
maaf ya reader, author lambat up.
maaf kalau reader jadi lama nunggu nih😊
🙏🙏🙏
*********
Arum kembali kuliah. Kedatangannya membuat mahasiswa lain tampak sangat antusias. Pada saat video tersebut beredar, Doni dan Ari yang mengambil peran. Menjadi narasumber yang paling akurat.
***********
Naura tampak sangat bahagia saat melihat Arum. Ia melambaikan tangan agar Arum melihatnya. Arum mencacarkan bo****g nya di kursi sebelah naura.
“Gimana kabar arum?” Tanya Naura
“Udah baikan.”
“Ara lihat tadi rame.”
“Iya gigi aku sampai kering ini senyum terus. Tenggorokan aku mendadak kering, haus banget.” Arum memegang tenggorokan nya yang terasa amat haus.
“Yuk Ara temani ke kantin dosen masuk 45 menit lagi.” Naura memberikan penawaran
“Boleh.” Jawab Arum
“Ara salut lihat arum. Ara beneran gak nyangka. Arum hebat banget.”
Arum senyum.
“Ara gak bisa bayangin, waktu itu kalau Arum gak tahu akan kondisi saat itu. Kita mungkin sudah jadi mayat.” Naura ngeri sendiri dengan pikirannya.
“Tapi nyatanya kita selamat semua.” Jawab Arum.
Mereka berjalan menuju kantin dengan tak henti-hentinya bercerita pujian tidak ada habisnya terlontar dari mulut Ara. Arum melihat Naura yang tampak pendiam ternyata cukup humoris. Mereka membeli minuman serta cemilan dan menentangnya kekelas. Setiap saat langkah Arum harus terhenti saat membalas sapaan setiap orang yang ditemuinya tidak sedikit yang meminta foto barang.
“Arum,” suara seseorang tersebut menghentikan langkahnya dan melihat ke arah sumber suara. Terlihat Sarah, Ardi Doni dan Ari sedang duduk di depan kelasnya sambil menunggu dosen. Arum berjalan ke arah mereka.
“Hai...”
“Arum, apa kabar, gimana apa sudah sehat? Apa masih ada yang sakit,” tanya Sarah.
“Alhamdulillah udah sehat kak.”
Arum senyum lihat Ari dan Doni. Doni yang berdiri sambil bersidekap dada. Ardi duduk di kursi yang sengaja di tarik dari dalam kelas.
“Maaf ya karena waktu itu kita gak jadi makan.”
“Gak apa Rum.” Balas Ari.
“Ya udah gini. Entar jam kosong kita makan di luar. Arum yang traktir.”
Doni memetik jarinya. “Mantap. Soalnya ada yang mau kita bahas. Kamu kosong jam berapa?”
“Keluar jam 12 masuk lagi jam 2.” Balas Naura yang sangat hafal dengan jadwal kuliahnya.
“Tunggu aku lihat jadwal dulu.” Ari mengeluarkan lipatan kertas jadwal kuliahnya dari dalam saku celana. “Kita keluar jam 12. Masuk lagi jam 3.”
“Cucok,” jawab Doni.
“Nanti kami tunggu kalian di depan kelas.” Balas Sarah.
Ardi hanya menjadi pendengar setia. “Ada apa sih,” tanya Ardi yang dari hanya diam mendengarkan obrolan teman-temannya setelah Arum dan Naura pergi dan masuk ke kelasnya.
“Nanti juga tahu,” jawab sarah. Sedangkan Ari dan Doni yang dilihat sama Ardi hanya mengangkat bahunya.
**********
Arum dan Naura keluar dari kelas dan melihat sarah, Ardi,Doni dan Ari sudah berdiri didekat kelasnya. Arum berjalan mendekati seniornya.
__ADS_1
“Kita makan di mana Rum,” tanya Sarah
“Jangan di tempat yang kemarin ya, Ara masih takut.”
“Kita masuk masih lama. Gimana kalau kita makan di mall aja. Sambil cuci mata. Mana tau lagi banyak diskon.” Kata Sarah.
“Boleh.” Jawab Arum dan yang lain halnya memberikan anggukkan. “Tapi kita sholat dulu ya.”
“Iya wajib itu.” Jawab Ardi.
*******
“Wao, mobil baru bro.” Doni yang melihat mobil baru Ardi.
“Masih plat toko.” Ari yang ikut menimpali.
“Banyak ngomong, aku tinggal.”
Dengan cepat 2 sahabat tersebut langsung masuk ke dalam mobil.
“Pakai mobil Arum ya kak.”
“Boleh,” jawab sara.
Arum menekan remote untuk membuka pintu mobil.
“Mobil baru,” tanya Sarah.
Arum hanya membalas dengan senyum. Mereka memarkirkan mobilnya bersebelahan.
“Mobil kalian sama.” Tanya Doni
“Sholat.” Jawab Ardi yang berjalan menuju mesjid yang di ikuti Arum dari belakang sedangkan yang lain masih berdiri di dekat mobil.
Selesai sholat, mereka langsung menuju ke mall. Mobil berhenti di parkiran mall.
Belum mereka sampai ke dalam sudah ramai yang datang dan meminta foto barang.
Setelah sekelompok orang yang berkerumun meminta berfoto dengan mereka pergi.
“Ayo,” jawab yang lainnya.
Akhirnya mereka memilih tempat makan yang tidak rame. Mereka duduk di salah satu meja yang ada di dalam warung makan tersebut.
“Gua gak nyangka, jadi populer itu ternyata gak nyaman juga. Pantas artis kalau kemana-mana pakai pengawal dan mukanya di tutup-tutupi.” Sarah yg mulai ngomel.
“Baru di parkiran aja udah di serbu, gimana kalau sudah di dalam mall. Bisa gak makan kita. Kalau gak lapar, aku mau layani. Ini udah lapar banget lagi.” Omel Doni
“Mana gua belum makan dari pagi lagi.” Kata Ari.
“Kenapa gak sarapan Lo,? Tanya Sarah.
“Ya ela Sar, namanya juga anak kos. Lagi nungguin kiriman gua tang baru datang 1 Minggu lagi.” Balas Ari
“No rekening Abang berapa?” Tanya Arum.
“Untuk apa Rum?”
“Biar Arum transfer.”
“Ya Allah Rum baik amat Rum. Gak usahlah Rum. Abang takut hutang Budi. Ntar kalau udah hutang Budi, Abang wajib nikahin Arum lagi.” Yang langsung dapat tendangan kaki dari Ardi yang duduk di sebelahnya.
“Lo dapat Arumi itu anugerah tapi Arum yang dapat lu tu yg musibah.”
“Ya Allah kebangetan lu ya Don.”
“Udah cepat bang, mana no rekeningnya. Biar Arum transfer.” Gadis tersebut memegang hp dan membuka aplikasi bank mobil di ponselnya.
“Gak ada do’a nolak Reski bang.” Naura yang ikut bersuara.
__ADS_1
“Batul tu,” jawab Sarah.
“Gua jadi gak enak nih.”
“Gak apa bang. Arum iklas kok. Mana no rekeningnya.”
Arum mentransfer ke rekening Ari setelah pemuda itu memberikan no rekeningnya. Notifikasi SMS banking Ari bunyi.
“Cepat lihat RI, di kirim berapa.” Tanya Doni yang terlihat kepo .
“Iya buka RI,” Sarah yang juga tampak penasaran.
Arum senyum. Bang Ari cuma kirim untuk sarapan.
Doni dan yang lainnya ketawa saat lihat wajah Ari. Jangan-jangan 50 ribu. Sarah mulai ngeledekin Ari.
Jangan-jangan gua kena kerjaain. Karena penasaran Ari membuka SMS bankingnya. Matanya tampak melotot. Berulang kali ia menghitung nol dari angka nominal tersebut .
“Berapa Ri,” tanya Doni.
Ari masih diam sambil melihat SMS di ponselnya.
“Berapa Ri,” tanya sarah.
Ardi mengambil hp dari tangan Ari yang tampak syok. Dilihatnya nominal yang masuk di rekening Ari.
“Ari banyak duit nih.” dan mengembalikan hp tersebut ke tangan Ari.
Doni mengambil hp tersebut. Sepert nya kamu salah transfer Rum. Kelebihan nol. Ini kamu kirim 5 juta.
Arum senyum. “Untuk sarapan bang Ari selama 6 bulan.”
“Ya Allah rum, kamu baik amat. Abang jadi terharu.”
“Dapat Reski nomplok lu.” Kata Doni.
“Mobil yang kemarin mana di?” Tanya Doni yang sudah penasaran dari tadi.
“Ada di kos.”
“Jadi lu jual?”
“Iya jadi dong.”
“1 M,” jawab Arum.
Membuat mata mereka yang duduk di sana jadi melotot.
“Serius Di,” tanya sarah.
Ardi menganggukkan kepala. “Nanti aku kasih kalian 5 juta perorang kalau udah transaksi.”
“Tambah dong Di biar bisa beli motor. Biar gua gak nunpang sama lu atau Doni terus.” Ari yang senyum nyengir.
“Ya udah untuk lu 10 juta.” Jawab Ardi.
Ari yang ekonominya di bawah dari teman-temannya. Ia masuk kuliah kedokteran karena bea siswa. Ia anak 1 dari 3 bersaudara. Adek-adeknya cewek semua. Ibunya seorang janda. Ari mau saja kuliah sambil kerja. Namun kesibukan kuliah dan tuntutan yang mewajibkan IPKnya di atas 3 membuat pria tersebut harus fokus kuliah dan mengirit kiriman sang ibu. Melihat trasfer dari Arum, ia bisa tidak meminta kiriman ke orang tuanya untuk waktu satu semester. Yang membuat air matanya mau menetes.
“Ara juga dapat bang?”
“Iya pasti.” Jawab Ardi yang membuat wajah gadis tersebut sangat senang.
Orangnya janji 2 Minggu lagi. Udah transfer DP. Sebenarnya aku udah niat untuk jual mobil itu. Tapi ya dengan harga yang wajar. Kalau harganya jatuh aku gak masalah. Tapi malah tawaran untuk membeli mobil aku cukup ramai dan yang ini tawaran tertinggi.
Pesan mereka datang. Membuat mereka menghentikan obrolan dan mulai fokus dengan makanan nya masing-masing.
***********
nih ya reader. author gak buat lagi adegan Arum berduaan dengan habibi. biar gak ada orang ketiga. agar author gak hilaf ini.
__ADS_1
😂