
" Salah satu rumah yang dimiliki oleh perusahaan Pak Habibi. Saya akan membantu ibu membereskan barang-barang," Ucap May Sarah.
Eka hanya menuruti perintah yang disampaikan oleh May Sarah tersebut.
Tidak banyak barang yang mau dibawanya karena memang di rumahnya itu hanya sedikit perkakas yang dimilikinya. Ia ingin mengumpulkan baju-bajunya namun May Sarah melarangnya.
" Beritahu saja apa yang ingin di bahwa, kami akan menyelesaikannya." ucap May Sarah.
Eka menganggukkan kepalanya Ia duduk di lantai yang beralasan karpet plastik, karena memang di rumahnya tidak ada kursi.
Eka minta untuk membawa baju-bajunya ada di dalam lemari kemudian Ia bingung apalagi yang mau di bawahnya karena Ia hanya memiliki kasur tipis, kuali, kompor gas 1 tungku, tabung gas, kemudian sedikit piring dan gelas. hanya itu barang-barang yang Ia punya.
" Rumah yang akan di tempati disana barang-barangnya sudah lengkap Jadi kalau seandainya di bawahnya baju-baju saja bagaimana," tanya May Sarah kepadanya.
" Bagaimana dengan barang-barang yang lain?" tanyanya kemudian.
" Barang-barang yang lain akan kami jemput besok Bu. kami akan datang lagi ke sini untuk mengambilnya ," ucap May Sarah
" Iya gak apa saya bawa baju-baju saja," ucap Eka Kemudian. Ia menunjukkan satu tas kecil yang berisi perlengkapan bayinya yang sudah disiapkan nya sebelum bayinya lahir.
Setelah membawa semua barang-barang yang rasanya penting, May Sarah membantu nya untuk naik ke atas mobil. sedangkan bayi nya di gendong oleh Heri. May Sarah duduk di sebelah nya dan memegang bayinya.
Heri kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat pelan.
jalan masuk kerumah Eka sangat jelek dan juga berlubang. Heri membawa mobil itu begitu sangat berhati-hati. melihat wajah wanita itu tampak menahan sakit saat Ia tidak sengaja masuk lubang.
Seorang ART keluar dari rumah ketika Heri membunyikan klakson mobil nya. ART itu langsung membuka pagar rumah yang tinggi tersebut. Mobil itu masuk ke dalam halaman rumah mewah.
Eka memandang rumah mewah itu Ia berpikir bahwa itu adalah rumah Arumi.
" Silakan turun Bu," ucap May Sarah.
Dengan wajah yang masih bingung Eka turun dari dalam mobil tanpa banyak bertanya. Ia menuruti saja apa yang diperintahkan untuk nya.
" Tolong pegang Mas," ucap May Sarah memberikan bayi tersebut ke tangan Heri.
Heri menganggukkan kepalanya dan kemudian mengambil bayi tersebut.
" Pelan-pelan Bu, hati-hati ," ucap May Sarah yang memapah tubuh wanita tersebut.
Eka tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. " Terimakasih ya," Ucapnya.
" Silakan masuk Bu," ucap ART tersebut.
Eka melepaskan sandal nya dan kemudian masuk ke dalam rumah tersebut dan Ia duduk di sofa ruang tamu.
Ia memandang rumah tersebut, Rumah ini terlihat sangat mewah, lokasi nya juga berada di kawasan perumahan elit. Ia memandang ke seluruh sudut ruangan yang ada di dalam rumah tersebut. Ia tidak melihat temannya ada di rumah itu.
" Perkenalkan Bu, saya Surti yang diminta Ibu Arumi untuk menjadi ART disini dan saya yang akan membantu ibu untuk mengurus segala keperluan ibu," ucap Surti. Ia di pindahkan ke rumah tersebut untuk mengurus Eka karena dia yang sudah terbiasa bekerja di rumah Bidan. Ia sudah terbiasa mengurus bayi dan merawat wanita yang lepas melahirkan.
__ADS_1
Eka memandang wanita tersebut mulutnya terbuka saat mendengar ucapan wanita itu. Ia seakan masih belum mengerti apa yang saat ini sedang terjadi.
" Apakah ini rumah Arum ," Ucapnya ke pada art tersebut.
" Ini rumah salah satu yang menjadi aset perusahaan milik Habibi dan kebetulan rumah ini statusnya kosong, karena itu Ibu Arumi meminta Ibu untuk tinggal di sini ucap May Sarah.
"Rumah Ibu Arumi tidak di sini ini," ucap Bik Surti.
" Apakah saya akan tinggal di sini?" tanya Eka dengan ekspresi seperti orang bodoh.
"Iya bu, ibu akan tinggal di sini," ucap Surti.
" ibu Arumi berpesan bahwa Ibu akan menepati kamar yang ada di depan sini,"ucap ART tersebut menunjukkan kamar yang berada di lantai bawah.
Eka menggeleng-gelengkan kepalanya, Ia seakan tidak percaya dengan apa yang saat ini Ia alami. Saat dulu sewaktu Ia masih satu kos dengan Arumi, Ia tahu bahwa temannya itu sangat baik. Namun Ia tidak menyangka bahwa temannya itu akan berbuat seperti ini kepadanya. ini serasa mimpi baginya, mimpi indah yang tidak pernah dibayangkannya.
" kami permisi ya Bu, besok kemungkinan Ibu Arum akan datang ke sini," ucap May Sarah setelah tugasnya selesai untuk mengantarkan Eka ke rumah yang diperintahkan oleh bosnya tersebut.
Eka menganggukkan kepalanya. " Terima kasih ya," ucapnya kemudian.
' Ia diperlakukan begitu istimewa di rumah tersebut seperti mengantarkan makanannya ke dalam kamar kemudian menyusunkan barang-barang yang dibawanya. Ia seperti seorang nyonya besar berada di dalam rumah itu.
Melihat sikap Surti, Eka sangat bingung bagaimana mungkin Ia bisa nanti membayar gaji wanita tersebut.
" Untuk sementara saya akan tidur di kamar ibu untuk membantu mengganti perlengkapan bayi," Bim Surti yang membawa kasur lipat dan membentangkan nya ke lantai.
" Gak apa-apa Bu saya tidur di bawah saja," ucap Bik Surti.
" Jangan Bi di atas aja jangan anggap saya seperti majikan bik. Anggap aja saja seperti adek bibik sendiri," ucapnya
Setelah Ia melakukan perdebatan dengan bik Surti akhirnya bik Surti mau untuk tidur di atas tempat tidur bersama dengannya.
Iya seperti seperti kucing yang di buang dan terlantar . Yang kemudian dipungut oleh orang baik hati dan diberi tempat tinggal yang layak makan yang enak.
Eka tidur di sebelah putranya, Malam ini Ia akan tidur sangat nyenyak bersama dengan putranya ada di pelukannya.
****
" Arum," ucap Eka saat Ia melihat sahabatnya itu datang.
perum tersenyum memandang Eka. " Kak Eka Gimana kabarnya," tanya Arum.
" Kakak baik Rum," ucapnya dengan tersenyum.
" Arum terimakasi, Ucapnya yang begitu bersyukur masih ada orang yang begitu baik dan mau membantu nya. Sedangkan keluarga nya sendiri bahkan ayah dan ibu kandungnya nya tidak mau mengakui nya sebagai anak. dan bahkan mengusirnya tanpa belas kasihan. Bila Ia mengingat bagaimana Ia di usir dari rumah, tanpa memiliki apa-apa. malam itu hujan sangat deras, dan petir menyambar-nyambar. seperti adegan di film-filem yang pernah di tonton nya. Hanya saja dalam adegan film tersebut, pemeran utama nya di tabrak oleh mobil mewah. dan orang itu sangat kaya. Kemudian membawa korban tabrakan tersebut ke rumah sakit dan membawa pemeran utama tersebut pulang ke rumah nya dan kemudian menjadi istrinya.
Namun nasibnya tidak seberuntung itu. Ia mencari mesjid untuk bisa berteduh dan tidur Di teras masjid tersebut hingga pagi dengan kondisi perut yang sangat lapar.
Pagi ini Ia sudah tidak menagis lagi. Ia sudah tersenyum lebar saat melihat teman nya itu datang.
__ADS_1
matanya sudah mulai terlihat.
" iya kak Eka. ucap Arum.
" Makasih ya, Arum beneran datang untuk lihat kakak," Ucap nya sambil memegang tangan temannya itu.
Arum menganggukkan kepalanya. " Iya Kakak suka?" tanya nya.
" Sangat suka, tapi rasanya kakak gak pantes tinggal di rumah yang begitu mewah seperti ini ini saja rasanya nggak pantas," ucapnya yang duduk bersandar di atas kepala tempat tidur nya.
" Gak pantas bagaimana?" tanya Arum.
" Ini terlalu mewah, sebaiknya kakak tinggal di rumah yang kecil saja," ucapnya.
" Rumah ini kosong gak ada yang nempatin jadi lebih bagus kan kalau kakak tinggal di sini. Lagi pula rumah ini berada di perumahan elite. warga di permukaan ini sangat cuek dan tidak mau ikut campur dan mengurusi masalah orang lain. Arum yakin, kakak bakal betah tinggal di kawasan ini," Ucapnya sambil tersenyum.
Eka menangis memeluknya. " kakak tidak menyangka masih ada yang perduli sama kakak. Keluarga kakak saja semuanya membuang kakak tapi Arum mau membantu kakak dan melakukan ini semua untuk kakak," Ucapnya sambil mengusap air matanya.
" Kak Tidak ada manusia itu yang sempurna, Tidak ada manusia yang luput dari dosa. setiap manusia, yang masih memiliki nyawa maka Ia akan selalu melakukan dosa walaupun dosa terkecil yang terkadang tanpa kita sengaja. namun dari kesalahan-kesalahan yang kita buat, dari dosa yang kita lakukan kita akan belajar untuk lebih baik lagi. Apa yang terjadi saat ini jangan sampai terulang untuk yang kedua kali. Arum yakin dari segala ujian yang kakak hadapi pasti akan ada hikmahnya. Saat ini kakak harus berjuang untuk anak kakak karena Kakak lah ayah dan juga ibunya," ucap Arum yang tanpa menghakiminya namun sangat menyentuh hatinya.
" Terima kasih ya Arum, Kakak janji peristiwa ini takkan pernah Kakak ulangi untuk yang kedua kalinya. Kakak juga akan berusaha untuk lebih baik lagi. Tapi berapa lama kakak kan tinggal di sini," tanya Eka.
Arum tersenyum memandangnya. " kakak gak perlu memikirkan itu. Arum akan membiayai semua kebutuhan Kakak sama Dafa. nanti setelah Kakak kuat dan lepas hari kita pikirkan," ucapnya.
" Tapi Kakak gak mau menyusahkan Arum," ucap nya.
Arum menggelengkan kepalanya. " kakak gak nyusahin kok," Ucapnya.
" Kakak sekarang santai aja jangan banyak pikiran terus jaga kesehatan ingat Kakak itu baru habis melahirkan. Nanti setelah Kakak lepas hari, Kakak bisa beraktifitas kembali kita akan mencari cara untuk kakak selanjutnya," ucap Arum.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya." Kakak sudah sulit untuk bekerja, kakak hanya punya ijazah tamatan SMA yang biasanya Kakak pakai untuk bekerja di toko-toko. Tapi dengan sekarang kondisi kakak yang sudah seperti sekarang ,semua tempat rata-rata menolak Kakak. Mereka tidak ingin mengambil Kakak bekerja di toko mereka dengan alasan tidak ingin pelanggannya nanti pergi. kakak itu pandai mendesain baju, Kakak suka membuat gambar untuk baju. Hanya saja kakak tidak punya kemampuan untuk menjahit jadi kakak pengen belajar jahit Biar Kakak nanti bisa buka usaha sendiri jadi kakak nggak perlu cari-cari kerjaan," ucapnya yang begitu semangat saat Ia menjelaskan rencana untuk masa depannya.
" Bagus dong kalo gitu Nanti harum bakal masukin Kakak ke sekolah desain busana tapi setelah kakak lepas hari," ucap Arum
" Arum gak bisa sering-sering ke sini namun nanti mey Sarah akan mengurus semua kebutuhan Kakak," ucapnya kepada Eka saat Ia akan pergi meninggalkan rumah tersebut.
Eka tersenyum memandangnya dan kemudian memeluknya Ia tidak ada henti-hentinya mengucapkan kata terima kasihnya. "Kakak nggak tahu bagaimana nanti caranya untuk membalasnya," ucapnya kepada Arum
Arum menggelengkan kepalanya. " kakak nggak perlu membalas apa-apa,
lihat Kakak sudah berubah Arum sudah sangat senang ucapnya yang begitu tulus.
Makasih ya ucap Eka.
*****
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏
__ADS_1