Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 268


__ADS_3

Arum merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia merasa cukup lelah setelah seharian mengurus acara makan malam mereka. Ia begitu senang saat melihat acara makan malam keluarga mereka berjalan dengan sangat baik. Keluarga mereka semakin memperkuat tali silaturahmi antara satu sama lain.


Dia teringat Bagaimana reaksi pengamen jalanan tersebut saat ia memberikan uang untuk mereka. Mereka tidak ada henti-hentinya bersujud mengucapkan terima kasih saat mereka melihat jumlah uang yang telah diberikannya. Bila Ia mengundang artis-artis terkenal, penyanyi-penyanyi terkenal untuk mengisi acara family party yang diadakan nya, sudah pasti honor yang akan diberikannya 10 juta untuk 1 orang penyanyi itu tidak lah mencukup. Mengingat berapa bayaran mereka sekali manggung. Namun berbeda dengan pengamen jalan tersebut. Uang yang diberikan nya, begitu besar untuk mereka. Berulang kali mereka menanyakan uang tersebut. Tangan mereka bahkan bergetar saat memegang uang yang diberikan nya.


Habibi memandang istrinya, Ia tahu bawa istrinya begitu sangat kelelahan. Ia kemudian tersenyum memandang istrinya.


" capek?" tanya nya.


Dengan cepat Arum menggelengkan kepalanya. Ia tidak berani untuk mengatakan bahwa Ia sangat lelah. Sebelum suaminya pergi kekantor, suaminya sudah mengingatkan nya. Seharian Ia mondar-mandir untuk mengurus acara family party. Ia mengontrol semua pekerjaan yang di lakukan oleh pekerja di rumahnya.


" Gak kok," jawabnya.


" Beneran gak capek?" tanya Habibi. yang menatap istrinya.


" Ia mas," jawab Arum sambil tersenyum.


Habibi berbaring di sebelahnya. Ia melingkarkan tangannya di perut istrinya.


" Kita istirahat ya sayang," ucapnya kemudian mengusap istrinya dan mencium kening istrinya tersebut.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Jadi istri kenapa bandel, udah dilarang Jangan capek masih juga gak dengar," ucapnya yang mencubit pipi istrinya.


Arum tersenyum memandang suaminya tersebut. " Acara seperti ini jarang mas kita lakuin. Jadi wajar dong kalau Arum mau acaranya benar-benar sukses," ucapnya sambil tersenyum.


" Adek gak dengar apa yang mas omongin. Adek tinggal nyuruh pekerja siapkan semua," ucapnya.


Arum tahu suaminya marah, Ka kemudian mencium bibir suaminya.


Habibi hanya diam saat istrinya mencium bibirnya.


Arum berusaha untuk merayu suaminya tersebut hingga suaminya akhirnya tersenyum kepadanya dan menciumnya.


" Ya udah yuk kita tidur sayang," ucapnya melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.

__ADS_1


***


Eka sedang mempersiapkan pernikahannya bersama dengan Heri. pernikahannya akan berlangsung dua bulan lagi.


Ia mulai sibuk untuk mempersiapkan pernikahannya bersama Heri.


Eka tersenyum saat memandang ponselnya berdering, Ia melihat panggilan video call dari Heri. Ia kemudian mengangkat panggilan sambungan telepon tersebut. " Halo Assalamu'alaikum Mas," ucapnya sambil tersenyum.


" Waalaikum salam sayang. Lagi ngapain sayang ?" tanya Heri.


" Lagi merancang gaun pengantin," jawabnya.


" Buat kita atau buat orang?" tanya Heri.


" Buat kita," jawab Eka.


" Mas lagi ngapain?" tanya.


Heri tersenyum. " Biasa lagi duduk-duduk," ucapnya. Yang mana pekerjaannya memang seperti itu, lebih banyak waktu duduk dari pada waktu bekerja.


Eka memajukan bibirnya. " Baru ketemu tadi," ucapnya.


" Gak tahu sayang, sekarang rasa kangennya makin gede," ucap Heri.


" Eka juga kangen," ucapnya sambil tersenyum.


Heri tersenyum saat mendengar ucapan calon istrinya, yang sudah berani untuk mengatakan kangen dengan nya. Cukup lama mereka berbicara lewat sambungan video call tersebut. Ia kemudian mematikan sambungan telepon ketika Habibi akan pergi bertemu dengan klien nya.


Eka duduk di meja kerjanya. Ia melanjutkan rancangan gaun untuk pernikahan nya nanti.


Ia Mulai jenuh berada di dalam ruangannya, Ia keluar dari ruangan tersebut untuk melihat tokohnya.


" Eka," ucap seseorang yang memegang tangannya.


Eka sangat terkejut saat mendengar suara orang tersebut. Suara itu begitu sangat dikenalnya. Suara yang tidak akan pernah di lupakan nya. Ia langsung memandang wajah orang yang sedang memanggil dan memegang tangannya tersebut.

__ADS_1


Ia merasa tubuhnya menegang saat melihat wajah pria itu. Ia terlihat begitu sangat marah saat melihat siapa yang sudah memegang tangan nya.


" Ternyata benar Eka Pratiwi seorang desainer terkenal itu adalah kamu," ucapnya yang ingin memeluk Eka.


Eka menarik tangannya dari pria itu. Ia langsung mundur beberapa langkah dari pria tersebut. Ia merasa sangat jijik ketika pria itu memegang tangannya.


Melihat respon wanita itu, Adam tahu bahwa wanita itu begitu sangat marah kepadanya. Adam berenca untuk merayu Eka, Ia yakin bahwa Eka masih mau kembali bersama dengan nya, mengingit mereka yang memiliki anak. "Eka Mas tahu kamu pasti marah sama mas-mas minta maaf," ucapnya.


Eka hanya diam memandang pria tersebut.


Ingin rasanya Ia meludahi wajah pria itu, menamparnya, dan memaki-maki nya habis-habisan. Agar Ia merasa puas.


" Apakah anak kita sekarang sudah besar?" tanyanya.


Eka masih Diam tanpa menjawab pria itu.


" Seharusnya sekarang usianya sudah 5 tahun ya ucap Adam.


Eka kemudian tersenyum memandang pria tersebut." Mas Adam," ucapnya.


Adam tersenyum." Iya ini Mas sayang," ucapnya yang kembali ingin mendekat kearah Eka.


Eka tersenyum dan kemudian kembali mundur. " Maaf Mas jangan dekat-dekat," ucapnya sambil tersenyum.


" Kenapa sayang apa kamu gak mau dekat lagi sama mas," ucapnya yang seakan-akan Ia tidak ada pernah berbuat salah.


Eka tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. " Maaf Mas, hanya saja sekarang aku menjaga jarak dengan laki-laki," ucapnya


" Apakah karena kamu sekarang sudah berpenampilan seperti ini.


Makanya kamu tidak ingin dekat sama Mas?" Atau karena di sini rame ?" ucapnya sambil tersenyum menggoda.


" Eka menganggukkan kepalanya, Mas duduk aja dulu di sini," ucapnya yang menunjuk kursi tersebut. Eka mau ke dalam sebentar, tadi ada yang sedang eka kerjakan," ucapnya.


***

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader m terima kasih atas dukungan nya.


__ADS_2