Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 39


__ADS_3

Seperti biasa Arumi mulai bangun jam 3. 30 untuk shalat Tahajud dan kemudian dia bersiap-siap membangunkan Tiar. Jam 4 subuh mereka harus sudah ada di lapangan. Tiar bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai dengan stelan baju kaos panjang tangan dan celana training di tambah sepatu sport, mereka berjalan ke lapangan. Yuda yang sudah berdiri di barisan paling depan. Sejak Arumi masuk ke sekolah ini, Yuda sudah tidak pernah lagi terlambat. Dia selalu bagun lebih pagi. Peristiwa memalukan yang terjadi saat arumi baru masuk, itu sangat memalukan dan jangan sampai terulang kembali. Itu sudah menjadi prinsip Yuda.


Mereka mengikuti berbagai latihan dan mereka berhenti saat sholat subuh dan di lanjutkan sarapan dan kemudian mulai dengan latihan-latihan yang lain. Tak terasa Arum sudah 2 minggu di sekolah ini. Ia sudah mahir mengemudi dan uji coba di jalan ramai. Sudah mulai mahir dalam ber-make up, menembak, renang komputer sudah mulai di kuasai nya dan untuk bahasa Inggris dia memang sudah fasih.


Setelah selesai clas mereka istirahat, udah pasti tujuan utamanya kantin. Arum sudah punya uang jajan sendiri. Di dalam tas yang di berikan ibu Anita, ternyata ada dompet dan uangnya. Di dalam dompet ada selembar kertas yang di tulis.


Ini uang jajan kamu satu bulan. Di habiskan. 😘


Uang yang nominal cukup besar. 3.000.000 rupiah. Seumur-umur Arum belum pernah pegang uang sebanyak itu. Uang itu belum berkurang. Selama ia di sana, maka Yuda selalu membayarkan belanjanya.


“Rum, ayok ke kantin,” ajak Tiar.


“Yuk.”


“Eh... Tunggu. Aak ikut atuh Rum.”


“Iya boleh ak.”


“Aku juga ikut ya.” Pinta Rizal.


“Iya udah ayok.” Balas Tiar.


Mereka jalan berempat ke kantin. Seperti biasa pesan mereka selalu saja unik. Arum memesan yang sama dengan Yuda, Tiar memesan sama dengan Rizal. Apa mungkin selera mereka sama. Sampai-sampai pesan mereka selalu sama, mereka langsung menyantapnya. Arum mulai meminum jus jeruknya.


“Ini enak nasi gorengnya.” Jelas Rizal.


“Masak sih,” Tiar merasa sedikit heran karena nasi goreng yang di makannya rasanya biasa saja.


“Coba deh,” Rizal mulai mengarahkan nasi goreng ke bibir mungil Tiar.


Tiar memakan nasi goreng yang di sodorkan Rizal. Wajah Tiar sedikit berubah.


“Kenapa, enak kan?”


“Ini ya sama aja sama punya aku.” Balas Tiar.


“Masak sih,” coba punya kamu.


Kemudian Tiar menyuapi Rizal nasi gorengnya. Wajah Rizal tampak sangat menikmati nasi goreng yang di suapi Tiar.


“Wah nasi goreng ini terasa jauh lebih enak dan nikmat. Mungkin karena kamu yang suapi.” Balas Rizal.


Tiar yang mulai merasa tertipu dan masuk ke dalam trik kelicikan Rizal. Tiar mulai mencubit-cubit pinggang rizal.

__ADS_1


“Ih kamu nakal. Kamu ngerjain aku ya.”


“Engak ah, ampun.... Ampun.... Aaaakkkkuuu serius,” sambil menahan geli akibat tiar yang berusaha mencubit pinggang rizal. Seharusnya sakit. Tapi kerena Rizal penggeli yang di rasanya hanya geli. Rizal memegang tangan Tiar agar menghentikan cubitannya.


Tiar yang tampak wajahnya memerah, karena menahan malu, karena dia begitu mudah di tipu Rizal.


Arum dan Yuda yang berada di depan mereka hanya diam melihat pemandangan yang lucu dan romantis tersebut. Terlihat dari wajah mereka, mereka sangat menyukai satu sama lain.


“Rum, iya aa”


“Jus aa enak sekali Rum.”


“Bohong. Kalau mau nipu cari cara yang baru lah aa. Masak iya nyontek habis.”


Yuda tampak mengerutkan keningnya. Mereka masih melanjutkan makannya. Dan setelah habis makannya.


“Beb, Aku mau ke kamar mandi. Aku tinggal kamu sebentar ya beb,” kata Tiar


“Apa mau aku temani say,” balas Arum.


“Apa sih kalian nih, mesra amat panggilannya. Kalau manggil aa seperti itu, aak pasti senang Rum.”


“Aa ngarep. Arum sambil tersenyum.”


“Aduh beb, gak usah aku pergi sendiri aja. Udah gak tahan nih.” Akhirnya tiar berlari menuju ke kamar mandi sekolah.


Tak lama Tiar pergi, Rizal pun ikut pergi.


“Mau ke mana Zal?” Tanya Yuda.


“Mau ngambil jam di kamar. Teringgal,” jawab Rizal.


“Oooo... tapi kamar kan belok kanan, kenapa ke kiri arah kamar mandi. Itu di legannya jam,” balas arum.


“Wah sepertinya nyusulin Tiar,” timpal Yuda.


“Tiar belum lama juga,” balas Arum yang sambil menyedot jus jeruknya.


Terlihat rizal menghilang di tikungan. Rizal berdiri di depan pintu kamar mandi. Setelah selesai buang air kecil, Tiar merapi kan rambut nya yg pendek di cermin dan merapikan bajunya. Setelah di rasa sudah cukup rapi. Tiar keluar dari kamar mandi. Betapa terkejutnya tiar saat melihat sosok tubuh yang tinggi dan tegap tersebut sudah berada di depan kamar mandi nya.


“Rizal, toilet man di samping.”


“Aku nunggu kamu.”

__ADS_1


“Ada apa? Apa penting sekali sampai harus nyusulin ke sini.” Tiar merasa heran melihat sikap rizal.


“Iya penting.”


“Apa?”


“Aku, aku suka kamu, aku sayang kamu, aku cinta kamu.” Tatapan yang dalam yang mampu menembus ke dalam jantung Tiar.


Tiar merasa detak jantungnya berdebar sangat kuat


“Tapi zal!” kata Tiar terputus.


“Aku cuma mau kamu bilang yes.”


Jantung Tiar berdetak sangat kuat.


Rizal menggenggam tangan Tiar.


“Aku mohon kasih aku kesempatan untuk membuktikan cinta ku.”


Tiar hanya menatap mata Rizal, “tapi kenapa kamu mengungkap kan perasaan kamu ke aku di depan toilet gini?”


“Maaf aku sudah gak bisa nahan perasaan ini. Aku sudah tak mampu lagi untuk menahannya.” Sambil memandang wajah Tiar.


“Please kasih aku ke sempatkan.”


“Iya aku terima.”


“Apa???”


“Iya aku terima.” Terlihat wajahnyanya memerah.


“Ah..... Makasih sayang.” Sambil mengecup kening tiar. Aku janji akan membuat kamu bahagia. Terlihat wajah Rizal sangat senang.


Iya memegang tangan Tiar. Dan tanpa terasa iya mencium bibir mungil Tiar. Rizal mulai ******* bibir mungil itu. Memasukan lidahnya ke dalam bibir mungil Tiar.


“Zal. Nanti nampak orang.” Rizal baru sadar kalau dia berada di depan pintu kamar mandi. Di bukanya pintu kamar mandi tersebut. Di dorongnya tubuh langsing Tiar masuk ke dalam kamar mandi. Dan masuk ke dalam salah satu toilet. Ya tempat ini sangat aman untuk mereka bercumbu. Berhubung yang memakai toilet ini hanya Arum dan Tiar. Rizal kembali mencium bibir mungil Tiar.


*******


maaf ya episode ini sedikit hot.


😊😆🙏 kalau gak suka boleh di lewatkan.

__ADS_1


__ADS_2