
cukup lama Lely berada di dalam kamar perawatan Arumi. mengendong vira membuat ia merasa sangat senang. Ia begitu asik bercerita dengan Arumi juga Anita.
Ia sudah mulai dekat dengan Arum setelah beberapa kali Arum datang ke rumah nya.
" Mbak Lely kan cantik, pintar, terus kuliah keluar negri. pasti punya banyak mantan kan?"tanya Arum
Lely tertawa saat mendengar nya. " Mbak gak pernah dekat dengan cowok apa lagi pacaran," jawab nya.
" Masak sih Mbak?" tanya Arum yang tampak penasaran.
" Di Kanada Mbak cuman fokus kuliah,. gimana mau cepat selesai dan bisa pulang ke Indonesia,"
" Jadi Dokter Wahyudi yang pertama ya?
Arum gak nyangka kalau cewek secantik Mbak Lely gak pernah pacaran. atau jangan-jangan Aisah seperti mbak Lely?"
Lely tampak tersipu malu
" Aisah kenapa?" tanya nya.
" Udah cinta sejak kecil," jawab Arum.
Mendengar ucapan Arum Lely hanya diam.
Wajah nya tampak memerah.
" Mbak pamit ya, soalnya ada praktek," ucap nya.
" Ia Mbak, makasih ya sudah datang," ucap Arum.
Lely kemudian memberikan bayi tersebut ke tangan ibunya. bayi itu tampak mulai bergerak-gerak.
" Ih dari tadi sama Tante tidur terus. gitu Tante mau pergi baru bangun," ucapnya ketika Mata bayi Vira terbuka, tangannya mengusap rambut tebal bayi tersebut.
" Mbak Ly sering-sering datang ya," ucap arum
Lely tersenyum dan kemudian mengangukan kepanya. Lely berpamitan dan kemudian ia pergi meninggalkan kamar tersebut.
****
Ini hari pertama pria satu anak itu memulai aktivitasnya ke kantor, Sudah satu Minggu Ia tidak masuk kantor. Ia melakukan rapat mengunakan zoom. Rasid juga akan mengantarkan berkas-berkas penting ke rumah nya.
Arum yang duduk bersandar di kepala tempat tidur, sambil menyusui putri nya. sedang memperhatikan suaminya. suaminya sedang sibuk mencari pakaian di dalam lemari.
"Arum cariin Mas," Ucapnya saat melihat suaminya masih sibuk memilih kemeja
"Nggak usah Dek Mas aja, Adek susuin aja anak," ucap pria itu penuh dengan keyakinan.
Arum masih memperhatikan suaminya yang sejak tadi mengeluarkan baju kemeja namun tidak memakai nya, dan entah sudah berapa banyak tumpukan kain tersebut yang sudah di keluarkan dari dalam lemari.
__ADS_1
"Sudah dapat Mas?" tanya Arum lagi.
"Belum sayang, masih bingung ini mau pakai baju yang mana ya. Terus kalau mas pakai baju kemejanya yang ini Jas yang mana yang cocok? " ucap Habibi
Arum kemudian berdiri dari tempat tidur ia berjalan kearah lemari ia melihat suaminya yang masih sibuk memandang deretan baju kemeja yang tersusun di dalam lemari, dan juga jas yang tergantung di dalam lemari tersebut.
Arum gendong putrinya yang sudah tertidur. " " Pengang Vira ya mas, biar Arum ambilin bajunya," ucap Arum.
Habibi mengambil alih putri nya. Ia mengendong bayi yang di bedong tersebut. Ia juga mencium pipi putrinya bertubi-tubi .
" Jangan di gangguin mas, udah tidur itu," ucap Arum.
" Gemes dek lihat nya, kalau gak boleh anaknya, mas cium miminya ya. ucapnya yang memajukan bibirnya dan langsung mencium pipi istri nya.
Arum hanya tertawa. Ia mengambil baju kemeja berwarna biru muda . Ia juga memelih jas berwarna biru pekat. dan dasi yang bermotif biru garis-garis.
Ia kemudian meletakkan baju tersebut ke atas tempat tidur. Arum juga menyiapkan pakaian dalam suaminya.
Habibi meletakkan bayi nya dengan sangat berhati-hati, agar putri mungilnya tidak bangun.
pria itu masih melingkar kan handuk di pinggang nya.
Ia kemudian memakai baju yang sudah di siapkan istrinya.
" Dek, apa gak bisa di diskon?" tanya pria tersebut saat ia sedang mengenakan baju kemeja.
" Apanya yang didiskon mas?" tanya Arum.
Arum tertawa saat mendengar jawaban dari suaminya. "Ya enggak bisa mas," jawabnya.
satu minggu aja udah nyiksa dek, gimana 40 hari coba," Ucap pria.
Arum tertawa memandang wajah suaminya, Ia juga sebenarnya kasihan saat melihat wajah Suaminya yang penuh harap. ia kemudian memegang pipi suaminya.
" Ya nggak tahu sih mas Tapi kalau menurut orang-orang wajib 40 hari," jawabnya.
" Buat 20 hari boleh enggak yang, siapa tau ada dispensasi" tanya Habibi lagi.
Arum diam dan kemudian menggelengkan kepalanya.
Pria itu sudah berpakaian rapi, ia lebih memilih sarapannya di antarkan kekamar dari pada harus sarapan di meja makan sendiri.
setelah menghubungi dapur, tidak lama pelayan di rumah nya datang membawa kan sarapan.
Ia sarapan bersama dengan istrinya. setelah menyelesaikan sarapan nya. Ia kemudian bersiap untuk langsung ke kantor.
pria itu mencium Putrinya terlebih dahulu.
" pipi kerja dulu ya nak, cari uang yang banyak. doain papi pulang membawa rezeki yang halal untuk adek dan juga Mimi," ucap pria tersebut.
__ADS_1
Arum yang mendengar ucapan suaminya tersenyum. "Amin," Ucapnya.
Habibi memeluk istrinya, dan kemudian Ia mencium kening istrinya. "Mas berangkat ya," ucapnya.
"Arum antar ke terasa mas," Ucapnya.
" Gak usah dek, antar mas depan pintu kamar aja Ucapnya.
" Iya mas," jawab Arum.
pria itu menciu pipi putrinya dan kemudian mencium kening putri nya.
" Pipi bakal rinduin nak gadis pipi nih . ucap Habibi.
Ia kemudian mencium istrinya.
seperti yang di minta suaminya, ia mengantar suaminya Sampai di depan pintu kamar.
" Adek jangan lasak-lasak ya. habis melahirkan harus hati-hati. jalannya pelan-pelan aja jangan lari-lari. ucapnya mengingat kan istrinya.
" Iya mas," Jawab Arum
"Nanti ibu sudah ke sini, Mas enggak usah cemasin kami," Ucapnya.
Habibi mengangukan kepalanya.
setelah berpamitan ia meninggal istrinya.
***
pria itu begitu sibuk dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk.Begitu banyak yang diurus dan juga diselesaikannya mengingat selama 1 minggu Ia hanya melakukan pekerjaan dari rumah saja. Pertemuan dengan klien pentingnya yang sempat ditunda akan dilaksanakannya pada hari ini.
Habibie masih sibuk dengan layar monitor yang ada di depannya ia mengecek laporan yang dikirim dari Bali. laporan pembangunan hotel yang dimiliki investor Jepang tersebut sudah terlaksana 70% Ia juga melihat secara terperinci mengenai pembangunan hotel tersebut. Ia juga mungkin wajib pergi ke Bali untuk mengecek langsung tentang kondisi pembangunan hotel yang saat ini masih dalam penyelesaian.
Habibie tidak ingin percaya kepada pekerja dan juga orang kepercayaannya begitu saja. Ia harus bertanggung jawab atas proyek nya, guna memberikan kepuasan terhadap klien nya. maka karena itu ia harus mengecek langsung pembangunan hotel tersebut
Habibie memeriksa laporan keuangan yang di kirim kan dari Bali secara terperinci.
Iya cukup puas dengan hasil kerja Akbar dan rekannya.
" Permisi pak," ucap Rasid yang sudah masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Ada apa?" tanya nya.
" kita akan bertemu klien 30 menit lagi pak. berdasarkan permintaan klien tersebut, agar pertemuan kita dengan pengusaha asal Inggris tersebut di lakukan restoran yang berasa, hotel tempat ia menginap .
baiklah kita akan langsung ke sana. ucap Habibi saat ia mulai mematilan layar komputer nya .
****
__ADS_1
like komen dan vote nya ya reader.
terima kasih.