggu ya aku mau mandi." ucap Maya


" Mas nungguin di sini atau di kamar mandi?" goda pria tersebut.


" Ih mas mesum amat sih." omel Maya sambil mencubit pinggang Rio


Rio duduk di sofa tersebut dengan terus mengecak kondisi rumah bos nya dari ponsel selulur miliknya.

__ADS_1


sudah mas, ucap Maya yang sudah duduk di sampingnya.


Rio memandang wajah gadis tersebut. yang hanya memakai riasan yang sederhana, namun tampak begitu manis. " berangkat sekarang?" tanya rio., Maya mengangukan kepalanya.


pria itu menghabiskan kopi nya. setelah kopi nya habis ia meletakkan cangkir kopi tersebut ke atas meja.


******


mobil milik Rio memasuki kawasan perumahan elite. rumah yang saat ini di milikinya, salah satu rumah untuk kalangan atas. fasilitas perumahan itu, sangat lengkap. mini market, taman, kolam renang, pos keamanan, lapangan sepak bola, volly dan juga tempat ibadah.


rio memberhentikan mobilnya di halaman rumah nya. ia membawa Maya untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Maya berkeliling melihat rumah tersebut. ia terlihat begitu menyukai rumah itu.


" suka ." tanya Rio.


maya mengangukan kepanya dengan sangat cepat.


" ini rumah impian aku mas." ucapnya.


ia memeluk tubuh kekar pria tersebut.


"makasih ya mas." ucapnya kemudian.


sebelum Rio mencari rumah, Maya .meminta kepada nya , agar rumah nya jangan bertingkat biar gak capek bersihkan nya. kemudian ia ingin yang model minimalas itu aja yang di inginkan nya. melihat rumah yang saat ini di lihatnya. ia begitu senang.


cukup lama mereka berada di rumah tersebut.


Rio kembali mengunci pintu rumah tersebut. dan mereka pergi menuju warung makan.


******


Androw sudah berada di bandara Hong Kong InternationalĀ Airport Chek Lap Kok Airport. Ia akan kembali ke Indonesia hari ini. sudah 15 hari Ia meninggal kan Indonesia. ia bekerja satu hari 18 jam. 4 jam di pakai untuk tidur dan 2 jam lagi di gunakannya makan dan sebagainya. bahkan ia makan sambil bekerja. ia akan berhenti bekerja bila sudah datang waktu sholat. Ia melakukan meeting terkadang sampai jam 12 malam. Ia membahas Masalah kasus tersebut dengan pengacara nya terkadang hingga sampai jam 3 pagi. pesawat jet pribadi miliknya sudah menunggunya. androw naik ke atas pesawat tersebut, yang di sambut piloot dan co pilot nya. pilot pribadi nya berasal dari Amerika kapten Juan. dan co pilot nya berasal dari Indonesia yang bernama Tomi. dan dua orang pramugari. mereka mengembangkan senyum Nya dan menyapa androw.


juan mengembangkan senyum nya saat ia melihat androw sudah datang. pria itu menyapa androw dengan sangat ramah.


"Bagaimana kabar anda tuan". tanya Juan.


" Saat ini aku sangat merindukan istri ku, jadi cepatlah berangkat jangan banyak tanya." ucapnya yang membuat Juan tertawa.


androw sudah duduk didalam pesawat tersebut ia sudah memakai sabuk pengaman nya. ia sudah benar-benar tidak sabar untuk sampai ke Indonesia.


Ia akan memanfaatkan waktunya yang lebih dari 5 jam di dalam pesawat untuk beristirahat. agar nanti saat ia sudah sampai di Indonesia, ia akan terlihat lebih segar saat berjumpa dengan istri nya.


awal mula ia sampai di Hongkong, menejer mall nya yang ada di Hongkong berulang kali menawarkan nya wanita untuk menemani androw. mengingat ia selalu meminta di sediakan wanita namun Androw menolak nya. bahkan pria itu mengancam akan memecat menejer nya tersebut bila masih menawarkan nya wanita.

__ADS_1


*****


like komen dan votenya nya.


__ADS_2