Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 144


__ADS_3

untuk kisah Ara dan Mr androw author akan buat back to back ya. yang pasti reader sudah bisa tau alur kisah mereka. kalau Ara menolak untuk di lamar Mr Androw. berarti dia bukan jodoh nya. 😂😂😂😂


***********


Hari pernikahannya sudah semakin dekat. Ini hari terakhir mereka bisa saling memandang. Sehabis ini mereka tidak akan boleh bertemu lagi. Mereka akan di pingit.


Anita, Jhoni, Herman dan juga Lasmi sudah ada diruangan Habibi. Mereka menunggu Arum datang ke kantor tersebut. Mereka berkumpul sambil membahas tentang perencanaan pernikahan yang akan di laksanakan tidak sampai 1 Minggu lagi.


*********


Arum memarkirkan mobilnya diparkiran kantor. Selepas pulang dari kampus ia langsung ke kantor calon suaminya. Ia sudah ditunggu calon mertuanya di sana. Arum memasuki lobby. Ia melihat ada polisi dan juga polwan yang berjalan didepannya.


“Kenapa ada polisi? Apa ada masalah.” Pikir gadis tersebut. Ia Berjalan dengan cepat dan mendahului polisi tersebut.


“Arum.”


Suara tersebut menghentikan langkah kakinya. Ia melihat ke belakang. Arum sangat terkejut saat dilihatnya yang memanggilnya adalah orang yang sangat dikenalnya. Tubuhnya langsung di peluk oleh gadis tersebut.


“Arum, aku rindu kamu.” Teriakan suara Tiar memenuhi seluruh ruang gedung tersebut.


“Tiar, Arum juga kangen. Gimana ceritanya bisa seperti ini. Udah satu tahun gak ketemu. Dan sekarang kalian???” Sambil memandang dua sejoli didepannya.

__ADS_1


“Sebentar ya,” pamit Rizaldi saat ponselnya menyala.


“Kita ke coffe shop depan bentar ya,” pinta pria tersebut setelah menerima telpon.


“Iya boleh. Arum kangen banget.” Jawabnya masih melingkarkan tangannya di pinggang sahabatnya.


Cukup nyebrang saja untuk mereka ke coffe shop tersebut. Arum melihat mobil Honda CRV merah terparkir di sana mobil yang sangat Arumi kenal. Dengan plat mobil B 412 Di. Mobil tersebut masih tampak sama seperti terakhir di lihatnya. Tampak ada bolong-bolong tembakan peluru di dinding mobil tersebut. Mereka masuk ke dalam coffe shop tersebut. Tampak dua orang pria tampan duduk di sana menunggu mereka datang. Yuda dan prima.


Arum tampak begitu antusias saat melihat siapa yang menunggu mereka. Yuda melambai-lambaikan tangannya. Mereka mendekat kearah meja tersebut dan langsung duduk di kursi yang kosong.


“Tunggu sebentar ya.” Ucap Arum.


“Hallo sayang.”


“Hallo Assalamu’alaikum mas.”


“Wa’alaikumsalam. Ada apa sayang.”


“Mas, Arum ketemu sama teman-teman Arum. Arum ngobrol bentar ya sama teman-teman Arum.”


“Teman-teman adek yang mana?”

__ADS_1


“Yang di sekolah bodyguard. Mas, Rio dan Heri suruh ke sini mas.”


“Rio dan Heri.”


“Iya mas.”


“Iya ntar mas suruh ke sana.”


Habibi tahu kalau di sekolah bodyguard tersebut hanya ada 2 orang siswa perempuan. “Apa Arum jumpa dengan laki-laki semua?” Pikirnya.


Ia ingin menyusul ke sana. Tapi tidak mungkin. Karena saat ini orang tuanya sedang membahas pernikahannya. Ia keluar dari dalam ruangannya menemui 2 pengawal pribadinya yang berdiri di depan ruangan.


“Rio, Heri.


“Iya pak.”


“Calon istri saya sekarang ada di coffe shop depan kantor kita. Kalian susul ke sana. Pastikan calon istri saya baik-baik saja dan beritahu saya apa saja yang terjadi.”


“Baik pak.” Ucap pria bertubuh tinggi nan kekar tersebut.


Mereka melangkah kan kakinya menuju coffe shop yang diperintahkan bosnya. Mereka masuk ke dalam coffe shop tersebut dan melihat sekelompok orang yang duduk. Sudah pasti semua wajah yang ada di sana sangat di kenali mereka.

__ADS_1


__ADS_2