Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 255


__ADS_3

Heri sudah menemukan keberadaan Imam abang kandung Eka. Ia langsung menghubungi pria tersebut, Ia juga sudah membuat janji untuk berjumpa dengan Imam. Mereka sudah membuat janji untuk bertemu di sebuah kopi shop yang telah mereka tentukan.


Heri duduk di dalam coffee shop tersebut sambil menunggu kedatangan Imam, Ia sudah memesan coffe dan menyerumput kopi yang di dalam cangkir tersebut. Ia duduk dengan begitu sangat santai nya.


Hari melihat seorang pria dengan tubuh yang tinggi dan tampan . Penampilan pria itu terlihat begitu sangat rapi. Pria itu memakai Jas berwarna abu-abu pekat. Dari penampilan nya terlihat bahwa Ia memiliki jabatan yang sangat baik di perusahaan tempat Ia bekerja.


Imam bekerja di sebuah perusahaan asing yang mana Ia sudah memiliki jabatan yang sangat bagus di perusahaan tersebut.


" Apakah anda Heri?" tanya Imam yang sudah berdiri di depan meja Heri.


Heri tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia kemudian berdiri dan menjulurkan tangannya yang di terima imam.


"Saya Heri," ucap nya.


" Imam," jawab nya.


" Silakan duduk," ucap Heri mempersilahkan.


Imam kemudian duduk di depan nya. Ia memesan minuman coffe kepada pelayan yang datang ke meja nya.


" Saya sebenarnya tidak banyak waktu hanya saja saya datang ke sini karena kamu mengatakan tentang Eka adik saya. Apa benar kamu mengenalinya?" tanya Imam, Wajah nya tampak begitu tegang saat memandang Heri.


Heri menganggukkan kepalanya. " Saya sangat mengenal Eka dan Saya berencana untuk menikah dengan Eka," ucapnya.


Imam tampak terkejut saat mendengar ucapan pria tersebut Ia kemudian menganggukkan kepalanya. " Apakah kamu sudah berjumpa dengan keluarga kami?" tanya.


" Sudah," jawab Heri.


" Sudah cukup lama aku tidak berjumpa dengan adikku Bagaimana kabarnya saat ini," tanya Imam.


" Kabar Eka dan juga putranya sangat baik," ucap hari.


Imam terkejut saat mendengar jawaban dari Heri. " putranya?


Apa maksudmu?" ucapnya dengan nada yang cukup tinggi.

__ADS_1


" Aku berjumpa dengan Eka 5 tahun yang lalu, waktu aku berjumpa dengannya di saat Ia sedang melahirkan di rumah sakit milik istri bos saya. Eka pernah satu kos dengan istri bos Saya.


Imam mendengarkan ucapan Hari Wajah pria itu sudah sangat sulit untuk dibaca.


" Bisakah kamu lanjutkan?" tanya nya.


Heri menganggukkan kepalanya. " Pada saat itu, Eka melahirkan di rumah sakit milik istri bos saya. Ia datang ke rumah sakit hanya dengan diantar oleh bidan dekat rumah yang disewa nya, tanpa ada sanak keluarga ataupun orang lain yang menemaninya. Ia datang ke rumah bidan itu untuk melahirkan, Ia datang sendiri dengan berjalan kaki. namun ternyata setelah 5 hari di rumah bidan itu anaknya tidak lahir-lahir sehingga bidan itu merujuknya ke rumah sakit untuk operasi Caesar. Ia juga yang menandatangani sendiri surat operasi Cesar tersebut dan istri bos saya yang merupakan teman Eka, pemilik rumah sakit itu akhirnya membawa eke ke salah satu rumah milik mereka.


Imam meneteskan air matanya saat mendengar ucapan Heri. " Bisakah saya berjumpa dengan adik saya?" tanya nya.


Heri mengangukan kepalanya.


" Istri bos saya juga yang membiayai seluruh biaya kehidupan Eka termasuk biaya kuliahnya. Sekarang Eka sudah menjadi seorang designer terkenal. Mungkin mas Imam kurang tahu tentang infotaiment sehingga mas tidak mengetahui kalau Eka Pratiwi seorang desainer itu adalah adik mas," sendiri ucap Heri.


Imam meletakkan tangannya ke matanya . Ia tidak bisa menahan air matanya yang mengalir begitu sangat deras. Saat Ia mendengar ucapan pria itu. Ia memejamkan matanya, Ia menangis saat mendengar cerita tentang adiknya. " Pria yang menghamili adikku di mana dia?" tanya yang mengepalkan tangannya.


" Tidak tahu karena ternyata semua biodatanya palsu. Eka juga tidak memiliki fotonya. Kami sudah mencoba untuk mencari nya. namun kami tidak dapat menemukan nya," Ucap Heri.


" Apakah keluargaku tidak mau menerimanya?" tanyanya.


" Pada saat Eka mengatakan bahwa Ia hamil, keluarganya mengusir nya. Saat Ia baru selesai melahirkan, Ia tidak memiliki biaya untuk membayar uang rumah sakit. Agar bisa membawa anak nya pulang, Ia berencana untuk mendonorkan ginjalnya. pada saat itu ada keluarga pasien yang sedang mencari ginjal untuk putrinya. Mereka siap membayar 100 juta untuk pendonor ginjal tersebut dan Eka berencana untuk mendonorkan ginjalnya, agar ia bisa membayar biaya rumah sakit dan membawa putranya pulang. Sisanya bisa untuk kebutuhan hidup nya," ucap Heri.


Heri hanya diam memandang calon Abang ipar nya tersebut.


" Saat aku mendatangi kos-kosannya, Eka sudah tidak ada di sana. Teman-teman satu kosnya tidak ada yang tahu ke mana Eka pergi. Eka pindah dari sana tanpa ada memberitahu kepada siapapun. Aku menghubungi nomor ponsel nya, Namun ternyata nomornya sudah tidak aktif. aku begitu panik saat mengetahui adikku hilang begitu saja. Aku mendatangi hampir seluruh rumah sakit untuk mencari tahu apakah ada korban ataupun orang yang meninggal di rumah sakit itu yang tidak diketahui keluarganya. Setiap mayat ku lihat satu persatu namun aku tidak menemukan wajah adik ku di situ. Aku kemudian mendatangi kantor polisi, aku berpikir mungkin adikku saat ini berada dalam tahanan. karena melakukan tindakan kejahatan, namun di sana Aku juga tidak menemukan catatan kriminal tentang adikku. Aku mencari nya hingga berbulan-bulan , Aku terus mencari dan akhirnya pasrah dan berharap adikku baik-baik saja," ucap imam yang mengusap air matanya.


" Bila kamu sudah berjumpa dengan keluargaku, maka kamu pasti tahu seperti apa watak dari keluarga kami ," ucapnya.


Heri menganggukkan kepalanya. " Iya aku tahu," jawabnya.


" kamu benar-benar ingin menikahi adik ku?" tanya Imam yang memandang Heri.


" Iya aku sungguh-sungguh ingin menikahinya. Sebenarnya aku sudah lama meminta Eka untuk jadi istriku, sejak Daffa berumur 1 tahun. Namun Eka selalu menolak ku, dan saat sekarang Eka baru mau menerimaku," Ucap Heri.


" Jadi nama kaponakan aku Daffa?" ucapnya dengan mata yang merah.

__ADS_1


Heri menganggukkan kepalanya.


" Aku mohon agar kamu mau jaga adik ku.


aku yang akan menikahi kalian aku yang akan menjadi wali nikah nya, aku yang akan menghadapi keluargaku. Aku mohon agar kamu mau membahagiakan adik ku. Aku tau adik ku sebenarnya tidak pantas untukmu. kumohon tolong bahagiakan dia," ucap Imam yang tidak ada henti-hentinya mengusap air matanya dengan telapak tangan nya.


Heri menganggukkan kepalanya. " Pasti aku akan menjaganya. Selama ini aku selalu menjaganya dan juga Daffa," ucap Heri.


" Aku yakin kamu laki-laki yang baik. kamu bisa menjaga adik ku dan kaponakan ku," ucap Imam.


Heri menganggukkan kepalanya.


Imam menangis, Ia benar-benar merasa sangat sedih dan juga sangat menyesal telah gagal menjaga adiknya.


Heri Memandang pria itu. " Terimakasih mas Imam, mas perduli dengan calon istri aku. Aku mengira tidak ada yang memperdulikan nya. Aku yakin, Eka akan mampu bangkit bila ia memiliki keluarga yang mau mendukung nya." ucap Heri.


" Kapan rencananya kalian akan menikah?" tanyanya kemudian.


" Kalau bisa dalam waktu cepat ini ," jawab Heri.


" Aku akan menunda semua pekerjaanku, Aku ingin berjumpa dengan adikku," ucapnya.


Heri menganggukkan kepalanya. " Aku akan membawa mas Imam ke butik miliknya. Eka sekarang sudah sangat berubah. Aku yakin mas pasti Banga melihat nya. Dia sangat cantik, pintar dan juga sangat kuat dan tegar," ucap Heri memuji calon istrinya .


Imam memeluk nya. " Terimakasih kamu mau menerima adik ku," Ucapnya


Tunggu sebentar aku akan membatalkan jadwalnya ku," ucap nya yang melepaskan pelukannya dari tubuh calon adik ipar nya itu.


Heri mengangukan Kepala.


Imam menghubungi sekretarisnya agar meminta membatalkan seluruh agendanya hari ini.


Ia kemudian bersiap-siap untuk bertemu dengan adiknya.


****

__ADS_1


jangan lupa Like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungan nya.


😊😊🙏🙏


__ADS_2