Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 49


__ADS_3

Arum membuka pesan satu persatu dari Ardi.


Ardi 📲


Hai..


Weekend ini aku lagi gak ada tugas. Dan gak sibuk.


Apa kamu mau jalan-jalan?


Ardi 📲


Kamu di mana?


Ardi 📲


Kamu kenapa, apa ada masalah.


Ardi 📲


Jangan buat aku cemas


Ardi 📲


Please balas aktif kan hp kamu.


Ardi 📲


Arum


Arum 📲


Iya . Maaf aku baru balas chat kamu.


Kirim.


Tak lama terdengar suara balasan.


Ardi 📲


Baru pulang ke Jakarta?


Arum📲


Iya. Aku baru sampai.


Apa tawaran jalan-jalannya masih berlaku.


Soalnya aku baru mulai kerja lusa. Jadi masih ada waktu untuk libur.


Ardi 📲


Masih. Besok aku jemput jam 3 sore.

__ADS_1


Arum 📲


Oke 👌😊


Ardi 📲


Udah tidur lagi dah malam.


Arum,📲


Kamu kenapa belum tidur?


Ardi 📲


Baru selesai buat tugas.


Dan nulis laporan.


Arum 📲


Oke aku tidur lagi ya dah ngantuk dan capek. ,😴


Ardi 📲


Siiip besok aku interogasi kamu.


😡


Dah mat tidur.


Arum 📲


******


Miss Yolanda mengambil tas Arum yang berada di sebelah Tiar.


“Kenapa tas Arum di ambil miss?” Tanya Tiar.


“Ada yang mau diambil Arum.”


“Tiar tampak mengangguk.”


Yuda berlari dari kelas saat dia menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh. Saat dia keluar dari kelas menuju ke ruang kepala sekolah, Yuda melihat Arum masuk ke dalam mobil. Dengan 2 orang laki-laki dan satu orang wanita. Yuda berusaha untuk mengejarnya. Namun mobil sudah melaju meninggalkan sekolah. Seketika, kaki Yuda terasa lemas. Dia sudah tidak mampu lagi untuk menahan kakinya. Air mata menetes. Dadanya terasa sesak seketika. Cukup lama dia terdiam dengan posisi yang sama. Sampai pada seketika seseorang menepuk pundaknya.


“Apa yang terjadi,” terdengar suara rizaldi.


“Arum sudah pergi.”


“Apa? Kamu tidak sedang bercanda kan? Bukankah lusa dia baru selesai?” jawab Rizal.


“Sepertinya dia di jemput lebih cepat dari pada prediksi.” Kata Yuda.


“Ayo berdiri, kita akan tanya langsung ke pak Heru.” Rizaldi berusaha untuk membantu Yuda berdiri, yang memang sudah merasa lemas di persendian kakinya.

__ADS_1


Tok....tok.... Terdengar suara pintu di keruk dari luar.


“Masuk.” Teriak Heru.


“Permisi pak.” Kata Rizaldi


“Ada apa? Duduk.”


“Terimakasih pak. Kami mau nanya, apa Arumi nanadia sudah selesai pendidikan?” tanya Rizaldi


“Iya sudah. Hari ini dia sudah langsung di jemput.” Jawab Heru.


“Maaf pak, siapa yang menjemputnya.” Tanya Rizaldi lagi.


“Bos nya.”


Yuda hanya diam tampa mampu berkata apa-apa. Iya merasa kehilangan. Separuh nyawanya kini entah pergi ke mana. Mungkin saja sudah di bawah oleh Arumi.


“Baik pak terima kasih.” Rizaldi melingkarkan tangannya di bahu sahabatnya itu. Mereka berjalan menuju kelas.


“Zal,” kata Yudi.


“Iya.”


“Kamu duluan aja. Aku mau ke toilet sebentar. Gak mungkin aku masuk kelas dengan tampang seperti ini.”


“Oke bro. Mau aku temani.”


“Gak usah. Aku sendiri aja.”


Yuda berjalan menuju toilet sekolah. Ia mencuci mukanya serta membasahkan rambut serta kepalanya. Berharap dia merasa lebih baik dan terlihat lebih segar. Bayangan akan wajah gadis tersebut, tidak mungkin bisa hilang begitu saja dari ingatannya. Dan bukanlah hal yang mudah untuk mencari data siswa yang masuk ke sekolah ini. Semua data tentang siswa tersebut, sangat di rahasiakan dan terkunci sangat rapat. Ia juga belum sempat meminta nomor hp Arumi. Setelah selesai, Yuda kembali ke kelas.


Rizaldi dengan setia berada di sebelah Yuda. Seakan ia ingin menyalurkan energi kekuatan untuk sahabat nya tersebut. Tiar tampak masih memperhatikan tanpa berani bertanya. Setelah jam Miss Yolanda berakhir, teman-temannya mulai mendekati Yuda dan Rizaldi. Seakan mereka sudah mulai bisa mengetahui apa yang terjadi.


“Ada apa? Kenapa Arum di panggil kepala sekolah.” Tiar mulai bertanya dengan rasa penasaran nya.


“Arum sudah di jemput.” Rizaldi menjelaskan.


Mendengar penjelasan tersebut, Tiar berlari menuju kamarnya. Saat dia membuka kamar, sudah tidak ada satu barang Arum yg tertinggal. Tiar terdiam duduk dilantai. Mengingat kalau kini sudah tidak ada lagi sahabat terbaik yang baru di kenalnya. Arum kenapa kamu gak pamit sama aku. Apa kamu gak menganggap aku sahabat mu.


“Hik.....hik.... Tiar mulai menangis.” Rizaldi memeluknya.


“Nanti kalau kita selesai pendidikan. Kita cari Arum.” Sambil mengapus air mata di pipi Tiar. Yuda hanya terdiam. Walaupun bagaimana pun. Ia tidak ingin terlihat rapuh. Ia harus bisa menyelesaikan pendidikannya secara mungkin.


“Dah yuk, kita makan.” Ajak rizaldi.


“Kalian duluan aja. Aku mau ke kamar.” Kata Yuda.


“Baiklah.”


******


Arum yang baru bangun tidur, langsung lompat dari tempat tidur. Saat dilihat jam di hp nya yang sudah menunjukkan pukul 6:30. Arum langsung masuk ke kamar mandi dan berwudhu. Ya allah. Sholat subuh Arum kesiangan. Setelah selesai berwudhu, langsung sholat. Setelah selesai sholat, Arum merasa kalau perutnya sangat lapar ia mengambil jilbabnya yang simpel dan langsung dipakai. Serta di pakainya switer berwarna krem. Ia keluar untuk cari sarapan. Kebetulan di simpang depan kos nya ada yang jual soto. Arum berjalan menuju warung sarapan pagi. Dia langsung sarapan di sana. Setelah selesai sarapan Arum pulang ke kos. Ia menyalakan TV .

__ADS_1


Sambil membuka-buka pesan wa .


Ingin rasanya dia membalas pesan dari teman-teman CS nya. Namun kata Anita agar dia tidak berhubungan langsung dengan teman-teman di kantor.


__ADS_2