
"Mas harum ikut lari pagi ya," ucap Arum ketika mereka selesai salat subuh.
Habibi memandang istrinya dan kemudian menggelengkan kepalanya. Pria itu selalu mengajak anak-anaknya lari pagi setiap kal selesai salat subuh.
Arum menggembungkan pipinya dan memajukan bibirnya. "Kenapa nggak boleh?" tanya.
"Adek duduk aja lihat kami lari,"ucap Habibi sambil mencium bibir istrinya.
"Arum udah 2 tahun nggak pernah ikut lari pagi," ucapnya protes.
"Olahraga lari paginya udah Mas ganti sama olahraga di atas tempat tidur setiap hari," ucapnya sambil tersenyum mesum memandang istrinya.
Arum mencubit pinggang suaminya saat mendengar ucapan suaminya tersebut.
"Mas, Arum ikut ya," ucapnya yang tersenyum lebar memandang suaminya dan mencium bibir suaminya.
Habibi tetap menggelengkan kepalanya.
Namun dia tidak ingin mengungkit masalah kehamil, takut istrinya akan nangis seperti kemarin lagi. "Minggu depan baru boleh," ucapnya.
"Beneran ya," ucap Arum yang tersenyum lebar memandang suaminya.
"Iya Mimi Arumi," ucap Habibi yang membuat istrinya tertawa.
"Nggak bohong?" ucapnya.
Habibi memandang wajah istrinya dan kemudian tersenyum. "Enggak, Sejak kapan Mas pandi bohong," ucapnya yang mencium bibir istrinya
"Pipi Vira udah siap," ucap Vira yang membuka pintu kamarnya.
Arum langsung mendorong tubuh suaminya saat melihat putrinya yang sudah berdiri di ambang pintu dengan mata yang terbuka lebar.
"Anggap aja Vira nggak lihat," ucap Vira yang menutup matanya dengan kedua tangan nya.
Habibi tersenyum saat melihat putrinya tersebut. "Tutup matanya tadi bukan sekarang," ucapnya yang mencium pipi putrinya dan menggendong Putri kecilnya yang memakai jilbab berwarna merah, baju kaos panjang tangan berwarna hitam dan celana training berwarna hitam, serta sepatu sport.
"Mimi nggak usah ikutan lari," ucap Vira yang ikut serta mengingatkan nya.
"Kenapa gitu?" tanya Arum.
"Siapa tahu saja nanti Mimi makannya banyak, adek Vira langsung jadi deh," ucapnya yang tersenyum penuh harap.
__ADS_1
Wajah Arum berubah sedih saat mendengar ucapan putrinya.
Habibie tersenyum dan memeluk istrinya dengan tangannya yang sebelah kiri. "Amin," ucapnya yang kemudian mencium kening istrinya. "Mimi makanya banyak-banyak biar gendut," ucapnya mencubit hidung istrinya.
Rangga hanya berdiri di depan kamar tanpa masuk ke dalam walaupun pintu kamar dalam keadaan terbuka.
"Rangga apa sudah siap?" ucap Habibi yang memandang Rangga berdiri di luar pintu kamar.
"Sudah pipi Habibi," ucapnya yang sudah siap dengan baju kaos, celana training dan sepatu sport.
"Ayo, kita olahraga pagi," ucap Habibi yang memegang tangan Rangga.
Arum tersenyum dan berjalan di sebelah suaminya.
"Mas, Arum siapkan minum dulu," ucapnya.
"Gak usah minta bik Ani aja," jawab Habibi yang memegang tangan istrinya.
***
"Mami, aku ingin berbicara," ucap Vino saat mereka sarapan pagi.
Androw dan Ara yang sedang sarapan memandang putranya.
"Aku akan ke Amerika," ucap Vino.
Ara yang sedang mengunyah roti bakar rasa strawberry menganggukkan kepalanya.
Mendengar putranya akan berangkat ke Amerika bukanlah hal yang baru baginya. Apalagi di sana ada grandmother dan juga grandfather serta tante-tante nya.
Vino begitu sangat senang Ia meletakkan burger isi daging dan keju nya ke dalam piring dan melompat dari atas kursinya turun ke bawah. "Terima kasih Mami," ucapnya yang mencium pipi arah kanan dan kiri berulang-ulang kali.
Androw yang mengunyah burger nya memandang putranya sambil mengerutkan keningnya. "Kamu ke Amerika dengan siapa?" tanyanya.
Vino manjat naik keatas kursinya dan kembali duduk dan memegang burger sambil melanjutkan makannya. "Tentu saja dengan calon istri aku," ucapnya yang mengingat burgernya dan mengunyah burger tersebut.
Ara menyemburkan susu yang baru diteguknya dari gelas berwarna bening tersebut sambil terbatuk-batuk.
Andro mengusap-usap punggung istrinya saat istrinya tersedak mendegar ucapan putranya.
"Siap calon istri kamu?" tanya Androw.
__ADS_1
"Shavira gadis cantik di depan rumah," ucapnya dengan senyum jenakanya.
Ara diam dengan mata yang terbuka lebar dan mulut yang terbuka saat mendengar ucapan putranya.
"Kamu inginkan berangkat ke Amerika dengan Vira?" tanyaan Androw yang memperjelas pertanyaannya.
"Iya Pi Savira akan berangkat ke Amerika ke tempat Aunty Aisah. Vira mengajak aku," ucapnya dengan senyum lebar yang memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Androw memandang istrinya. "Apa Kamu sudah tahu sayang kalau Keluarga Habibi akan ke Amerika?" tanya.
Ara menggelengkan kepalanya. Ara masih belum bisa berbicara apa-apa dia masih begitu sangat kaget dengan permintaan putranya yang berusia 6 tahun.
"Tapi mengapa tadi kamu menganggukkan kepala saat dia meminta izin sayang?" ucap Androw memandang istrinya.
Ara hanya diam tanpa mampu menjawab pertanyaan suaminya
"Pipi tidak bisa mengasih izin," ucapan Androw.
"Ayolah pi, anak usia 6 tahun seperti kami tidak akan berbuat apa-apa," ucapnya.
Ara benar-benar kehilangan akal saat mendengar ucapan putranya.
"Amerika itu jauh," ucapan Androw.
"Aku pakai jet pribadinya pipi Habibi. Lagipula disana ada opa dan Oma onti-onti aku juga. Aku akan menghubungi mereka bila Aku sudah sampai di Amerika," ucapnya dengan gaya seperti orang dewasa.
"Papi tetap tidak bisa memberikan izin," ucap Androw.
"Kalau begitu Papi dan Mami ikut kita pakai pesawat jet kita, sedangkan Vira pakai pesawat jet Pipinya," ucapnya.
Ara diam memandang suaminya. KapanLagi Iya bisa jalan-jalan bersama dengan sahabatnya ke Amerika. Arab tersenyum tipis saat mendengar ide putranya. apalagi putranya sudah lama lama tidak bertemu dengan opa dan oma nya. "Ara rasa tidak apa-apa bila kita juga langsung ke Amerika. Vino sudah lama tidak berjumpa dengan Grandma and grandpa nya Mas," ucapnya.
"Apa kamu ingin jalan-jalan ke Amerika sayang?" tanya Androw.
"Mau, mumpung masih bisa jalan-jalan. Nanti kalau Sudan hamil besar gak bisa kemana-mana lagi," ucap Ara.
"Tapi kamu tidak boleh lelah. Ingat itu sayang," ucap Androw yang mengusap perut istrinya.
Ara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
***
__ADS_1
Author akan usahakan up lagi ya reader. Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungan 😊😊🙏🙏