
Arum Tampak sangat senang, “ayo di kita uji trek.”
Arum masuk ke dalam mobilnya. Seorang pengawal Habibi masuk ke dalam mobil tersebut.
“Aku gak usah di jaga mas. Jamin gak bakalan ada yang minat sama aku.”
“Saya hanya memastikan Anda selamat.”
Arum menggarut kepalanya yang tidak gatal. Ternyata jadi orang kaya ribet. Mau ke mana-mana harus di jaga. Batinnya.
“Mas yang bawa ya dek.”
“Arum aja.”
“Tangan kamu masih sakit.”
“Gak apa kok. Bawa mobil juga gak masalah.”
“Bekas tembakan?”
“Udah gak apa. Arum bisa kok nyupir sendiri.”
Pada akhirnya Habibi mengalah dan memilih duduk di samping kemudi.
“Kalau gak sanggup, kasi tahu ya. Biar mas yang bawa.”
“Oke siiip.”
Dua orang pengawal duduk di kursi penumpang.
__ADS_1
Arum membunyikan klaksonnya. Ardi mengeluarkan kepalanya.
“Eh gak asik banget kalau gini caranya. Masak kamu di sebelahnya mas bibi. Aku juga mau bawak cewek di samping aku.”
Arum dan Habibi ketawa di dalam mobil. Jhoni, Anita dan Siti yang dari tadi hanya mengamati tingkah anak-anak muda tersebut hanya ketawa.
“Emang nya kamu mau ngajak siapa?” Tanya arum.
“Aisah, ayok ikut abang.” Ardi memanggil dengan suara yang cukup keras.
Gadis kecil tersebut, Tampak kegirangan.
“Eh di, itu masih di bawah umur.” Arum mulai mengejek.
“Gak apa, 10 tahun lagi bisa di panen.”Ardi menjawab asal.
Bodyguard yang tadinya duduk di depan, pindah ke kursi penumpang. Mereka mulai menjalankan mobilnya dan singgah ke SPBU untuk mengisi minyak mobil berhubung sorum mobil hanya mengisi 7 liter saja.
“Mas, aku mau beli pizza. Apa mas mau turun?”
“Aku cuma bungkus.”
Habibi memandang Arum.
Sejak peristiwa tersebut, Habibi sedikit trauma saat melihat restoran dan tempat makan besar lainnya.
“Kita turun dek?”
“Boleh,” jawab arum.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam dan memesan 6 buah porsi jumbo lengkap dengan minumannya. Mereka duduk di kursi sambil menunggu. Ardi memandang Aisah.
“Jadi Ais masih ikut taekwondo,” tanyanya.
“Masih bang.” Jawab Aisah.
“Gak punya cowok dong,” balas Ardi.
“Emang kenapa?” Tanya Aisah
“Mana ada cowok yang berani dekat Ais kalau Ais jago taekwondo.”
“Di, jangan kotori otak adek aku yang masih lugu ya.” Balas Arum. “Ica jangan dengerin bang Ardi. Anak kecil gak boleh pacaran.”
“Kalau sudah sebesar kak Arum boleh?” Tanya aisah dengan sangat polos.
Ardi Tampak terkekeh, Habibi berusaha menahan tawanya.
“Gak boleh.” Jawab Arum
“Uh.... Kapan Ica bisa punya pacar.” Gadis kecil tersebut menghela nafasnya.
Kakak beradik itu tak henti-hentinya berdebat. Saat pesan mereka sudah siap mereka kembali masuk mobil dan langsung menuju ke rumah Arum.
***********
Anita, Jhoni dan Siti duduk di ruang tamu sambil menunggu anak-anak mereka pulang. Tak lama terdengar mobil masuk ke dalam perkarangan mereka. Setelah turun dari mobil, Ardi memberikan 2 kota pizza ke bodyguard dan satu kotak ke security dan membawa 3 kotak pizza kedalam. Mereka berkumpul sambil memakan pizza tersebut. Mereka mulai berpamitan saat hari sudah malam.
*******
__ADS_1
Arum kembali kuliah. Kedatangannya membuat mahasiswa lain tampak sangat antusias. Pada saat video tersebut beredar, Doni dan Ari yang mengambil peran. Menjadi narasumber yang paling akurat.