Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 263


__ADS_3

Melihat mobil yang terparkir didepan, si pemilik rumah langsung keluar dari dalam rumahnya. Mereka sangat terkejut saat melihat ada tamunya datang dengan memakai mobil yang tampak begitu sangat mewah.


Eli dan juga Dino berdiri di depan pintu melihat siapa yang turun dari mobil tersebut.


Mata mereka terbuka lebar. Mereka begitu terkejut saat melihat orang yang turun dari mobil itu yang ternyata anak tertuanya. Eli melihat putra tertua nya yang sudah 8 tahun tidak pernah diketahuinya kabarnya.


Eli benar-benar tidak percaya saat melihat Imam yang turun dari mobil yang diikuti oleh Eka dan juga cucu mereka.


Mereka berdiri di depan pintu, Mereka berdiri tanpa berbicara dan juga bergerak sama sekali.


Imam berjalan bersama dengan Eka mendekati kedua orang tua mereka.


Ada rasa sedih saat dia melihat kedua orang tuanya tersebut, begitu juga dengan rasa rindu yang terasa begitu besar. Walau bagaimanapun seorang anak pasti akan merindukan kedua orang tua mereka. Seperti apapun orang tua memarahi anaknya, anak akan tetap merindukan tanpa memiliki rasa dendam di hati mereka.


" Imam," ucap Dino saat anaknya itu semakin dekat dengannya.


Imam mengambil tangan orang tua laki-lakinya tersebut. Ia menyalami tangan bapaknya, dan mencium punggung tangan pria tua tersebut. Ia melihat bapaknya yang sudah terlihat jauh lebih tua dari yang dilihat nya saat terakhir kali ia memandang wajah pria yang berstatus bapak kandungnya itu.


" Air matanya menetes saat Ia menyalami tangan bapaknya tersebut, " Maafin aku pak baru bisa datang sekarang," ucapnya.


Dino menangis saat memeluk putra yang selama ini dirindukannya, walaupun tidak pernah diucapkannya namun dalam hati kecilnya Ia begitu merindukan putranya yang pergi entah kemana. Selama ini Ia selalu mempertanyakan keberadaan putranya. Ia tidak menyangka pertengkaran nya dengan putranya tersebut, benar-benar membuat putranya pergi meninggalkan nya dan tidak pernah kembali. Sewaktu putranya pergi dari rumah, Ia berfikir bahwa putranya akan kembali lagi ke rumahnya. Pertengkaran antara orang tua dan anak itu adalah hal yang biasa. Ia sering bertanya masalah gaji putranya yang kecil yang tidak mencukupi biaya kehidupan mereka, mereka selalu bertengkar dikarenakan gaji putranya yang kecil. Ia ingin putra nya memiliki gaji yang besar agar bisa membantu biaya sekolah adik-adiknya. Biasanya putranya akan pergi paling 3 hari atau 1 minggu akan pulang lagi ke rumah namun pada saat itu putranya pergi dan tidak pernah lagi kembali ke rumahnya. Ia begitu sangat menyesal saat ia menuntut sesuatu yang begitu tinggi yang sebenarnya tidak mampu dikabulkan oleh putra sulungnya tersebut. Selama putranya pergi Ia selalu berharap putranya dalam keadaan baik-baik saja dan selalu dalam keadaan sehat. Penyesalan selalu ada di dalam dirinya walaupun tidak pernah diucapkannya. Saat ini Ia melihat putranya yang kembali, semuanya serasa mimpi untuk nya.

__ADS_1


" Tidak apa-apa melihat kamu masih hidup dan juga sehat, bapak sudah senang," ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak putranya.


Ibu ucapnya ketika wanita itu masih terus memandangnya dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.


Eli sudah tidak bisa lagi menutupi rasa sedihnya dia menangis memeluk tubuh putranya yang tinggi dan juga besar. Ia tidak pernah menyangka bahwa putranya akan pulang ke rumahnya setelah apa yang terjadi 8 tahun yang lalu. Ia begitu sangat menyesal, saat putra nya pergi tanpa kabar berita. begitu banyak ketakutan yang ada di dalam dirinya ketika Ia tidak mendengar kabar putranya. Ia bahkan sering menonton acara gosip dan juga berita-berita yang ada ada di berbagai TV swasta. Ia tidak pernah ketinggalan berita-berita kriminal tersebut. Ia takut putranya ada di dalam berita tersebut, Dan kini Ia melihat putranya itu sudah datang dengan begitu sangat gagah nya. Bangga, sedih dan malu bercampur menjadi satu.


"Akhirnya kamu pulang," ucapnya kepada Imam.


" Maafin aku Bu, aku baru bisa pulang sekarang. Selama ini aku tidak punya uang untuk bisa kembali ke rumah ini. ucapnya kemudian.


" Maafin Bapak nak maafin ibu. atas perilaku Kami sama kamu," ucap Eli yang memeluk anaknya tersebut.


Eka memandang bapaknya, Ia kemudian menyalami tangan pria itu. Tidak banyak yang bisa diucapkannya saat ini. Ia menyalami tangan bapaknya Ia menempelkan tangan itu di keningnya. " Maafin Eka Pak," ucapnya tanpa memandang bapaknya yang berdiri di depannya.


Eka kemudian menyalami tangan ibu nya. untuk pertama kali Ia merasa wanita yang melahirkan nya itu memeluk nya. " Ibu maafkan Eka," ucapnya yang menangis di bawah wanita itu.


" Iya nak, Ibu maafkan Eka. Ibu juga minta maaf karena Ibu tidak bisa mendidik kalian dengan baik," ucapnya kemudian.


" Ini anak kamu?" tanya kepada Eka saat melihat Dafa yang berdiri di antara mereka.


Eka menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Eli kemudian memeluk cucunya yang tidak pernah ditanya tersebut. Kamu ternyata sudah besar ucapnya saat melihat cucunya.


Terakhir kali Ia melihat cucunya saat Eka membawa putranya ke rumahnya 3 tahun yang lalu.


adik-adiknya kemudian menyalami tangan Imam satu persatu. begitu juga dengan Eka.


" Ayo masuk," ucap Dino yang mengajak anak-anaknya untuk masuk ke dalam.


" Ke mana kamu selama ini," ucapnya kepada Imam. Saat mereka sudah duduk di ruang tamu nya yang kecil dengan sofa terlihat baru di beli tersebut. Ia membeli sofa dan beberapa barang-barang untuk rumah nya dari uang yang diminta kepada putrinya tersebut.


" Selama ini aku di Jakarta Pak, selama aku pergi dari rumah aku hidup sendiri.


Aku mulai bekerja Sambil kuliah sehingga aku tidak bisa pulang ke rumah, karena aku memang tidak punya uang," ucap Imam menjelaskan kepada bapaknya tersebut.


dia menceritakan segalanya kepada kedua orangtuanya Dino Dan juga Eli tidak ada henti-hentinya menangis saat mendengarkan putranya yang paling tua itu menceritakan Bagaimana hidupnya setelah ia pergi meninggalkan rumah tersebut.


" Jadi sekarang kamu bekerja di mana?" tanya Dino saat Imam selesai bercerita tentang kerasnya hidupnya selama Ia meninggalkan rumah orang tuanya.


" Aku sekarang bekerja di perusahaan asing yang bernama HFO. Aku disana menjabat sebagai wakil direktur keuangan, dan aku sangat sibuk sekali sehingga aku memang tidak punya waktu untuk datang ke sini. Aku datang ke sini karena kebetulan aku ingin memberitahu ke bapak dan juga ibu tentang masalah Eka ucapnya.


****

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya ya reader.


terimakasih atas dukungan nya.


__ADS_2