
" Ibu permisi ada yang mencari Ibu," ucap Tari kepanya.
" Siapa?" tanya Eka.
" Mereka mengaku keluarga," ucap Tari.
Eka diam saat mendenga apa yang di sampaikan manager nya tersebut.
" Bagaimana Bu, Apa di suruh masuk," ucap tari yang masih berdiri di depannya.
" Tari," ucap Eka
" iya Bu," jawabnya
" Saya minta tolong agar kamu tidak meninggalkan saya saat mereka ada di sini" ucapnya. Ia begitu takut untuk bertemu dengan orang yang sedang mencarinya. Ia tidak tahu yang mengaku keluarga. Apakah keluarganya atau pria yang merupakan ayah dari anaknya.
" Baik bu," jawab manajer nya itu dan kemudian mempersilahkan keluarga nya untuk masuk.
Eka begitu sangat gugup, Ia tidak bisa menebak siapa orang yang datang yang mengaku keluarga nya.
Eka langsung berdiri, ketika Ia melihat kedua orang tuanya serta kedua adik-adiknya. Ia langsung berjalan mendekati kedua orang tuanya itu. " Ibu , bapak," ucapnya yang langsung menyalami tangan kedua orang tuanya. Eli dan juga Dino tersenyum lebar saat melihat putrinya tersebut.
" Penampilan kamu sekarang sudah sangat berubah ya," ucap Eli kepada putrinya.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Alhamdulillah bu, Eka gak nyangka Bapak Ibu bakalan datang ke sini. Eka senang banget," ucapnya sambil tersenyum.
" Iya kami juga kangen sama kamu, apa lagi sekarang kamu sudah sukses, sudah kaya sudah jadi designer busana terkenal," Ucap Eli
" Kakak Eka," ucap intan adiknya yang no 2.
gadis cantik itu kemudian menyalami tangan nya.
" Intan tambah cantik sekarang," ucapnya yang memeluk adiknya itu. Ia begitu merindukan adiknya tersebut.
" Iya kak, kakak juga tambah cantik dan udah sukses," ucapnya.
" Alhamdulillah, Jawab Eka.
" kak ," ucap Tia. adiknya yang paling kecil.
" Tia," ucap eka yang sangat senang dan kemudian memeluk adiknya.
Adik-adik nya begitu sangat cantik-cantik, mereka memakai baju yang begitu sangat terbuka. Sama seperti Ia dulu yang memakai baju serba terbuka. Adik-adik nya itu memakai celana yang begitu sangat pendek dan baju kasual tanpa lengan.
Eka memperhatikan kedua adik-adiknya nya Ia mengingat bagaimana Ia dulu. Penampilan nya sama dengan penampilan adik-adiknya saat ini. Serba terbuka, kedua orang tuanya memberikan Ia kebebasan. Tanpa memberikan Ia pengawasan dan aturan. Ia dibiarkan bebas begitu saja. Namun saat Ia hamil karena kurang nya mendapatkan perhatian serta pendidikan rumah tangga dan pemahaman agama dari orang tuanya. Ia diusir dan di buang.
" Apa kalian berdua sudah tamat SMA?" ucapnya.
__ADS_1
" Aku sudah tamat 3 tahun yang lalu kakak sedangkan Tia baru tamat kemarin," ucap intan.
" Apa kamu bekerja Intan?" tanya nya.
" Aku tidak bekerja kak, aku masih berusaha untuk bisa masuk ke infotainment," Ucapnya.
" Tia apa mau kuliah?" tanya nya.
" Belum mikir ke situ kak," Jawab Tia.
" Ibu bapak Ayo duduk," ucapnya mengajak kedua orang tuanya tersebut
Mereka duduk di depannya sedangkan kedua adiknya duduk di sofa.
" Kak Eka desain bajunya memang khusus baju syar'i ya?" tanya intan.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Iya,"
" Kirain tadi ada baju kasual," jawab Tia.
" Kak Eka gak buat baju kasual," ucap Eka.
" Kalau baju syar'i Ibu mau, ibu kan ikut arisan," ucap Eli.
" Wah nanti Ibu pasti yang memiliki penampilan yang paling cantik dari pada ibu-ibu yang ada di kampung kita. Intan yakin istri pak lurah sampai kesal lihat ibu yang menyaingi dia," ucap intan sambil tersenyum.
" Gimana gak kesal, lihat Ibu pakai baju desainer terkenal Eka Pratiwi," jawab Tia.
" Ibu mau banyak ya Eka bajunya untuk ibu bawa pulang," ucap Eli.
" Iya boleh nanti Ibu pilih aja mana yang ibu suka," ucap Eka.
" Kalau bisa nih ya Ibu tuh mau ambil banyak, supaya nanti Ibu bisa ngasih ke teman-teman ibu untuk pamer," ucap Eli kemudian.
Eka tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. " Ibu gak boleh pamer," ucapnya kepada wanita tersebut.
" Kenapa gak boleh sih Eka, kan kita harus menunjukkan dong kesuksesan," ucap Eli.
" Bapak ibu mau apa?" tanyanya.
" Kamu tanya mau apa?
maksudnya apa ini?" ucap Eli .
" Maksudnya Eka, bapak ibu mau makan apa, Mau minum apa biar Eka pesan kan," ucapnya kemudian.
Eli tersenyum saat mendengar ucapan putrinya.
__ADS_1
" Aku terserah aja sih Kak yang penting enak ," ucap Intan.
" Aku gitu juga Kak," jawab Tia.
" Bapak sama Ibu ngikut aja," jawab bapak Eli.
Eka kemudian meminta manajer nya untuk memesankan makanan untuk keluarganya.
Tidak lama setelah Tari keluar dan memesan makanan, Ia kembali masuk ke dalam ruangan bosnya tersebut.
" Wah kamu hebat ya sekarang sudah sukses," ucap Ibunya.
" Alhamdulillah Bu," Jawab Eka.
" Bagaimana bapak sama Ibu bisa tahu tempat aku?" ucapnya.
" Tidak susah kok mencari alamat kamu, kamu kan sekarang sudah jadi desainer terkenal," jawab Eli.
Eka tersenyum dan kemudian ia menganggukkan kepalanya.
" Ibu dan bapak apa kabar?" tanya nya.
" Kabar kami baik hanya saja kami membutuhkan uang saat ini," ucap pak Dino.
Eka hanya tersenyum saat mendengar ucapan bapaknya itu.
" Kamu coba dong ceritain sama ibu Bagaimana ceritanya kamu sudah bisa sukses seperti ini. Apa kamu sudah menemukan laki-laki kaya sehingga kamu bisa memiliki sebuah butik sebesar ini, dan sukses seperti sekarang," ucap Eli kepada putrinya.
Eka merasa dadanya begitu sakit dan juga panas saat mendengar ucapan dari wanita yang seharusnya menjadi penyejuk dalam hidupnya. " Bu, Ibu nggak nanya Eka pada saat ibu dan bapak serta adik-adik ikut serta mengusir Eka dari rumah Bagaimana kehidupan Eka?"
Eli diam memandang putrinya tersebut.
Sewaktu Ibu Bapak dan juga adik-adik mengusir Eka dari rumah Eka keluar tanpa membawa apa-apa, tanpa uang tanpa HP bahkan Eka tidak memakai sendal. Waktu itu hujan sangat lebat, petir menyambar-nyambar Eka gak tahu mau ke mana harus pergi, tanpa memiliki uang sepeserpun hanya menangis di jalan sambil terus berjalan entah kemana tujuan. Kemudian Eka berhenti di depan sebuah masjid di sana Eka masuk ke dalam masjid itu dan berbaring di teras masjid tersebut dengan baju yang sangat basah dan juga dinginnya sungguh luar biasa. Eka tidur dilantai tanpa alas, karena pintu masjid itu tertutup. Eka merasa perut sangat lapar namun gak ada yang bisa untuk Eka makan. Pada akhirnya Eka tertidur dengan badan yang menggigil.
Seorang wanita membangunkan Eka. Eka lihat wanita itu berusia sekitar 40 tahun tapi wajahnya sangat cantik Ia memakai jilbab berwarna putih atau mukena, Eka kurang tahu yang jelas semuanya serba putih, Ibu itu bertanya kepada Eka tentang Eka kenapa tidur di masjid, Eka hanya menangis tanpa menjawab. Kemudian orang itu memberikan Eka makanan yang dikeluarkannya dari dalam tasnya, Ia juga mengeluarkan roti serta buah dan juga minuman. Eka begitu sangat lapar dan kemudian eka makan apa yang diberinya, nasi kotak yang lengkap dengan sayur ikan ayam, kemudian Eka makan Setelah itu habis, Eka makan roti, dan juga buah semua yang diberikan ibu itu habis Eka makan. Sehingga Eka benar-benar sangat kekenyangan malam itu. Saat itu Eka berfikir sudah waktunya salat subuh, dan kemudian ibu itu mengatakan kepada Eka bahwa apa pun cobaannya segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Ia bertanya Eka mau kemana?
Eka jawab bahwa Eka akan ke Jakarta namun Eka tidak punya uang. Eka juga gak ada HP, Eka juga gak punya sendal. Saat itu Eka memakai baju daster. melihat penampilan Eka orang sudah bisa menebak, bahwa Eka sedang hamil, karena saat itu perlu Eka sudah mulai membuncit. Ibu itu memegang perut Eka dan mengusapnya. Untuk pertama kali ada yang menyentuh perut Eka. Ibu itu memberikan uang untuk Eka hingga Eka sangat terkejut saat dia menyerahkan uang. Berulang kali Eka melihat wajahnya, Ia tersenyum dan mengatakan ambillah dan Eka ngambil uang itu. Ibu meminta Eka untuk beli baju sendal dan kemudian ibu itu permisi dan pergi. Waktu itu Eka tidak tahu itu jam berapa cukup lama Setelah dia pergi Karim masjid baru datang ke masjid untuk menghidupkan toa masjid pada saat itu Eka mengintip ke dalam dan melihat jam yang ada di dalam masjid yang ternyata belum sampai jam 5.30, dan sampai sekarang Eka berfikir bahwa orang itu mungkin bukan manusia," ucapnya kemudian Ia menghapus air matanya yang menetes " Uang yang diberinya cukup untuk Eka membeli sendal, baju 1 lembar, kemudian membeli HP Android, dan Eka memutuskan untuk pindah dari kos-kosan dan uangnya masih cukup untuk membayar kontrakan rumah Eka selama 3 bulan dan HP yang Eka beli Eka gunakan untuk mencari Facebook orang itu," ucap Eka.
" Waktu itu bapak dan ibu sangat emosi, kami itu begitu marah dan kecewa sama kamu sehingga kami melakukan hal tersebut. Padahal kami tuh ya sudah berencana untuk menjodohkan kamu dengan Pak Husein. kamu ingatkan Pak Husein kan?
Waktu itu dia sedang mencari istri kelima dan seandainya waktu itu kamu menikah dengan dia sekarang kita udah jadi orang kaya raya. Sekarang kamu sudah menjadi janda kaya," ucap Eli yang memukul-mukul meja di depan putrinya tersebut.
Eka diam saat mendengar ibunya itu berbicara.
" Lagi pula tidak usah di ingat lagi masalah itu. Semua itu hanya masa lalu kamu nggak perlu mengingatnya dan mengenang hal itu lagi," ucap Eli mengingatkan putrinya.
***
__ADS_1
jangan lupa like komen dan votenya ya Reader.