Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 208


__ADS_3

pria itu selalu membawa istrinya ke kantor nya. Ia lebih yakin dan merasa lebih tenang bila istri nya di dekatnya. Istrinya Tampak begitu senang bisa bersama suami nya mungkin karena pengaruh kehamilan, sehingga ia selalu ingin dekat suaminya. Prediksi persalinan nya masih 2 Minggu lagi. Namun hasil pemeriksaan terakhir dari dokter Dina yang mengatakan bahwa 2 Minggu itu bisa maju juga bisa mundur. mereka juga sudah menyiapkan perlengkapan untuk ke rumah sakit yang sudah di masukkan ke dalam mobil nya. Seperti biasanya saat istrinya ada di kantor nya terkadang Ia seperti sedang mangasuh balita sikap istrinya yang semakin manja dan juga cengeng.


Dua hari yang lalu saat Ia membawa istrinya ke kantor, Ia mendengar Isak tangis istri nya dari kamar yang ada di dalam ruangannya.


Denganngan sedikit panik Ia masuk ke dalam kamar tersebut. la mendekati istrinya, Ia tau betul bahwa istrinya bukan jenis wanita yang cengeng. Saat melihat istrinya menangis ia benar-benar menjadi panik dan takut terjadi apa-apa.


"Kenapa Dek," tanyanya.


Bukannya menjawab pertanyaannya tangis istrinya semakin pecah.


"Sayang kenapa apa ada yang sakit?" tanyanya kemudian


"Apa mau ke dokter? ucapnya lagi.


Arum menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa?" tanyanya.


"Arum malu kalau nanti melahirkannya gimana?" tanya istri istrinya dengan tersedu-sedu.


keningnya tampak berkerut saat mendengar jawaban dari istrinya.


Kita pakai dokternya perempuan, semua tenaga medisnya juga perempuan," ucapnya kemudian.


"Walaupun perempuan tetap aja Arum malu," jawab istrinya.


Kemudian wajah istrinya tampak tersenyum sepertinya ia menemukan satu jawaban.


Apa Arum melahirkan sendiri ya," ucapnya kemudian yang membuat pria itu tampak ragu untuk menjawab. Namun setelah dipikirnya asalkan istrinya bisa tenang dia mengiyakan saja.


'Tapi gimana caranya melahirkan sendiri," ucap istri nya lagi.


"sayang itu kita pikirin nanti aja kalau udah sakit kalau sekarang dipikirin juga kan belum mau melahirkan," ucap pria tersebut merayu istri nya.


"Mendengar jawaban suaminya Arum tersenyum Ia juga ya mas ngapain juga dipikirin sekarang," ucapnya lagi.


dan kini wajahnya sudah berubah tampak lebih ceria.


****


pria itu sangat sibuk akhir-akhir ini. Ia harus menyelesaikan semua pekerjaan nya sebelum istrinya melahirkan. Namun sesibuk apapun Ia tetap selalu memperhatikan istrinya.


" Adek mau makan apa?" tanya saat Ia melihat istrinya yang tidak memesan apa-apa.


Arum menggelengkan kepalanya. " Arum udah gak bisa makan banyak lagi. kalau makan banyak, mual, sesak juga," jawabnya yang duduknya di sofa.


pria itu Sangat tidak paham dengan kehamilan Ia cukup binggung melihat kondisi seperti ini." Apa nggak lapar?" tanyanya lagi yang mengetahui bagaimana kuatnya nafsu makan istrinya..


Arum menggelengkan kepalanya.


"Nggak Mas perut arum sesak, ini juga rasanya mual," jawabnya yang sejak tadi merasa tidak nyaman dengan perutnya.


"Apa nggak apa-apa kalau kayak gini?" tanya habibi


" Gak apa mas sudah dekat melahirkan," jawab Arum.


"Kalau kayak gitu diapain,? tanya.


"Dinikmati aja mas rasanya jawab," istrinya lagi yang membuat Ia merasa kasihan. Ia memeluk istrinya. " adek pasti kuatkan," ucapnya.

__ADS_1


Arum tersenyum dan kemudian mengangguk.


"Apa yang bisa mas lakuin sayang," tanyanya lagi.


"Dekat Arum terus ya Mas dan doain Arum. jawab istrinya.


Habibi semakin memeluk istrinya semakin dekat tanggal kelahiran anak mereka maka Ia merasa semakin cemas.


"Mas, Arum baring di kamar aja Mas lanjutin aja kerjanya," ucap istrinya yang tidak ingin mengganggu pekerjaan suamimu.


" Mas ada rapat penting nggak apa-apa Mas tinggal," tanya Habibie.


" Gak apa mas," jawab Arum


"Nanti mas minta Mbak Yuli CS untuk nemenin", ucap pria tersebut.


Dengan cepat Arum menganggukkan kepalanya.


selama di kantor suaminya Ia lebih banyak berbaring baring di dalam kamar dari pada duduk. memang dia sudah tidak sanggup lagi untuk duduk lama pinggang nya terasa begitu sakit apabila lama duduk namun Ia tetap melakukan rutinitas jalan-jalan walaupun hanya sebentar mondar-mandir di dalam kamar.


****


melihat sikap manja istrinya akhir-akhir ini membuat ia semakin suka dan juga gemes.


"Naik level mas dek, biasanya mas lari pagi aja sekarang nambah lari sore," ucapnya yang sudah berkeringat. Kalau sudah seperti ini istrinya tidak akan menjawab apa-apa, istrinya hanya diam sambil menikmati aroma tubuh suaminya. Ia begitu menyukai aroma keringat yang bercampur dengan wangi farfum suaminya yang beraroma maskulin.


Cukup lama Ia merasakan pulukan dari istrinya. " Dek, Mas ke kamar mandi bentar ya udah gak tahan. nanti kalau mas sudah keluar dari kamar mandi, adek sambungan lagi," ucap pria tersebut saat istri nya masih terus memeluk nya.


istri nya tampak enggan untuk melepaskankan nya. namun pada akhirnya Ia melepaskan juga. pria tersebut sedikit berlari ke kamar mandi. Ia sudah sejak tadi menahan panggilan alam.


setelah selesai membuang air kecil ia kembali ke dekat istri nya.


" Kenapa sayang?" tanyanya saat di lihatnya Arum yang seperti menahan rasa sakit.


" Apa perlu kita ke rumah sakit dek, untuk periksa. " ucapnya sambil memandang wajah istrinya.


Arum menggelengkan kepalanya," Nggak usah Mas," Jawabnya


"Kita baru habis kontrol dengan dokter Dina beberapa hari yang lalu, masak ke rumah sakit lagi sih mas," ucap Arum kemudian.


"Terus kalau sakit gini diapain dek?" ucapnya sambil mengusap perut istrinya.


"Dinikmati aja rasaya, untuk melahirkan normal rasa sakit sebelum melahirkan merupakan suatu berkah," ucapnya sambil memegang erat tangan suaminya saat rasa sakit itu kembali datang.


"Udah ada tanda-tanda mau melahirkan dek?"


tanya nya.


Arum menggelengkan kepalanya.


Belum ada Mas lagian ini sakitnya juga lagi cari-cari jalan sepertinya, ini namanya kontraksi palsu. " Ucapnya kemudian.


" Kita gak usah aja ya ke rumah mami," ucap Habibi mengingat bahwa mereka akan kerumah maminya.


Arumi Tampak ragu untuk menjawab nya.


" Tapi mami dah siapin makan malam," ucapnya.


"Gak apa mami pasti ngerti kok," jawab habibi.

__ADS_1


mas coba hubungi mami sebenarnya ya. ucapnya


Arum mengangukan kepanya Ia di kemudian berbaring dan miring ke kiri.


" Gimana mas?" tanya nya saat suaminya sudah masuk ke dalam kamar nya.


" Mami sama papi mau ke sini. ucap nya kemudian.


Arum mengangukan kepanya.


" Mas mandi ya dek udah gerah," ucapnya yang sudah mulai tidak nyaman.


Arum yang awalnya sudah berbaring, langsung duduk.


" kenapa dek?" tanya Habibi


" Arum juga mau mandi," Jawabnya.


Pria itu tersenyum dan kemudian mengajak istrinya untuk mandi bersama.


mereka berdua berendam di dalam bathtub. uap sabun yang memenuhi bak tersebut mampu menutupi tubuh mereka. saling pijit memijat-mijatkan, kumudian juga saling menyabunkan. Sabil bercanda di dalam air tersebut membuat mereka lupa, bahwa mereka mandi cukup lama.


setelah puas berendam, mereka membilas badan nya dengan air shower.


****


Anita dan Jhoni datang ke rumah anaknya.


Anita datang membawa sayur tumis bunga kates dengan cabe rawit dan juga ikan teri. permintaan minantunya. Ia juga membawa goreng udang galah yang cukup besar beserta sambal terasi yang di minta minantu nya.


Begitu tahu mertuanya datang mereka langsung turun ke bawah.


Anita langsung memeluk menantunya dan mencium pipi kiri dan pipi kanan menantunya tersebut.


"Sudah Mulai terasa sakit ?" tanya Anita saat ia mengusap perut minantunya.


"Iya mi tapi belum ada bukaan," jawabnya


Anita kemudian tersenyum. " Harus banyak-banyak makan biar ada tenaga untuk melahirkan normal," ucap Anita


"Iya nih," jawab Arum


" Nih mami udah bawain tumis bunga kates dengan tari kemudian pakai cabe rawit,"


ucap Anita sambil menunjukkan bungkusan yang dibawanya.


Arum tersenyum mendengar ucapan mertuanya.


" Udang galah dan sambal terasinya juga ada," ucap Anita.


Mereka pun makan bersama Arum makan sedikit saja itupun dia sudah merasa sangat mual.


"Biasanya menjelang dekat persalinan memang sering terjadi hal seperti itu perut terasa sesak dan juga merasa mual karena saat terisi. tapi tetap wajib makan. dikit-dikit agar ada tenaga saat akan melahirkan nanti. "


ucap Anita.


Anita dan Joni memutuskan untuk tinggal di rumah Habibie mengingat anaknya itu tidak mungkin lagi membawa istrinya ke kantor.


Anita ingin menjaga menantunya berhubung menantunya. Ia juga sudah membawa seorang bidan ke rumah untuk mengecek atau memantau kondisi Arum. Anita berhap minantu bisa melahirkan secara normal .

__ADS_1


*****


like komen dan votenya ya.


__ADS_2