
Maya duduk di samping kursi kemudi Rio. Pria itu mulai menjalankan mesin mobilnya Ia kemudian mengemudi mobil dengan kecepatan sedang.
" Gimana apa sudah puas main-mainnya," ucap Rio sambil memandang gadis cantik di sampingnya.
Maya tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya . Setelah Rio ditembak dan juga dalam masa perawatan Maya tidak pernah meninggalkan pria itu, Ia selalu mengurus keperluan dan merawat Rio.
" Mau langsung pulang atau makan dulu?" tanya Rio.
" Kalau mau langsung pulang boleh nanti di rumah Aya masak, di kulkas banyak stok kok. Tapi kalau mau makan di luar dulu juga boleh," ucap Maya yang tidak ingin merepotkan pria tersebut, mengingat Rio yang masih dalam tahap penyembuhan.
" Adek mau masak apa?" tanya Rio
" Tergantung Mas maunya apa?"
" Apa aja yang ada?"
" Banyak ada ayam, sotong, udang, kerang, ikan bandeng, ikan senagin, ikan tenggiri, ikan gurame, Daging sapi. kalau pengen makan kerang saus tiram boleh. Atau mau ayam semur?" ucap Maya meberikan penawaran.
" Sepertinya makanan di rumah lebih menggoda dari pada makanan yang di jalan, Mas mau semur ayam," ucapnya.
Maya menganggukkan kepalanya. " Boleh," jawabnya.
Rio mengendarai mobilnya menuju rumah mereka, yang masih di tempati Maya sendiri.
mobilnya sampai di halaman rumahnya. Mereka kemudian turun dari mobil. Maya membuka pintu rumah tersebut.
Rio memeluk pinggangnya dari belakang saat Rio sudah menutup pintu rumah nya.
"Ada apa?" tanya Maya.
" Cuman kangen?" jawabnya.
Maya membiarkan pria itu memeluknya, tubuh hangat pria itu begitu sangat disukainya.
" Mau berapa lama memeluknya?" tanya maya sambil memandang wajah pria yang di belakangnya.
Rio tersenyum dan kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh wanita itu. " Ya udah cepat masak Mas lapar?" ucapnya.
" Aya mandi bentar ya Dari tadi belum mandi," ucap Maya.
" Mas juga belum mandi, mandi sama ya," Ucapnya yang memandang Maya.
Maya membesarkan matanya. " Gak boleh," jawabnya. Ia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
" Mas pintunya dibuka aja," ucap Maya yang mengeraskan suaranya dari dalam kamar nya.
" Kenapa dibuka," tanya Rio.
" Belum resmi jadi nggak boleh tutup-tutup pintu." ucapnya dari dalam kamar memberitahukan calon suaminya tersebut. Agar tidak terjadi fitnah dari para tetangga.
Rio kemudian tersenyum mendengar jawaban calon istrinya.
Ia membuka pintu rumah tersebut. Ia kemudian duduk di depan TV dan menyalakan TV tersebut. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di atas sofa, Ia tertidur di depan tv.
Maya masuk ke dalam kamar mandi. Ia menyiram sekujur tubuhnya dengan air shower. Maya keluar dari dalam kamar mandi setelah benar-benar yakin bahwa Ia sudah bersih.
Maya memakai baju piama, dan kemudian Ia keluar dari dalam kamar dan langsung menuju ke dapur.
Maya menyiapkan bahan-bahan yang akan di masaknya. Ia mulai sibuk dengan masakan nya. lebih kurang satu jam Ia berada di dapur, Maya menata masakan yang sudah di siapkan nya untuk calon suaminya. Ayam semur yang di di campur kentang, sambel, dan juga kerupuk. Maya juga membuat 2 gelas teh hangat.
Maya berjalan ke depan untuk mengajak calon suaminya makan, setelah Ia selesai memasak.
Maya melihat pria itu sedang tertidur sambil memegang remote TV.
Ia kemudian tersenyum memandang pria itu, Ia duduk di di ujung sofa.
" Mas bangun udah masak ucap nya.
" Mas bangun Aya udah selesai masak," ucap Maya sambil menepuk-tepuk lengan nya.
Namun pria itu masih tidak bergerak Maya kemudian menggoyang-goyangkan tubuh pria tersebut, Rio mulai membuka matanya dan melihat gadis cantik itu duduk di depannya.
" Udah masak?" tanyanya dengan suara yang terdengar serak mata nya tampak memerah.
Maya menganggukkan kepalanya.
" Sudah, yuk makan," Ucapnya sambil tersenyum.
Rio kemudian berdiri dan mengikuti gadis tersebut.
Ia melihat hidangan yang sudah ditata Maya di atas meja. " Mas beneran lapar, kelihatan nya enak sekali," ucap Rio sambil mengambil piring yang sudah disiapkan oleh Maya dan memasukkan nasi ke dalamnya.
" Insyaallah enak," jawab Maya. Ia juga melakukan hal yang sama, Ia memasukkan nasi ke dalam piring nya dan kemudian memasukkan sambal dan juga semur ayam beserta kerupuk. Mereka mulai menikmati makan malamnya.
Rio berulangkali menambah nasi dan memasukkan ayam semur kedalam piringnya. Ia juga memasukkan kerupuk ke dalam piring nya. Ia begitu suka makan nasi dengan kerupuk. Ia sangat suka masakan calon istrinya yang terasa sangat enak.
" Mas beruntung sekali punya calon istri seperti kamu sudah cantik, pinter masak lagi," puji pria itu sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya dan kemudian mengunyah nasi tersebut.
__ADS_1
" Zaman sekarang itu nggak bisa cuma modal cantik aja Mas wajib juga pandai masak, Biar suami gak cari dapur yang lain," ucap Maya sambil tersenyum.
Rio tersenyum mendengar jawaban gadis di depannya. Begitu banyak Ia mendengar cerita dari teman-temannya yang sudah menikah.
terkadang teman-temannya itu curhat mengenai istrinya yang tidak pandai masak. Di saat mereka sangat lapar wajib mencari makanan keluar dan kemudian menggoreng telur aja , telurnya tidak bisa di makan karena keasinan. Buat sayur, sayurnya enggak terasa garam. Begitu banyak cerita yang didengarnya dari teman-temannya yang telah menikah melihat calon istrinya yang pandai masak Ia sangat senang. " Belajar masak dari mana?" tanya Rio.
" Mama yang ngajarin," jawab Maya.
setelah menyelesaikan makan malam nya Rio berpamitan untuk pulang Ia masih tinggal di mess yang disediakan oleh Habibi di rumahnya.
" Mas pulang ya nggak enak kalau pulangnya terlalu malam," ucapnya saat sudah jam 9 malam.
Maya menganggukkan kepalanya dan kemudian ia mencium tangan pria tersebut.
Rio memeluknya dan kemudian mencium keningnya setelah peristiwa yang membuat Ia hamir kehilangan nyawanya, Ia merasa sangat mencintai calon istrinya itu. Di saat Ia dalam kondisi terburuk, gadis itu dengan setia mendampinginya. Rasa cintanya terasa begitu sangat besar saat ini sehingga Ia tidak ingin kehilangan gadis tersebut.
Rio mencium bibir tipis yang berwarna pink tersebut. gadis itu hanya diam saat pria itu mel**at bibirnya Iya tidak pandai untuk membalasnya. Namun Rio sangat menyukai kepolosan gadis tersebut. Ia melepaskan ciumannya dan kemudian Ia tersenyum memandang wajah gadis cantik di depannya.
" Mas pulang dulu ya," ucapnya.
Maya menganggukkan kepalanya mas hati-hati ya," jawab Maya.
Pria itu kemudian pergi meninggalkan rumah calon istrinya untuk kembali ke mesnya.
Maya mengunci pagar rumahnya dan kemudian masuk ke dalam rumah, Ia masuk kedalam kamarnya dan menyalakan laptopnya. Sudah hampir 1 bulan Ia berusaha untuk mencari bukti pelaku dari penembakan tersebut, Namun Ia tidak menemukan apa-apa. Sehingga ia sudah mulai kehilangan semangatnya untuk mencari informasi dan juga bukti-bukti tersebut. Namun begitu mendapat informasi dari Arum serta Habibi membuat Ia kembali semangat untuk melanjutkan penyelidikan serta menyelesaikan misi tersebut. Ia mulai mengakses angka-angka rumit di dalam laptop nya. Ia mulai mencari informasi mengenai orang terkait yang disebut oleh Habibi.
Ia mulai meretas akun sosial milik Deni dan Bobby, serta no ponsel dan juga WhatsApp kedua ayah dan anak tersebut. Tidak sulit bagi Maya untuk meretas akun sosial serta no ponsel dan juga WhatsApp seseorang. Hal tersebut begitu mudah baginya yang menjadi seorang hackers. Maya sudah menemukan lokasi keberadaan Deny dan juga Bobby. Ia juga sudah menemukan lokasi rumah serta kantor milik Deni melalui telepon seluler yang di miliki ayah dan anak tersebut. dalam waktu singkat Maya sudah mengetahui keberadaan kedua orang itu.
Bukan hanya nomor ponsel whatsapp dan juga akun sosial milik mereka saja yang Maya retas Iya juga meretas CCTV yang berada di kantor Deni. Deni baru mendirikan perusahaan itu sekitar 2 tahun dan perusahaan itu belum dikatakan perusahaan besar.
Maya mulai tersenyum lebar saat Ia sudah mendapatkan informasi-informasi Serta bukti yang dibutuhkannya. Iya mengetahui lokasi di mana Deni, Bobby Gilang dan juga Fatan berjanji untuk bertemu, yang mana pesan tersebut di retasnya dari WhatsApp milik Deni.
Maya tersenyum saat ia melihat CCTV yang berada di cafe tempat pertemuan mereka. Dari rekaman CCTV tersebut tampak jelas Bobby, Deni, Fatan dan juga Gilang saling berbicara. Kemudian Deni memberikan amplop berwarna coklat kepada Gilang yang di duga berisi uang. Ia juga memberikan dua senjata api kepada dua saudara tersebut yang dimasukkan nya ke dalam tas. Deni membeli Dua pucuk senjata api melalui penjualan senjata api ilegal.
Maya langsung menyimpan video kedalam folder di laptop dan juga ke dalam flashdisk miliknya, sebelum Deni menghapus video tersebut dari cafe tempat mereka melakukan pertemuan. Sampai saat ini Deni dan juga Bobby merasa sangat aman karena Sampai detik ini Habibi dan keluarganya, serta para penyidik belum dapat menemukannya.
Namun bisa saja mereka berniat untuk menghapus semua bukti di cafe tempat pertemuan mereka.
Maya juga langsung mengambil foto-foto dari pertemuan tersebut, Ia langsung mencetak foto-foto itu. Setelah mereka pekerjaannya selesai Maya memadamkan laptop nya.
Ia tidak menyadari ternyata sudah jam 4 pagi. Ia merasa pekerjaannya sudah selesai dalam waktu semalam, Ia sanga fokus dengan pekerjaannya hingga Ia tidak menyadari beberapa panggilan dan juga pesan dari Rio.
****
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.