
"Mas kita pulang ke rumah dulukan? "ucap Arum ketika sudah berada di dalam mobil dengan suaminya.
"Iya kita pulang ke rumah dulu biar Adek bisa mandi dan siap-siap," ucapnya.
Arum hanya tersenyum memandang suaminya. Arum belum bisa menebak apa kejutan yang akan diberikan suaminya nanti.
Arum turun dari mobil ketika mobilnya sudah berhenti di depan rumahnya.
Habibi memegang tangan istrinya. "Gak boleh jalan mendahului suami," ucapnya yang mengandeng tangan istrinya.
"Arum niatnya biar cepat mas," ucapnya.
"Gak usah buru-buru, Restorannya gak bakalan tutup sebelum kita datang," ucap Habibi yang tersenyum memandang istrinya.
Arum tersenyum dan berjanan bersama dengan suaminya.
"Mas, Arum mandi sebentar ya," ucapnya ketika sudah berada di dalam kamar.
"Mas juga mau mandi dek, kita mandi berdua biar cepat," usul pria itu.
"Mas selalu aja cari kesempatan," ucap Arum yang memandang suaminya.
"Kalau ada Vira, Adek terus alasan nanti Vira masuk. Sekarang Vira lagi nggak ada, jadi enggak ada yang gangguin," ucapnya.
Arum hanya diam memandang suaminya.
"Ini masih sore sayang waktunya makan malam masih lama," ucapnya yang masih merayu istrinya.
"Mandi beneran ya nggak yang lain," ucap Arum.
Dengan ragu Habibi menganggukkan kepala.
"Tuh kan Mas aja ragu gitu," ucap Arum.
"Gimana gak ragu sih sayang. Siapa tau aja nanti di dalam kamar mandi ada yang rayu Mas, godaain mas, bahkan memperkosa mas" ucapnya.
Arum tertawa saat mendengar ucapan suaminya. "Ngarep," ucapnya yang menarik hidung suaminya yang mancung.
Mereka kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
***
Habibi membawa istrinya ke restoran yang berbeda dari yang biasanya. Restoran ini memiliki keunikan dari restoran biasa. Bila restoran biasanya terkenal dengan nuansa kemewahannya berbeda dengan tempat yang akan menjadi kencan romantis bersama dengan istrinya.
Untuk hari ini, Habibi memilih untuk mengemudi mobil sendiri sedangkan pengawal pribadinya mengikutinya dari belakang dan depan. Mobil yang dikendarai nya berhenti di Jakarta rasa Ubud: The Forest by Wyl's. Yang terkenal dengan surga yang tersembunyi.
Arum memandang tempat yang menjadi tujuan utama yang dibawa oleh suaminya. Ia memandang kagum dengan tempat tersebut. "ini Jakarta kan Mas?" tanyanya.
Habibi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Suasananya, nuansanya, dan detail dekorasinya serasa berada di wilayah Ubud yang damai. Arum memandang
__ADS_1
Semua sudut yang begitu sangat cantik. Di area indoor, kesan mewah nan elegan begitu nyata adanya. Sementara diarea outdoor terasa lebih santai, fresh, dan menyatu dengan alam berkat pepohonan rimbun yang ada di sekelilingnya. Kolam renang yang cantik dengan konsep infinity pool juga memberi tambahan kesegaran dan relaksasi pelepas penat.
arum memandang kagum suaminya yang begitu mahir menemukan tempat yang memiliki nuansa romantis.
"Sayang, di sini ini bukan cuman tempatnya aja yang indah dan cantik tapi juga masakannya enak," ucap Habibi yang mengangkat jempolnya.
"Arum udah nggak sabar pengen coba," Ucap nya sambil tersenyum.
Habibi sudah memesan tempat makan khusus outdoor. Mereka akan menikmati makanan malam di alam terbuka yang diterangi lampu-lampu yang berwarna kekuningan sehingga tidak menyilaukan.
"Di sini Ada dua paket menu makanan yang bisa kita coba. Mas sudah pesan keduanya,"
ada paket Modern Indochine yang menawarkan perpaduan Chinese food dengan makanan Indonesia, dan yang kedua itu paket khusus kuliner Indonesia," ucapnya menjelaskan sambil menunggu pelayanan mengantarkan hidangan yang telah dipesannya.
Arum memandang pelayanan yang datang mengantarkan pesanan mereka. Lagu-lagu slow yang romantis membuat malam ini semakin sempurna.
Arum menikat makan malam yang begitu sempurna. "Mas, Arum ngerasa dunia kita yang punya," ucapnya yang memasukkan daging loster yang dipanggang dan di beri saus berwarna putih yang kental.
"Malam ini dunia kita yang punya sayang," ucapnya.
Arum mencicipi ayam panggang dengan sambal terasi yang menjadi ciri khas masakan lokal. ikan bakar gurami. " Semuanya enak mas," ucapnya yang mencicipi sedikit demi sedikit hidangan tersebut.
Habibi tersenyum memandang istrinya. Hal yang paling membuat dia bahagia bila bisa melihat istrinya begitu sangat bahagia. Usia pernikahan nya sudah tujuh setengah tahun . Namun kemesraan mereka tidak pernah berubah.
"Mas besok kita kesini lagi bawa Vira, Rangga, Daffa Aqila Vino ya," ucap Arum yang menyebut nama anak-anak yang sudah sangat disayanginya.
Habibi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Yang penting bapak-bapak sama Mamak-mamaknya ikut. Mas nggak mau jadi Bapak sister," ucapnya
"Mas Arum lupa kasih tau," ucapnya.
"Kasih tahu apa?" tanya Habibi.
"Tadi Kak May izin pulang kampung," ucapnya.
Habibi baru mengingat sejak tadi dia tidak melihat pengawal pribadi istrinya di rumah sakit. "Masalah perjodohan?" tanyanya.
Arum menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kalau gitu besok adek pulang pergi sama mas," ucapnya.
"Boleh," jawabnya.
Cukup lama mereka duduk di restoran tersebut sambil menikmati suasana alam yang begitu terasa Asri. Arum terhanyut dalam suasana yang begitu sangat romantis dan damai. Menikmati malam yang begitu sangat indah sambil mendengarkan lagu-lagu slow yang dibawakan grup bank Restoran tersebut.
"Sayang sudah ya kita langsung ke hotel," ucap Habibi yang memandang istrinya yang seakan tidak ingin meninggalkan Restoran tersebut.
Arum memandang suaminya dan menganggukan kepalanya.
Habibi memegang tangan istrinya dan meninggalkan restoran tersebut.
"Mas kenapa tadi nggak bayar dulu?" ucap arum ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Bayarnya sudah lebih dulu," ucapnya.
Arum membesarkan matanya memandang suaminya.
Habibi hanya tersenyum melihat istrinya.
"Kata mas makan malamnya harganya irit tapi itu tempat Mas kosongin semua?" ucapnya yang memandang suaminya. Dalam artian suaminya sudah membayar satu buah restoran khusus untuk dia dan istrinya.
Habibi tertawa sambil mencium bibir istrinya. "Mas nggak mau ada yang gangguin keromantisan Mas," ucapnya yang terlihat begitu sangat santai.
Arum memeluk suaminya dan membalas ciuman dari suaminya tersebut. "Makasih ya Mas," ucapnya.
***
May sarah sampai di Solo sudah jam 11 malam.
"Gimana tadi di jalannya," ucap mamanya.
May sarah tersenyum dan memeluk wanita yang sudah merawatnya sejak lahir. "Capek Ma," jawabnya.
"May bawa mobil siapa?" tanya.
"Mobilnya Ibu Arumi," ucap May Sarah.
"Ya udah ayo kita masuk, Papa sudah nungguin May mau makan bersama," ucap Pipit yang memegang tangannya.
"Mama sama papa belum makan?" tanyanya.
"Belum, karena Imay sudah dekat jadi mama sama papa nungguin," ucapnya.
May tersenyum memandang mamanya.
"Papa ," ucap May yang mencium punggung tangan pria yang sedang duduk di ruang tv.
"Sayang Papa sudah pulang,"ucapnya yang mengusap kepala May sarah.
"Maaf May baru bisa pulang," ucapnya manja kepada pria tersebut.
Abdul menggelengkan kepalanya."Ya nggak apa-apa," ucapnya yang mencium puncak kepala putri angkatnya.
"Kata Mama Papa belum makan ya,"ucapnya.
"Iya papa lagi nungguin Imay," ucapnya.
"Ya udah kita makan sekarang," ucapnya yang menarik tangan pria tersebut.
****
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.
😊😊🙏🙏
__ADS_1