Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 158


__ADS_3

maaf ya reader author baru muncul.


udah hilang tanpa jejak.


beberapa hari ini asam lambung author naik. jadi gak mood untuk nulis. 😭😭😭


maaf ya lama nunggu.


🙏🙏🙏🙏


********


androw mengantar gadis nya pulang setelah mereka minum di coffe shop.


ara.


suara androw yang memanggil namanya, membuat ia menghentikan gerak tangan nya yang semula akan membuka pintu mobil.


ada mas?


ucap nya kemudian.


ara, apa kamu mau menerima lamaran aku,


apa bila aku sudah muslim.


ungkap pria itu.


ara diam.


kemudian iya membuka pintu mobil tersebut.


iya turun dari dalam mobil.


insyaallah Ara terima. apa bila mas sudah bisa sholat dan menjadi imam saat shalat.


Dan mengerjakan shalat 5 waktu tanpa menunda-nunda nya. setelah mas jadi suami Ara, mas lah yang akan menjadi imam Ara. mas yang akan menjadi imam di saat sholat,. mas juga yang akan menjadi imam untuk membimbing Ara Ara serta anak-anak.


ucap gadis tersebut. dan gadis itu berlalu pergi.


kalimat terima yang di katakan gadis itu membuat tubuh pria nan kekar tersebut terdiam dan membeku. iya seakan tidak percaya dengan yang didengarnya tidak percaya dengan ucapan gadis tersebut.


cukup lama iya diam di kursi kemudi nya.


dan kemudian ia baru sadar, ternyata gadis itu sudah tidak ada di tempat nya.


androw turun dari dalam mobil. iya masuk ke dalam rumah yang pintu nya masih terbuka. Linda dan amin yg duduk di ruang tamu langsung menyambut kedatangan androw.


umi, Aby. saya langsung pulang saja.


ucap nya berpamitan.


oh gak makan dulu. tanya Linda.


gak usah umi. jawab nya yang terpatah-patah saat berucap. iya sudah mulai belajar bahasa Indonesia.


Linda yang melihat putri nya langsuns masuk ke dalam rumah, kemudian bertanya kepada pria yang tinggi tersebut. iya mendongakkan kepalanya ke atas agar dapat mihat calon minantu nya tersebut.


kamu berantam dengan Ara.


tanya nya kemudian.

__ADS_1


no umi.


ara menerima lamaran saya kalau saya bisa sholat. ucap Nya dengan ucapan yang tidak pasih dan terpatah-patah.


amin dan Linda Tampak tersenyum.


insyaallah Abi Yang akan bimbingan kamu untuk sholat. ucap amin sambil tersenyum.


tubuhnya yang rendah dan kecil tersebut, langsung di peluk erat androw yang berdiri di depan nya.


thanks Aby. thanks aby


ucap nya lagi.


Linda memamingil putri nya saat androw akan berpamitan.


saya pamit, umi Aby.


saya akan jemput umi dan Aby besok.


jadwal nya sore. setelah umi dan aby pulang dari sekolah.


yang di terjemahkan Ara.


iya nak androw. iya menyalami amin. dan menakupkan telapak tangannya berpamitan kepada kedua wanita yang ada di depan nya.


*********


androw menjemput ara dari kekampus jadwal khitan nya sore jam 5. setelah menjemput ara, androw langsung ke rumah amin. iya menjemput amin dan juga Linda.


iya langsung mengemudi kan mobilnya ke rumah sakit.


Wahyudi langsung menyambut androw. mereka berjabat tangan.


apa kabar Mr. androw.


baik. ucap pria bule tersebut.


dokter Wahyudi tersenyum melihat nya.


Anda tidak perlu takut. Santai saja.


bagaimana mungkin aku bisa santai.


ucap androw.


ini tidak seburuk yang kau takutkan.


habibi yang mendengar kan tersebut tampak tertawa.


dulu sewaktu kami masih kecil. dokter Wahyudi sampai menangis-nagis karena takut di sunat. ucap nya kemudian.


Wahyudi Tampak kesal saat peristiwa memalukan nya di beberkan.


benarkah. ucap androw yang tampak begitu antusias.


iya, bahkan dia di rayu oleh mamanya dan papanya untuk di belikan play station terbaru.


androw tertawa lepas saat mendengar itu.


setidaknya bukan hanya dia laki-laki yang takut sunat.

__ADS_1


waktu itu usia ku 9 tahun. jawab Wahyudi.


mereka berjalan melewati ara. mata androw tertuju pada gadis cantik tersebut.


amin yg sudah memegang peci dan juga kain sarung, akan masuk ke dalam ruangan tersebut untuk membimbing androw mengucapkan kalimat syahadat.


saat iya akan masuk ke dalam ruangan, langkah kaki nya terhenti saat mendengar suara gadis pujaan hatinya memanggil nya.


ara berjalan mendekat ke arah androw yg berdiri di depan pintu dan yang lainnya sudah masuk ke dalam. termasuk salah seorang mantri yang menjadi asisten Wahyudi.


mas, ucap gadis tersebut. dengan mendongakkan kepalanya.


androw melihat gadis tersebut dengan menundukkan kepalanya.


untuk pertama kalinya, gadis itu melihat nya begitu dekat. detak jantung pria itu berdetak semakin cepat.


mas gak usah takut. ini tidak seburuk yang mas pikirkan. ucap gadis tersebut dengan senyum yang mengembang di bibir nya. gadis itu tersenyum dengan memamerkan gigi putihnya yang rata.


untuk pertama kalinya androw melihat senyum gadis itu. senyum yang begitu cantik. ketakutan yang di rasakan nya hilang seketika. iya merasa kehangatan langsung memenuhi ruangan hati nya. wajah yang penuh kecemasan hilang seketika. saat ini yang ada tekat yang kuat dan keberanian.


iya tersenyum melihat gadis mungil yang berdiri di depan nya.


terimakasih ucap nya sambil menundukkan pandangan nya.


setelah amin membimbing androw untuk membaca syahadat. iya keluar dari ruangan itu. tak lama, androw keluar dari dalam ruangan tersebut dengan memegang ujung kain sarung nya.


anda tidak perlu cemas, saya meberikan obat yang berkualitas terbaik. sehingga bekas luka akan mengering dalam waktu satu hari. ini tidak ada masalah saat anda membuang air kecil. dan jangan kena air dulu. ucap Wahyudi yang berjalan di samping androw.


ara.


suara yang memanggil nya begitu sangat di kenalnya. iya memutar kepalanya ke belakang. iya melihat Arum yang berjalan bersama dengan Anita. iya langsung memeluk tubuh Sahab nya tersebut.


Arum di sini?


ucap nya.


iya Arum tadi ada di ruangan mami, ucap nya sambil memegang tangan Anita.


Anita tersenyum melihat Ara.


ara apa kabar, ucap nya kemudian. ara mencium punggung tangan Anita.


dan kemudian menjawab baik Tante.


Anita meninggal kan Ara dan arum. berjalan ke arah Linda dan amin.


habibi meminta orang nya untuk mengantarkan androw pulang ke hotel nya.


*************


visual Ara dan Androw ya






__ADS_1


__ADS_2