
Rio menjemput Mawar di Bank saat Mawar mengirimkan Ia pesan chat yang mengataka bahwa ia sudah pulang. Bisa dikatakan Rio menjadi ojek pribadi Mawar. Rio selalu dengan sukarela mengantar jemput Mawar pergi dan juga pulang bekerja karena Mawar tidak ingin membawa kendaraan sendiri.
Sebenarnya alasan Yang pastinya bukan karena tidak ingin membawa kendaraan sendiri namun Ia ingin lebih dekat dengan Riau.
Mawar mengajak Rio untuk makan di cafe yang tidak jauh dari Bank tempat Ia bekerja.
" Ada apa? " tanya mawar saat melihat Rio yang sejak tadi banyak diam.
" Pusing," jawabnya.
" Kenapa? tanya mawar.
" Ada seorang teman tadi jumpa sama aku sewaktu masukin lamaran, Dia ngajak untuk masuk ke sekolah bodyguard. Rio diam
Mawar masih menunggu ia melanjutkan kalimatnya.
" Apa?" tanya Mawar.
" Hanya saja biaya masuknya sangat besar cuman kalau begitu selesai gajinya juga sangat besar," ucap Rio.
" Berapa uang masuknya?" tanya Mawar.
"20 juta," jawab Rio yang terdengar sangat lemas.
" Kamu beneran mau masuk ke sana?" tanya Mawar.
Rio menganggukkan kepalanya. " Bosan jadi pengangguran," jawabnya.
Mawar hanya tersenyum memandangnya.
"Aku enggak mungkin minta mama," keluh Rio tapi mau dapat uangnya dari mana?
Apa Aku jual motor aja ya," ucap Rio saat itu.
Mawar hanya mendengarkannya saja.
" Tapi jual motor uangnya juga masih kurang, atau jual laptop juga ya agar uangnya cukup. ucap Rio lagi agar Ia bisa masuk ke sekolah bodyguard tersebut.
" Kapan mau daftar ke sana?" tanya mawar kepadanya.
" Aku belum konfirmasi untuk masuk kesekolah itu. Gimana aku mau daftar, uangnya juga belum jelas gimana mau nanya,' ucap Rio yang mengusap wajahnya dengan kasar.
" Ya udah kamu nggak usah pikirin itu nanti aku bantu kok," jawab mawar.
Rio hanya diam saat mendengar jawaban Mawar tersebut.
Mereka kemudian makan dan menghabiskan minuman mereka yang sudah diantar oleh pelayan cafe setelah itu Rio mengantarkan Mawar Kembali pulang.
****
2 hari setelah itu Rio, datang ke Bank tempat Mawar bekerja. Ia datang saat Mawar meminta nya untuk menjemput nya ke bank. Mawar mengajaknya untuk makan di warung makan yang berada dekat bank tempat ia bekerja. Saat itu masih jam makan siang.
Rio yang memakai baju kemeja dan juga celana kain goyang dengan membawa tas ransel di punggungnya ia masih selalu memasukkan lamaran ke mana-mana wajahnya sudah tampak sangat kusut, Mawar begitu kasihan melihatnya.
" Tumben ngajak ketemuan di jam makan siang," ucap Rio kepada mawar yang saat itu memakai baju seragam dari banknya.
" Kangen kamu," jawab mawar sambil tersenyum.
" Pagi tadi udah ketemu," ucap Rio.
" Kurang kalau satu hari 2x maunya satu hari 3x," ucap Mawar sambil tersenyum memandang Rio.
__ADS_1
Mereka kemudian makan siang bersama setelah habis makan siang Mawar mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya.
"Apa ini?" tanya Rio.
" Untuk kamu mendaftar ke sekolah Bodyguard," jawab mawar.
Rio tampak terkejut saat mendengar jawaban Mawar. " Bagaimana mungkin kamu bisa mendapatkan uang yang banyak dan memberikan kepada aku?" ucap Rio.
Mawar hanya senyum saja.
" kamu dapat dari mana?" tanya Rio.
Rio tahu selama ini mawar selalu memberinya uang bulanan yang diambilnya dari gajinya dan kemungkinan mawar sudah tidak memiliki tabungan lagi.
" Aku dapat bonus dari bank jadi aku belum butuh duitnya. Jadi sekarang kamu pakai aja," ucap mawar dengan tersenyum.
Rio tampak ragu untuk mengambil uang tersebut.
,Kamu yakin ngasih aku pinjaman uang?" katanya Rio
" Yakinlah," jawab mawar.
" Beneran kamu nggak sedang butuh duit ini?" tanya Rio.
" Iya beneran," Jawab Mawar yakin.
Nanti kalau aku sudah kerja dan sudah ada uang, Aku langsung balikin," ucap pria yang tampak begitu tidak enak hati karena selalu merepotkan Mawar.
mawar menganggukkan kepalanya
****
" Begitu Rio keluar dari sekolah bodyguard Ia langsung menemui Mawar. Mawar begitu senang saat melihat Rio. berulang kali Ia memeluk Rio.
"Aku kangen kamu," ucap Mawar.
" Aku juga," jawab Rio sambil mengusap rambut Mawar yang panjang.
Mawar tidak ada henti-hentinya menanyakan kepada Rio. tentang kondisi Rio selama di sana. Ia begitu senang mendengar semua cerita Rio.
Rio juga memberi tau mawar bahwa ia mendapat tawaran pekerjaan menjadi pengawal pribadi pejabat bersama dengan Heri.
Setelah itu Rio mulai sangat sibuk sehingga ia tidak ada waktu lagi untuk Mawar.
Dia mendapat pesan dari mawar yang mengatakan bahwa mawar sedang menunggunya di sebuah tempat makan favorit mereka. Yang menjadi tempat makan favorit mereka bukanlah tempat makan mewah ataupun elite seperti biasanya. Tempat makan itu menjadi tempat favorit mereka Karena disana, tempat makan nya serba enak. Enak rasa dan enak harga, bagi seorang mahasiswa seperti mereka dulu.
Pada saat itu Rio memang sedang tidak dalam tugas sehingga ia bisa menemui Mawar di tempat makan favoritnya.
Mawar yang datang dengan baju kasual yang terlihat cantik dan elegan. karena itu hari Minggu mawar memang tidak sedang bekerja
Rio duduk di depan Mawar sambil tersenyum. Mawar memandang senyum Rio yang sangat dirindukan oleh nya.
" maaf ya sekarang aku sibuk jadi aku jarang bisa ketemu sama kamu," ucap Rio.
" Iya nggak apa," jawab Mawar.
Mawar begitu terkejut saat melihat Rio mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas yang di bawahnya.
" Apa ini?" tanya mawar.
" Ini buku agenda aku," ucap Rio mengeluarkan buku kecil tersebut kemudian Ia membuka buku kecil itu.
__ADS_1
"Ini catatan utang aku yang kamu pinjamin. terus ini uang pembayaran hutang aku dan disana aku banyak kasih bunga untuk kamu," ucap Rio sambil tersenyum.
Mawar terlihat begitu kecewa saat melihat Rio mengembalikan seluruh uang yang diberikannya padahal Ia sangat ikhlas memberinya untuk Rio
" Kenapa di pulangin?" tanya mawar?
" Aku minjem kalau minjem yang dipulangin dong ucap Rio sambil," ketawa kecil.
Mawar hanya diam memandang nya.
" Lagi pula gaji aku sangat gede, jadi aku bisa pulangin uang kamu. Terima kasih ya selama ini kamu mau bantuin aku," ucap Rio dengan sangat bersungguh-sungguh.
" Iya," jawab Mawar. Ia kemudian mengambil uang itu dan memasukkannya ke dalam tasnya
" Yo, aku boleh ngomong sesuatu gak," tanya mawar kepada Rio.
" Ngomong apa?" tanya Rio.
" Aku tahu ini salah, aku tahu kamu nganggap aku cuma sebatas teman. Tapi aku sangat mencintaimu," ucap mawar dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Rio diam saat mendengarkan ucapan mawar. Ia menganggap Mawar murni sahabat. Ia ingin selalu seperti itu selamanya menganggap Mawar hanya sebatas sahabat nya saja, Selama ini Ia tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Mawar.
" Maafin aku, aku tidak bisa menerima cinta kamu. aku mengganggap kamu sebatas sahabat," ucap Rio.
" Mawar tampak begitu kecewa saat mendengar jawaban Rio tersebut.
ya kemudian mencoba untuk tersenyum.
" iya gak apa," jawab mawar.
Rio mengantarkan mawar pulang.
Di perjalanan tidak banyak yang mawar ucapkan dia lebih banyak memilih untuk diam begitu juga dengan Rio.
****
setelah itu Mawar dan Rio sangat jarang sekali berjumpa karena memang Rio yang sibuk dengan pekerjaannya yang memang tidak memiliki jam kerja dan hari libur.
Mawar sangat sering mengirimnya chat yang jarang sekali bisa dibalas Rio.
pada suatu ketika dia begitu terkejut saat membaca chat yang masuk di ponselnya dari Mawar.
Dalam chat Itu mawar mengatakan bahwa Ia tidak bisa menganggap rio hanya sebatas sahabat. Ia tidak bisa hidup tanpa Rio, Ia juga mengatakan lebih memilih mati dari pada harus hidup tanpa Rio.
Mawar juga mengatakan, dalam chat Tersebut. Bahwa ia akan bunuh diri bila Rio tidak datang ke tempat tersebut dalam waktu 45 menit. Mawar juga mengirimkan beberapa foto nya yang berada di lantai tertinggi dari sebuah apartemen.
Saat itu Rio sangat terkejut ia langsung meninggalkan pekerjaannya begitu saja. kakinya sudah mulai gemetar, Ia berulang kali menghubungi Mawar yang tidak di angkat oleh Mawar.
Pikir Rio sudah tidak tentu, Ia sudah tidak bisa berfikir apa-apa lagi.Rio mengendarai motornya dengan sangat kencang namun kepadatan lalu lintas sekarang buatlah harus menghentikan lajunya terkadang membuat ia harus menurunkan kecepatan motor nya. Ia harus berhenti di lampu merah dan juga pada saat itu lampu merah yang dilaluinya cukup banyak. Lokasi tempat ia berada dengan lokasi mawar cukup jauh. Rio masih terus berusaha melajukan motor yang dikendarainya sehingga ia sampai di gedung tersebut.
Rio berlari turun dari batas motor nya setelah memarkirkan motor itu secara asal. Ia melihat dari bahwa seorang gadis yang sudah berdiri di pinggir gedung kakinya sudah terasa gemetar saat memandangnya. Rio berencana untuk berlari masuk ke dalam gedung tersebut Namun ternyata mawar sudah lebih dulu menjatuhkan tubuhnya.
Suara bunyi yang begitu keras saat tubuh Mawar menyentuh tanah. Rio lemas seketika saat ia melihat tubuh mawar yang sudah jatuh ke tanah dengan kondisi yang cukup mengerikan.
orang langsung berhamburan datang ke sana Rio mengejar mawar dia menangis memeluk mawar.
****
Like komen dan vote nya author harapkan reader.
terimakasih atas dukungan nya 😊😊🙏🙏
__ADS_1