
Habibi sampai di rumahnya, Ia melihat istrinya yang sedang bermain dengan putrinya.
Arum yang melihat suaminya baru datang langsung menyambut pria tersebut ia mencium punggung tangan suaminya dan mengambil tas yang dipegang oleh pria itu.
Habibi mencium kening istrinya. " Mas mau di buatin minum apa?" ucap nya .
" kopi sayang," jawab Habibi.
Ia kemudian duduk di sofa disebelah suaminya setelah meminta kepada ART untuk membuatkan minuman kopi untuk suaminya dan juga Rio.
" Hai Vira" ucap Rio saat melihat Maya yang sedang menggendong Vira. Ia kemudian mengambil bayi tersebut dari tangan calon istrinya
" Hai juga," jawab Maya.
" Cantik sekali anak gadis, udah pinter dandan ya," ucap nya saat melihat bayi cantik itu memakai baju kembang-kembang, Dan bando yang melingkar di kepala nya.
Bayi itu sudah mulai pandai tersenyum saat di sapa. Ia juga membulat-bulatkan bibirnya ketika di ajak berbicara. Rio begitu gemas saat melihat bayi tersebut.
" Mas kemarin ketembak ya," tanya Arum sambil memandang Rio.
"Maya cerita," tanya Rio sambil memandang ke Maya.
" Iya," jawab Arum.
" Cuman ketembak dikit kok," Jawabnya santai.
" Peluru sampai menembus jantung, itu namanya sedikit tanya Arum yang membesar mata nya.
Rio hanya tersenyum.
" Mas kenapa nggak kasih tahu Arum?" ucapnya sambil memandang suaminya.
" Malas," jawab Habibi.
Maya dan Rio hanya tersenyum saat mendengar jawaban dari Habibi.
" Mas kok gitu jawabnya," ucap Arum yang begitu kesal saat mendengar jawaban dari suaminya dan juga jawaban dari Rio.
Habibi tertawa saat mendengar ucapan istrinya. " Sekarang kerjaan adek tu ngurusin Vira, gak usah pikirkan yang lain," ucapnya sambil mengusap kepala istri nya.
" Gimana nggak dipikirin si mas, orangnya sampai sekarang belum ketangkap," ucapnya.
" Adek nggak usah pikirin itu lagian juga kita sekarang masih berusaha untuk cari pelakunya ucap Habibi," yang berusaha untuk menenangkan istrinya.
" Saya sudah mendapatkan petunjuknya pak dan untuk memastikan nya saya akan mencari bukti selengkap mungkin ," ucap Maya
"Petunjuk Bagaimana?" tanya Habibi
" Setelah berbicara dengan Arum, sepertinya kami memiliki seseorang yang dicurigai," jawab Maya.
Habibi memandang ke istrinya. " Siapa?" tanyanya yang begitu penasaran.
" Saudara tiri papi,"
" Om Bobby?" tanya Habibi.
__ADS_1
Arum menganggukkan kepalanya.
Habibi menghubungi Joni papinya, Ia ingin langsung menanyakan tentang kabar Bobby.
"Halo Assalamu'alaikum," Jawab Jhoni
" Waalaikumsalam Pa," jawab Habibi.
" Papa tau kabar tentang Om Bobby?" tanya Habibi
" Selama dia berada di penjara, Papa tidak pernah mengecek kabarnya, ada apa?" tanya Joni.
" Orang yang berencana membunuh bibi itu sampai sekarang belum tertangkap. Sampai sekarang kita juga belum tahu siapa pelakunya karena tidak ada bukti atau petunjuk. Menurut keterangan Maya orang tersebut kemungkinan kerabat dan Arum mengarah ke Om Bobby," ucap Habibi.
" Kenapa papi enggak berpikir ke situ ya? papi akan coba hubungin kantor polisi," ucap Jhoni.
Ia langsung mematikan sambungan telepon tersebut dan menghubungi temannya yang menangani kasus Bobby.
" Tidak lama Habibi melihat panggilan dari Joni, Ia mengangkat dengan cepat panggilan telpon tersebut.
" Halo Pa gimana," tanyanya.
" Bobby lepas sekitar 3 bulan yang lalu, Ia lepas bersarat karena anaknya menjamin kebebasan nya ucap Jhoni.
" Anaknya yang mana?" tanyanya.
" Deni."
" Baiklah Pi , Bibi akan kasih informasi Nanti kalau sudah ditemukan beberapa bukti," ucap Habibi Ia memutuskan sambungan telepon tersebut setelah mengakhiri pembicaraan.
" Bagaimana Mas?" tanya Arum.
Maya mendengarkan pembicaraan tersebut.
" Nama anaknya om Bobby itu adalah Deni dan pada waktu kakek masih hidup Om Bobby diperbolehkan untuk memakai nama besar keluarga Iskandar walaupun Om Bobby bukan anak kandung dari kakek. Kakek Menikah dengan ibunya Om Bobby itu dengan status janda dan duda. Jadi Om Bobby itu adalah saudara tiri Papi. Setelah menikah Kakek memiliki seorang anak dari hasil pernikahannya dengan ibunya Om Bobby. Adeknya papi itu perempuan.
" Arum gak pernah tau," ucapnya.
" Ia, Adik nya papi itu meninggal saat Ia SMP karena sakit tipes. Mas juga gak pernah ketemu," Ucapnya.
Arum hanya diam saat mendengarkan ucapan suaminya tersebut.
" Saya akan mencoba untuk mencari informasi seakurat mungkin terlebih lagi informasi tentang anaknya yang bernama Deni," ucap Maya.
setelah mendengarkan informasi tersebut Maya dan juga Rio berpamitan untuk pulang.
*****
Arum mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar pria itu menggendong putrinya.
ia meletakkan putrinya ke atas tempat tidur.
" Mas mau mandi dulu biar bisa main-main sama Vira," ucapnya sambil mencium pipi putrinya.
Arum menganggukkan kepalanya Ia tersenyum memandang suaminya. ia memandang suaminya yang pergi masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Arum duduk di atas tempat tidur Ia sedang bermain dengan putrinya, Ia membunyikan krincing-krincing yang di pegang nya di tangannya sambil bernyanyi-nyanyi putrinya tertawa memandangnya.
Habibi datang setelah Ia memakai baju santai untuk di rumah ia kemudian tidur di samping putrinya. Iya tidak ada henti-hentinya tertawa saat melihat mulut putrinya yang bulat-bulat saat ia mengajak putrinya itu berbicara.
" Apa bayi umur 1 bulan udah ngerti diajak ngomong?" tanyanya kepada istrinya.
Biasanya umur 3 bulan ucap Arum.
" Tapi ini kok udah pandai?" ucapnya saat melihat mulut putrinya yang selalu menyahut apa yang disebutnya bahkan Ia mendengar suara dari bibir kecil tersebut
Arum tertawa. " Nggak tahu hasil eksperimen Mami yang ngasih vitamin kecerdasan otak dari Amerika, Inggris Perancis dan juga Jerman," Ucapnya mengingat mertua nya itu selalu memberikan vitamin kecerdasan otak yang memang sengaja di pesan langsung dari negara-negara besar tersebut. Biasanya mertuanya akan mengatakan kepada nya, "sayang vitaminnya jangan lupa diminum ya ini mama pesan langsung dari Amerika,"
Habibi tertawa mendengar ucapan istrinya.
Putrinya sudah mulai lelah bermain hingga Iya menyusui putrinya dan menidurkan putrinya tersebut.
Habibi memeluk istrinya dari belakang sambil mencium leher istrinya.
" Geli mas," ucap Arum yang tidak dihiraukannya
" Nanti kalau buka puasanya mas mau nya banyak-banyak," pintanya membuat istrinya tertawa.
" Mas kenapa enggak pernah cerita tentang om Bobby," Ucapnya ketika ia melepaskan susunya dari mulut putrinya tersebut dan ia mengarah ke suaminya.
" Kami kira setelah om Bobby masuk kedalam penjara dia enggak akan berbuat seperti ini lagi. Apabila memang dia pelakunya Mas gak akan tinggal diam. apalagi sekarang sudah ada Vira kalau dulu dia hanya mengincar Mas aja sekarang sudah pasti Ia akan mengincar anak Mas juga," ucap Habibi.
" kenapa Om Bobby itu berbuat seperti ini?" ucap Arum
" pada waktu sebelum Kakek meninggal, Kakek memberi Om Bobby harta warisan sebanyak 10% dari harta kekayaan milik kakek, Dan pada saat itu Om Bobby tidak terima dengan keputusan yang telah dibuat oleh kakek. Karena Papi diberi 90%. Ia menuntut agar mendapatkan 40% dari harta kekayaan kakek. pada saat itu Mas SMA. setelah Kakek meninggal Iya tidak terima dengan surat wasiat yang dibuat kakek.
Awalnya Ia mengira bahwa surat wasiat itu telah di rubah oleh kakek. Namun ternyata tidak, Papi tetap menjadi pewaris tunggal. Om Bobby menuntut pembagiannya 40% dari seluruh kekayaan milik kakek. Namun surat wasiat itu sangat jelas mengatakan bahwa 90% hak milik hartanya itu jatuh ke tangan Papi dan pewaris selanjutnya itu adalah Mas karena mas putra tunggal,"
" Om Bobby selalu mengincar Mas untuk singkirkan. Agar mereka bisa menguasai harta kekayaan yang dimiliki mendiang kakek, dan sebenarnya harta kekayaan yang diwariskan oleh kakek itu yang perusahaan dikelola oleh Papi. perusahaan yang saat ini Mas pegang adalah perusahaan yang didirikan oleh Papi sendiri dan masih ada lagi beberapa perusahaan dan juga rumah sakit yang memang papi dan mami yang mendirikan. Namun Om Bobby meminta 40 % dari seluruh harta yang dimiliki oleh papi.
Deni Iskandar merupakan anak tertua dari om Bobby, yang usianya tidak jauh berbeda dengan usia mas.
" Saat masih SMA Om Bobby pernah berencana untuk membunuh Mas Namun ternyata rencananya terlebih dulu diketahui oleh Papi sehingga bisa di gagalkan. Setelah peristiwa itu Mami mengirim Mas untuk melanjutkan S1 di Amerika sampai S2 . Mas kembali ke Indonesia setelah Mas menyelesaikan magister di Amerika," ucapnya
Arum menganggukkan kepalanya.
' Arum berharap Kak Mayang bisa secepatnya menyelesaikan kasus ini,"ucapnya.
" kemarin Mas sudah sempat pesimis untuk melanjutkan kasus ini karena tidak ada sedikitpun petunjuk untuk menyelesaikannya, namun sekarang masih yakin kasus ini bisa terselesaikan," ucap Habibi. Iya merasa sangat beruntung memiliki istri yang sangat cerdas.
kemudian memandang istrinya Dia mencium bibir istrinya. Terima kasih ya sayang, setidaknya sekarang mas sudah sedikit merasa lega setelah mengetahui sudah ada petunjuk. Walaupun kita belum bisa memastikan betul tidaknya Om Bobby terlibat dalam kasus. Om Bobby sudah berulang kali Habibi merencanakan pembunuh Mas.
Om Bobby dan juga keluarganya rela melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
" Arum berharap pelakunya cepat tertangkap, aku nggak nyangka akan terjadi hal seperti ini," ucap Arum sambil memandang wajah suaminya.
******
like komen dan votenya ya reader.
terimakasih atas dukungan nya. 🙏🙏😊😊
__ADS_1
baby Vira