Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 321


__ADS_3

Saat ini Imam sudah bisa merasakan kelegaan. Pria berwajah tampan itu tersenyum sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king tersebut. Imam memilih tanggal pernikahannya 1 bulan lagi dari sekarang yang bertepatan dengan tanggal lahirnya. Di saat nanti hari pernikahannya usianya genap 31 tahun. pernikahan yang akan dilaksanakannya merupakan kado terindah untuk dirinya. Hampir saja wanita yang dicintainya menjadi milik orang lain. Dia lelaki dewasa nan mapan, namun dia memang tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Imam baru saja merasakan yang namanya jatuh cinta. Bahkan saat ini dia merasa. seperti anak SMP yang baru mengenal cinta.


Belum sampai 1 jam tidak melihat May Sarah, Imam sudah merasa begitu sangat merindukannya.


Imam mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi May sarah. Imam menghubungi calon istrinya melalui panggilan telepon biasa tanpa melakukan video call.


"Halo," ucap May sarah menjawab teleponnya.


"Halo, assalamualaikum calon istri," ucapnya.


May sarah merasa terbang hingga ke awan saat mendengar ucapannya. Dipegangnya dada yang berdegup dengan begitu sangat hebat nya. Senyum tidak ada hilang dari wajah cantiknya


"Lagi senyum-senyum ya?" tanya Imam yang membuat wajahnya merah.


"Mas tahu dari mana?" tanya May Sarah.


"Walaupun aku nggak pakai video call tapi aku udah bisa ngerasain apa yang kamu rasakan sekarang," ucapin Imam.


May tersenyuman saat mendengar ucapan calon suaminya..


"Mas ternyata pintar gombalin, makasih ya," ucap May sarah.


"Apa yang tadi termasuk di daftar gombal?" Terimakasih kasih untuk apa sayang?" ucapnya.


"Mas benar-benar datang. Ia yang tadi namanya gombal" Ucapnya.


Imam tersenyum saat mendengar ucapan May sarah. "Mas sudah janji sama kamu, bahwa mas akan datang melamar kamu sayang. Mas rindu kamu, kamu rindu gak sama mas?" ucapnya. .


"Gak, kita baru ketemu," jawab May.


"Jadi nggak rindu ya?' ucap imam yang menghempaskan nafasnya.


"Kalau gak rindu Kenap?" tanya May.


"Ya gak apa," ucapnya kecewa.


"Gak salah lagi mas Rindu, rindu banget," ucap May.


"Beneran?" tanya Imam.


"Iya beneran," jawab May.


"Sayang, mas cinta kamu, I love you," Ucapnya.


"I love you too, Ada ibu sama mama" jawab May.


"Imam tersenyum. "Cari tempat yang aman," ucapnya.

__ADS_1


May hanya tertawa mendengar ucapannya. Calon suaminya tidak tau bahwa saat ini kedua wanita itu sudah memegang tangannya dan menguping pembicaraannya. Kedua wanita itu begitu sangat kesulitan menempelkan telinganya di ponsel May agar bisa mendengar ucapannya.


"Apa sudah di buka?" tanya Imam.


"Apanya?" ucap May yang membesarkan matanya.


"Hantarannya," ucap Imam.


"Ini baru mau mulai, Tapi ibu sama mama sudah buka duluan," ucap May yang berbisik.


"Yang sekarang dibuka apa?" tanya Imam.


Sepatu jawab May.


"Itu sepatu, mas nggak tahu ukuran kakinya tapi nanti bila nggak cocok ukurannya kita beli langsung ke toko sepatu," ucapnya.


Iya jawab main.


"Kamu nanti ke Jakarta?" ucap Imam.


"Iya May bawa mobilnya Ibu Arumi, May juga belum berhenti dari Bu Arumi," ucapnya.


"Nanti saat kembalikan mobil langsung mengundurkan diri ya," ucap Imam.


"Apa Imay nggak kerja lagi?" tanya.


"Kenapa 600, hantaran nya 500 juta?" tanya May.


"500 antara 100 nya uang untuk kamu pegang-pegang, untuk beli keperluan. Nanti sebelum acara, kamu pasti butuh banyak uang," ucap Imam.


"Itu uang banyak-banyak banget ngapain sih di boros-borosin," ucap May.


imam tertawa saat mendengar ucapannya.


"Belum jadi istri aja udah pelitnya keluar," ucapnya.


"Bukannya pelit Mas, uang itu nggak boleh di boros-borosin wajib di hematin dan ditabung," ucap May.


"Sayang, mas ngasih uang hantaran untuk calon istri mas, untuk wanita yang akan jadi ibu Dari anak-anak mas. Kenapa di bilang boros. Itu uang boleh kamu tabung, boleh untuk perbaiki rumah mama sama ibu. Jadi gak apa, boleh sayang," ucap Imam.


Mata May masih terbuka lebar saat mendengar ucapan calon suaminya." Terus nanti untuk nikah bagaimana?" ucap May.


"Untuk acara resepsi nanti mas yang ngurus semua kamu nggak usah keluar duit," ucapnya.


May diam cukup lama. "Mas," ucap May memanggilnya.


"Iya apa sayang," ucapnya.

__ADS_1


"Itu uang banyak banget," ucap May.


"Uang segitu di belikan ke mobil cuman dapat 2," ucapin Imam.


"Tapi?" ucapnya.


"Sayang nggak apa-apa untuk menyenangkan hati orang tua perbaiki rumah enggak apa-apa," ucap Iman seakan tau apa yang saat ini mengganjal pikiran calon istrinya.


"Apa ini benar boleh untuk perbaiki rumah?" tanya main.


"Iya sayang berbakti sama orang tua itu nggak buat rezeki kita berkurang malah bertambah jadi kamu harus percaya itu," ucap Imam.


"May begitu sangat senang saat mendengar ucapannya." Makasih ya mas, May ikiran Mas kemarin cuman pura-pura aja bilang melamar," ucapnya.


"Mas serius sayang, hanya saja Mas kemarin sibuk jadi lupa," ucap Imam.


"Mas sepatunya pas," ucap May.


"Alhamdulillah," jawabnya.


"Mas kenapa ada pakai dalam?" ucap May yang berbisik.


"Katanya itu masuk ke dalam barang hantaran sayang," ucap Imam.


"Selera mas tinggi ya," ucap May.


"Kenapa?" tanya Imam.


"Seksi banget," ucap May yang memandang mamanya mengangkat pakaian dalam tersebut.


"Itu kenapa langsung di buka?" ucap Imam.


"Mama yang buka ucap May.


"Malu mas sayang," Ucapnya.


"Tapi itu kecil," ucap May.


Apanya sayang?" tanya Imam.


May tersenyum. "Nanti mas juga tau tanpa melanjutkan ucapannya.


"Ya udah, nanti mas ganti. Kita beli sesuai ukuran," Ucapnya polos yang membuat wajah calon istrinya memerah.


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.

__ADS_1


😊😊🙏🙏


__ADS_2