Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 318


__ADS_3

"Arum juga baru tau semalam kalau mas Imam dekat sama kak May dan hari ini langsung ke solo," ucapnya.


Habibi hanya diam dengan mulut yang sedikit terbuka saat mendengar ucapan istrinya."Jadi Imam tahu May sarah mau dilamar baru semalam?" tanya.


"Iya, semalam Arum ke butik kak Eka, Arum cerita tentang Kak May yang pulang kampung untuk acara lamaran. Kak Eka kaget dengar Arum cerita, terus kak Eka bilang kalau kak May dekat sama mas Imam. Kak Maya juga bilang gitu tentang kak May yang dekat sama Mas Imam. Tadi sekitar jam 1 Kak Eka telepon Arum bilangin kalau dia bakalan ke Solo ngelamar Kak May.


Habibi hanya diam saat mendengar ucapan istrinya. "Mas masih nggak percaya," ucapnya.


"Jadi kalau seandainya Mey Sarah sudah menerima calon yang dipilihkan keluarganya gimana dengan Imam?" tanya Habibi.


" Ya nagis lah," ucap Arum yang kemudian tertawa. "Arum gak kebayang gimana nasib mas imam kalau kak May terima lamaran dari pilihan orang tuanya. Kak Eka cerita sudah siapkan untuk hantaran langsung," ucap Arum.


"Berarti langsung kamaran ya?" ucap habibi.


"Iya,' jawab arum.


"Sepertinya sekarang nggak lagi musim hujan," ucap Habibi


" Apa hubungannya dengan musim hujan?" tanya Arum.


"Iya biasanya musim hujan, musim kawin," ucap Habibi yang membuat istrinya tertawa.

__ADS_1


"Jadi kalau May Sarah menerima lamaran mas Imam sudah pasti May Berhenti, jadi pengawal pribadi adek."


"Sebenarnya Arum nggak terlalu penting mengawal, Tiap pagi Arum berangkat sama mas, pulang juga mas jemput terus," ucapnya memajukan bibirnya.


Habibi menjepitkan jarinya di bibir istrinya dan menarik bibir yang kecil nan mungil itu ke depan. "Sepertinya dijemput suaminya nggak senang ya," ucapnya.


Arum tertawa saat mendengar ucapan suaminya. "Senang kok," Ucapnya yang tersenyum lebar.


"Terus kenapa bibirnya dimajuin?" tanya Habibi.


"Arum monyongin biar dicium," ucapnya yang tersenyum manja sambil memejamkan matanya dan memajukan bibirnya ke depan.


Habibi tersenyum ketika melihat istrinya yang begitu sangat menggemaskan. Ia memajukan duduknya di ujung kursi agar bisa mencium bibir istrinya yang duduk di depannya. Habibi mencium bibir istrinya dengan sangat lembut


"Arum gak perlu pengawal pribadi, hanya saja yang penting untuk jagain Vira," ucapnya.


"Iya juga," Jawab Habibi yang masih belum puas menciumi bibir istrinya.


"Kita lihat nanti aja kalau seandainya memang kak May minta berhenti, karena sudah mau menikah, kita akan cari pengawal pribadi yang baru," ucapnya.


"Arum sudah siap, pulang sekarang," ucapnya memandang suaminya.

__ADS_1


"Dek, mas masih belum puas," ucap Habibi.


"Ini rumah sakit mas," ucap Arum yang membesarkan matanya.


Habibi masih diam tanpa beranjak dari tempat duduknya dan memandang istrinya.


"Mas, Apa masih mau di sini. Apa mau minum minum kopi dulu?" ucapnya.


"Lebih enak minum kopi rumah. Di rumah bisa minum kopi sambil minum susu," ucapnya masih kesal dengan istrinya.


"Kopi sama susunya dipisah, Mas minumnya satu persatu. Kopi dulu atau susu dulu. setelah minum satu persatu, agar teraduk rata dan menjadi kopi susu. Mas tinggal goyang-goyang aja agat teraduk rata," ucap Arum sambil tersenyum.


Habibi tertawa mendengar ucapan istrinya. "Ini Ibu Dokter ngasih resep minum kopi susu gimana sih?" ucapkan.


Arum tertawa saat mendengar pertanyaan suaminya.


"Pulang," ucapnya yang menarik tangan suaminya.


"Yang tadi sambung di rumah ya," ucap Habibi.


Nggak mau Arum capek," ucapnya yang berjalan di depan suaminya.

__ADS_1


***


Author akan tambah ya. maaf nyicil soalnya author takut naskah gak tersimpan. 🙏🙏


__ADS_2