
Arum menatap langit-langit kamarnya. Hatinya serasa sedang berbunga-bunga. Ia senyum-senyum sendiri. Dipegangnya dadanya. Ya Allah. Apa ini namanya jatuh cinta???
Tak lama notifikasi wa nya masuk pesan dari Habibi. Ia berbalas pesan wa. Ia baru tidur setelah melakukan shalat isya dan shalat istikharah.
********
Habibi masih menatap layar ponselnya yang sudah mati. Foto Arumi yang diambilnya dari ig gadis tersebut secara diam-diam. Foto gadis yang berdiri sambil membuka pintu mobil dengan wajah menghadap kamera dan tersenyum. Foto yang belum lama di posting nya. I love you sayang. Kemudian ponsel tersebut di letaknya di nakas.
Namun sebelum ia tidur di ambilnya kembali benda persegi nan tipis tersebut. Dikirimnya pesan wa untuk gadis yang membuat matanya sulit terpejam.
Heaven's Angel
I love you sayang.
Mas akan selalu cinta sama adek.
I miss you always.
😘😘😘
dream about me in your sleep
Ia kembali memandang foto tersebut dan kembali meletakkan ponsel tersebut di nakas.
Tak lama notifikasi wa masuk.
Heaven's Angel
😍😍😍
Thanks for the love. I miss you, too.
Rona bahagia terpancar dari raut wajah pria tersebut.
Habibi.
Mas tunggu jawabannya besok sayang.
Heaven's Angel
kok besok?
Habibi
Ia kalau 1 tahun lagi kelamaan
Heaven's Angel
Pakai perasaan dong mas. Gak kasihan apa sama jantung Arum yang sudah mau lepas.
Habibi
Kenapa mau lepas sayang?
Heaven's Ange
Ia mikirin jawabnya.
🤔
Habibi
tinggal jawab ia atau gak.
Heaven's Angel
🤦
Habibi
mas tunggu besok.
Bidadari surga ku.
Heaven's Angel
tunggu Arum cukup umur dong mas. 🤪
Habibi
adek cukup umur.
Mas cukup tua. 😂
Heaven's Angel
Arum malu
Habibi
malu apa?
Heaven's Angel
malu di ketawain.
Habibi
gak ada yang mau ngetawain.
Heaven's Angel
mas, Arum tidur lagi ya.
Habibi.
__ADS_1
Iya sayang.
I love you.
😘😘😘
Heaven's Angel
🥰 nih udah nempel.
Habibi.
Lihat besok.
Heaven's Angel
kenapa?
Habibi
langsung nempel.
Heaven's Angel
Arum besok pagi kampus.
😂
Habibi
mas jemput.
Heaven's Angel
gak mau.
Habibi
wajib mau.
Heaven's Angel
jangan cium
Habibi
dikit aja sayang.
Heaven's Angel
gak mau.
Habibi.
Heaven's Angel
met istirahat ya.
Arum dah ngantuk.
Habibi
😘😘😘😘
bonus.
*********
“Kak, ibu kami berangkat ya.” Azzam dan Aisah berpamitan setelah menghabiskan sarapan nya dan mencium punggung tangan kedua wanita tersebut.
“Adek, hati-hati bahwa motornya.”
“Iya kak. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumsalam.”
“Gimana udah kamu putuskan?”
“Semalam Arum mimpi Bu. Setelah sholat istikharah.”
“Mimpi apa?”
“Arum wisuda. Mas Bibi gandeng tangan Arum sambil menggendong anak laki-laki. Yang berumur 2 tahun.”
“Itu suatu petunjuk nak bahwa kamu menerimanya. Lagi pula, kalau kamu lama-lama gantung Habibi, bagaimana kalau dia di jodohkan sama maminya. Walau bagaimanapun, Habibi anak satu-satunya dan sudah pasti ibuk Anita pengen cepat punya pewaris.”
Dada Arum langsung sesak. Kenapa dia gak pernah berfikir ke sana. Kenapa dia begitu yakin kalau Habibi pasti akan menunggunya. Rasanya ia tidak sanggup menjawab perkataan ibunya. “Bu, taman-teman ibu yang nikah muda. Apa rumah tangganya baik-baik saja?”
“Rumah tangga mereka baik-baik saja, bahkan mereka sekarang sudah bercucu. Kalau di pikir mereka menikah karena perjodohan. Tapi mereka hidup harmonis. Lambat menikah gak menjamin rumah tangga langgeng. Kedewasaan seseorang gak bisa di ukur dari umur. Lagi pula, kalau umur kita lebih muda dari suami maka suami banyak ngalahnya. Ibu sama ayah, jarak umur 10 tahun. Waktu ibu menikah dengan ayah, umur ibu 20 tahun, sedangkan ayah Arum 30 tahun. Ayah itu sangat perhatian sama ibu. Dia gak pernah marah sama ibu walaupun kesalahan ibu sangat besar menurut ibu. Semarah-marahnya dia, dia akan mencubit hidung ibu dengan sangat pelan dan berkata. Besok jangan diulang ya.” Mata Siti Tampak berkaca-kaca.
“Ayah romantis ya bu.”
Siti tersenyum.
“Jadi karena itu, ibu gak mau mengakhiri masa janda ibu.” Kata Arumi sambil tersenyum jahil.
“Kamu ya,” Siti mencubit pipi anak gadis nya.
Setahu Arumi, ada beberapa laki-laki yang mendekati ibunya, namun ibu nya menolak.
“Bu, Arum sudah siap sarapan. Arum langsung ke kantor ya Bu.”
“Iya, hati-hati ya. Salam dengan calon minantu idaman ibu.”
Wajah Arum memerah.
__ADS_1
“Iya bu.”
Siti mencium pipi serta kening anak gadisnya.
********
Arum melihat Sasa yang duduk di mejanya. Arum sangat merindukan kantor yang sudah hampir dua Minggu tidak didatanginya. Ia rindu dengan ruangan kerjanya.
“Mbak Sasa.”
“Arum,” Sasa langsung memeluk gadis tersebut. “Kamu masuk hari ni?”
“Iya mbak, tapi jam 10 Arum ke kampus.”
“Gak apa mbak kangen. Kamu tau gak? Mbak kesepian gak ada kamu.”
Arum juga kangen sama mbak.
“Gimana, tangan kamu. Apa masih sakit?”
“Sekali-kali ada rasa nyerinya. Mungkin belum sembuh total.”
“Kapan lagi kontrol?”
“Lusa.”
Obrolan mereka terhenti saat melihat Habibi datang bersama dengan Rasid. Senyum langsung mengembang di wajah tampan pria tersebut saat melihat Arum ada di meja Sasa.
“Semenjak kamu gak masuk, pak Habibi manyun terus. Ini baru senyum gitu.” Sasa berbisik di telinga Arum.
“Masak iya mbak?”
“Iya mbak gak bohong.”
Habibi yang semakin mendekat membuat kedua gadis tersebut menghentikan obrolannya.
“Udah datang?”
“Sudah pak,” jawab Sasa dengan spontan. Tapi sebenarnya dia sadar, bahwa pertanyaan tersebut bukan untuknya. Mana pernah bosnya nanya dia udah datang. Yang ada si bos akan langsung masuk keruangannya. Tapi kenapa dia harus jawab. Sasa merasa bahwa dia sedang dalam kondisi oon.
“Maksud saya Arum.”
“Duh, kenapa di pertegas sih pak.” Sasa tampak malu dan hanya menundukkan kepalanya.
“Udah pak.” Jawab arum.
“Langsung ke ruangan saya, saya mau ngomong.”
“Iya pak.” Jawab gadis tersebut.
Wibawanya sebagai bos, buat jantung Arum berdetak semakin kuat. “Apa lagi yang mau di omongin jawabannya.”
Bibir Arum tampak memucat. Pintu ruangan Habibi langsung tertutup.
“Rum, pak Habibi mau ngomong apa sama kamu? Kenapa mukanya serius gitu sama kamu. Gak seperti biasa.”
Arum mengangkat bahunya.
“Kamu semangat ya. Muka kamu sampai pucat gitu.”
“Masak sih mbak.”
“Iya rum.”
“Mbak, Arum masuk dulu ya.”
“Iya. Hati-hati.”
Arum menganggukkan kepala.
“Bismillahirrahmanirrahim.” Arum membuka pintu besar tersebut. Ia melihat Habibi duduk di meja kerjanya.
Melihat Arum yang sudah duduk di depan nya. Iya berdiri. “Tunggu sebentar ya.”
“Iya mas.”
Habibi berjalan ke arah pintu dan keluar.
“Sa.”
“Iya pak.”
“Kalau ada yang datang untuk jumpa dengan saya. Suruh tunggu. Sampai urusan saya selesai.”
“Iya pak.”
Habibi kembali masuk keruangannya, mengunci pintu tersebut dan duduk di depan Arum.
“Kenapa pintu nya di kunci mas?”
“Biar gak ada yang ganggu. Gimana?”
“Gi gi gimana maksudnya mas,” dengan bibir yang tampak pucat.
“Lamaran mas. Ingat mas lamar adek udah lebih 5 kali. Kali ini mas gak mau di suruh tunggu 4 tahun lagi.”
Arum diam. Jantungnya yang sudah berdetak dengan hebatnya. Saat ini ia butuh waktu untuk keluar ruangan tersebut dan menghirup udara.
**********
makasih dukungan nya ya reader.
hari ini sesuai permintaan reader, up yang banyak.
nih author up yg 3.
__ADS_1