
" Baiklah aku akan mandi, kamu cepatlah mandi. Sebentar lagi akan maghrib, tidak baik mandi ketika magrib. Apalagi pengantin baru," ucapnya sambil berbisik di telinga istrinya.
Eka hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya tersebut. Ia menarik nafasnya dengan sangat keras kemudian membuangnya secara berlahan saat suaminya sudah pergi ke kamar mandi. Ia berulang kali menghirup udara dan kemudian menghempaskan nya. Ia merasa kekurangan oksigen saat berada di dekat suaminya tersebut. Setelah Ia menetralkan pernapasannya. Ia mengambilkan baju untuk perlengkapan salat suaminya, Ia meletakkan pakaian itu di atas tempat tidur. Ia kemudian duduk di meja rias nya. Ia memandang wajahnya di depan cermin sambil mencabut jarum-jarum pentol yang menempel di hijab nya. Ia berusaha agar tidak terlihat gugup saat di depan suaminya tersebut. Ia melepaskan hijabnya dan membersihkan makeup yang menempel di wajahnya. Ia melihat suaminya yang keluar dari kamar mandi. Tubuh suaminya begitu sangat sempurna. Memiliki tubuh tinggi, dengan perut yang ber kotak-kotak, dada bidang yang tampak begitu padat dan juga tangannya yang berotot.
Eka berusaha untuk menundukkan pandangannya agar tidak melihat suaminya tersebut
Heri keluar dari ke dalam kamar mandi, Ia hanya melingkarkan handuk di pinggangnya. Ia melihat perlengkapan salatnya yang ada di atas tempat tidur, yang sudah di sediakan oleh istrinya. Matanya memandang istrinya yang sedang duduk di meja rias.
Ia berjalan mendekati istrinya tersebut.
" Mas Mau ngapain?" ucap Eka saat melihat suaminya yang mendekatinya tanpa memakai baju terlebih dahulu.
Heri hanya diam, Ia semakin mendekati istrinya.
" Mas jangan dekat, mas sudah mengambil air wudhu. Kalau sudah berwudhu Jangan deketin Eka," ucap Eka yang tidak Mau Memandang suami itu.
" Kenapa gak boleh, kita statusnya halal," ucap heri sambil tersenyum tipis.
Eka Diam saat mendengar ucapan suaminya tersebut.
"Nanti bila wudhu nya batal, Mas bakal wudhu ulang," ucapnya yang masih terus mendekati istrinya.
" Mas Eka mandi dulu sudah mau magrip," ucap Eka yang langsung berlari ke kamar mandi setelah menyambar handuk yang ada di atas tempat tidur.
Heri tersenyum memandang istrinya tersebut, Ia tersenyum melihat sikap istrinya. Ia memakai baju yang sudah disediakan istrinya tadi.
Eka keluar dari dalam kamar mandi, Ia melihat suaminya yang duduk di pinggir tempat tidur setelah memakai baju untuk salatnya.
Dia kemudian mengambil bajunya dan akan pergi kembali lagi ke kamar mandi.
" Kenapa gak pakai bajunya disini aja, "ucap Heri saat memandang istrinya yang akan pergi ke kamar mandi untuk memakai pakaian.
" Malu ah nanti mas intip," ucap Eka yang membuat Heri tertawa.
" Mas gak intip, mas bakal tutup mata," ucapnya yang menutup matanya.
Eka senyum Dan kemudian Ia memakai bajunya dengan membelakangi suaminya. setelah memakai baju Ia kemudian mengambil mukenah nya dan memakainya. Ia membentangkan sajadah nya di belakang suami nya.
Heri tersenyum memandang istrinya ketika Ia mendengar suara Adzan.
Ia melakukan salat berjamaah bersama suaminya. Ini seperti mimpi baginya, semua seperti tidak nyata. Ia melakukan salat berjamaah bersama suaminya.
Setelah selesai salat Eka tersenyum memandang suaminya Ia mendekati suaminya tersebut, Ia kemudian mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya itu.
__ADS_1
Heri menempelkan telapak tangannya di kedua pipi istrinya. Ia tersenyum memandang istrinya dan kemudian mencium kening istrinya tersebut.
Eka memeluk suaminya, Ia tersenyum memandang wajah suaminya yang terlihat begitu sangat tenang tersebut." Makasih ya mas, sudah mau jadi suami Eka," ucapnya.
Heri tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Mas sangat mencintai kamu, mas sangat bersyukur ketika kamu mau menerima mas menjadi imam kamu," ucapnya yang kemudian mencium bibir istrinya dengan sangat lembut.
Eka memejamkan matanya ketika suaminya mencium bibirnya." Mas, Eka buka mukenanya," dulu ucapnya yang tersenyum memandang suaminya tersebut.
Heri tersenyum memandang wajah istrinya yang cantik. Istrinya begitu sangat cantik walaupun tidak memakai make up sama sekali. Wajah yang putih dan juga bersih dengan hidung yang mancung, bibir yang kecil namun penuh, mata bulat yang indah.
Ia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Ia berdiri dan membuka baju koko yang dipakainya. kini Ia sudah bertelanjang dada.
Ia memandang istrinya yang berdiri tidak jauh darinya, istrinya telah melepaskan mukenah nya. Ia menarik tangan istrinya hingga istrinya kini berada dalam pelukannya.
" Apa kamu mendengarkan suara detak jantung mas yang begitu sangat kuat," ucapnya berbisik ditelinga Istrinya.
Eka diam, Ia kemudian mengangkat kepalanya dan memandang wajah suaminya tersebut. Ia kemudian menganggukkan kepalanya saat Ia bisa mendengar dengan jelas detak jantung suaminya.
" Apa kamu tahu sayang, selama ini mas merasakan hal seperti ini setiap kali mad melihat kamu," ucapnya yang kemudian mencium kening istrinya.
Eka menatap mata suaminya, matanya yang bulat terbuka sempurna saat Ia mendegar ucap suaminya. Ia merasa tidak percaya saat mendengar ucapan dari suaminya tersebut.
Ia mencium bibir istrinya dengan sangat lembut, ciuman bibir mereka semakin lama semakin memanas. dingin suhu AC sudah tidak dirasakannya. Ia merasa tubuhnya yang mulai memanas dan mengeluarkan keringat. Nafasnya yang sudah mulai berpacu dengan detak jantungnya. Ia mengangkat tubuh istrinya keatas tempat tidur dan membuka kancing baju piyama yang dipakai oleh istrinya satu persatu. Ia menciumi seluruh bagian tubuh istrinya.
Eka hanya memejamkan matanya dan mengingit bibir bawahnya.
***
Habibi masuk ke dalam kamar setelah Ia menidurkan putrinya. Ia melihat istrinya yang duduk di atas tempat tidur sambil selonjor kan kakinya.
Arum tersenyum memandangnya. " Vira sudah tidur?" ucapnya ketika melihat suaminya yang sudah masuk ke dalam kamar. Malam ini Ia meminta agar Ia saja yang menidurkan putrinya. Ia tahu istrinya pasti lelah setelah pulang dari acara pernikahan Eka. Biasanya mereka akan sama-sama menidurkan putrinya dan kembali kedalam kamarnya ketika putrinya itu benar-benar sudah tidur.
Habibi menganggukkan kepalanya, Ia kemudian berjalan mendekati istrinya dan duduk di pinggir tempat tidur. "Sewaktu Mas tinggalin tadi tidur," ucapnya yang kemudian mengusap kepala istrinya.
" Mas yakin kalau dia beneran tidur," tanya Arum.
Habibi menganggukkan kepalanya.
" Mas ke kamar mandi sebentar ya," ucapnya yang kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Arum membuka pesan whatsapp di ponselnya ketika suaminya itu sedang ke kamar mandi. Ia melihat pesan-pesan yang masuk melalui WhatsApp tersebut. Ia kembali menutup ponselnya ketika melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi dan berbaring disebelahnya. " Mas tolong letakkan di nakas," Ucapnya yang memberikan ponselnya.
__ADS_1
Habibi mengambil ponsel tersebut Ia meletakkan ponsel itu di tempat yang diminta oleh istrinya. Ia melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. Ia kemudian mencium bibir istrinya dengan sangat lembut.
" Pipi," Ucap vira yang membuka pintu kamarnya, kepalanya muncul dari celah pintu yang di buka nya sedikit.
Habibi langsung menjauhkan wajahnya dari istrinya ketika Ia melihat kepala putrinya yang muncul di celah pintu yang terbuka sedikit.
Arum mencubit pinggang suaminya. " Mas kenapa pintu kunci gak di kunci," ucapnya.
Habibi tersenyum memandang istrinya. " Mas lupa," ucapnya kemudian.
" Pi, mi, Vira mau tidur disini," ucapnya yang manjat naik ke atas tempat tidur.
" Kenapa gak tidur di kamar Vira," ucap Habibi," pria itu mengusap wajahnya ketika melihat putrinya itu ternyata belum tidur. Ia sudah bersusah payah untuk menidurkan putrinya sambil menceritakan berbagai macam dongeng, agar putrinya itu tertidur. Namun ternyata ketika Ia pergi dari kamar putrinya, putrinya kembali bangun.
" Vira lagi pengen tidur sama pipi dan juga Mimi," ucapnya sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang kecil-kecil dan putih.
" Kenapa gak tidur di kamar Vira aja," ucap Habibi yang mencium pipi bulat putrinya.
" Sebenarnya ini gak adil untuk Vira, Vira yang berusia 5 tahun dipaksa untuk tidur sendiri sedangkan Papi sama Mami bisa tidur berdua," Ucapnya yang melipatkan tangan di dadanya dan memajukan bibirnya.
Arum tertawa saat mendengar protes putrinya. " Ya udah Vira tidur sini tapi hanya untuk malam ini, "ucap Habibi yang mengusap kepala putrinya.
" Hore Vira tidur sama mimi dan pipi," ucapnya yang berlompat-lompat di atas tempat tidur. Putri kecilnya itu terlihat begitu sangat senang.
" Tapi ingat ya cuman malam ini besok Vira tidur lagi di kamarnya seperti biasa," ucap Arum.
Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya. Ia kemudian membaringkan tubuhnya di tengah-tengah dan mengambil tangan Mimi dan pipinya, Ia melingkarkan tangan tersebut ke pinggangnya.
Arum mengusap-usap punggung putrinya.
Ia tersenyum memandang wajah suami. Ia juga mendengarkan nafas putrinya yang sudah teratur, Ia melihat putrinya yang sudah mulai terlelap.
" Sudah tidur?" ucap Habibi yang bersisik.
Arum menganggukkan kepalanya. " Mas nidurin anak gak sukses," ucapnya.
Habibi hanya tersenyum saat mendengar ucapan istrinya tersebut. pindah kamar ya sayang?" ucap Habibi yang berbisik kepada istrinya.
***
Jangan lupa like komen dan vote nya ya reader. Terimakasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏
__ADS_1