Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 52


__ADS_3

Habibi yang berada di dalam ruangan direktur utama terlihat sibuk dengan laporan-laporan yang ada di mejanya. Namun semua hanya menutupi kesedihannya. Laporan yang tertumpuk di atas meja hanya di bolak balikkan tanpa membacanya. Seperti biasanya, Habibi memutar video cctv di leptopnya. Video Arumi, saat masih menjadi CS. Entah sudah berapa kali video cctv itu di putar ulang. Ia seperti seseorang yang sedang menonton film favoritnya. Hanya cctv itu lah yang menjadi hiburan yang paling di sukainya saat ini. Gadis yang di carinya seperti hilang di telan bumi. Bahkan detektif terlatih papinya yang tidak pernah gagal menemukan orang hilang, tidak dapat menemukan Arumi dan memberikan informasi untuknya. Habibi benar-benar seperti orang yang tidak tau arah, frustasi, kecewa, lelah, pasrah. Seperti itu yang saat ini terlihat diraut wajahnya.


“Tuk....tuk.....” terdengar suara ketukan pintu.


“Masuk,” teriak Habibi.


“Maaf pak, di luar ada dokter wahyudi,” kata sekretarisnya Sasa.


“Suruh masuk.” Sambil menutup video cctv di leptop nya.


“Assalamu’alaikum.”


“Waalaikum salam. Ada apa?” tanya Habibi.


“Gua kangen sama lu.” Jawab Wahyudi enteng.


Habibi tidak melihat Wahyudi. Dia hanya membuka-buka laporan di mejanya.


“Tamu raja.” Sindir Wahyudi yang merasa tidak dihiraukan.


“Sejak kapan?” tanya Habibi


“Ya sejak zaman nabi Muhammad.” Menjawab dengan santainya.


“Ada perlu apa kesini. Gak lihat aku lagi sibuk.”


“Ya siapa tau butuh teman curhat. Soalnya playboy patah hati susah di obati.”


“Jangan ngeledek. Udah balik sana ke rumah sakit.”


“Masih belum ada informasinya.” Tanya Wahyudi.


Habibi mengangkat bahunya.


“Arumi itu pasti baik-baik aja. Dan mungkin sekarang dia sedang nonton film favoritnya Drama korea, ketawa-ketawa, main-main sama temen-temannya bahkan mungkin sedang jalan-jalan. Arumi itu bukan gadis yang lemah, dia gadis yang tangguh dan sangat pintar. Jadi gue yakin kalau dia pasti saat ini baik-baik saja. Udah tinggal lu tunggu aja. Sabar. Insyaallah dia pasti kembali.”


“Lu gak tau gimana perasaan gue. Bisa aja orang yg rencana untuk bunuh gue sakit hati sama dia terus mengganggap dia merusak rencana dan....” Habibi memutuskan kata-katanya.


?”Udah gak usah di lanjutkan. Kalau itu terjadi, sudah lama di temukan miss x di RS dan kantor polisi.”


“Benar juga kamu tapi tetap aja jomblo sejati gak akan tau perasaan gue.” Jawab Habibi tak mau kalah.


“Apa seperti ini akhir dari kisah seorang playboy?” balas Wahyudi sambil tertawa.


“Diam.”

__ADS_1


“Playboy patah hati lebih menakutkan dari pada seekor singa.”


“Udah sana gue sibuk.” Kata Habibi.


“Beneran sibuk? Atau hanya sok sibuk?” ledek Wahyudi.


Habibi menyipitkan matanya, yang menunjukkan bahwa dia sedang marah.


“Oh iya deh. Sore kita nongkrong di Coffee Shop. Hitung-hitung hilangin suntuk.


Ya, kalau lu gak mau. Gue gak pergi nih.”


“Oke lah. Jam pulang kantor.”


“Siip gue tunggu di coffe shop depan kantor lu.”


********


Ardi yg merasa sangat senang dengan baju-baju yg di berikan Arumi. Sampai mengatur strateg. Selama 4 hari akan selalu memakai baju itu berganti-gantian. Baju kaos dagadu yang berwarna putih di kombinasikan dengan kemeja panjang tangan yang pas body berwarna hitam, dan celana jeans berwarna moca.


Tampilkan rapi dengan wajah yang manis, dengan gaya yang cool membuat para mahasiswa kedokteran ramai yang tertarik melihat Ardi. Bukan hanya teman seangkatannya saja, tapi juga para senior. Ardi tampak sempurna untuk keseluruhan, fasilitas yang sangat memadai, uang saku yang tebal, wajah yang yang tampan, dan otak yang sangat pintar. Namun Ardi tidak pernah melihatkan ekspresi wajahnya yang melirik pada gadis-gadis tersebut. Dia begitu cuek. Bahkan sangat jarang mau berbicara dengan lawan jenisnya, membuat rasa penasaran mereka semakin meningkat. Melihat foto-foto unggahan yang di upload lewat instagramnya. Foto-foto jalan-jalan dengan seorang cewek. Membuat ramai mendapatkan kompentar. Seketika Arum, menjadi perbincangan hangat di fakultas kedokteran. Arum dianggap sebagai gadis misterius yang mampu meluluhkan hati Ardi, pria yang sedikit berbicara dan berekspresi dingin tersebut.


Hari ini Ardi kuliah sangat padat. Di mulai jam 7 pagi dan berakhir jam 6 sore. Jam 4-6 pratikum. Selama jam kuliah, Ardi mendapatkan tatapan-tatapan mata penuh tanya. Mungkin karena dia tidak pernah dekat dengan wanita. Bahkan Anggi yang selalu mengejarnya, tidak pernah ditanggapinya.


Sepulang dari kuliah, Ardi membeli nasi padang 2 bungkus, jus jeruk dan mangga dan satu kotak bakso pedas. Dia tahu kalau Arum masih stey di kosnya.


“Hallo, Assalamu’alaikum.” Telpon Ardi kepada Arumi.


“Waalaikum salam,” jawab Arum.


“Kamu di mana?”


“Aku di kos.”


“Aku ke kos kamu ya. Aku bawak nasi bungkus.” Kata Ardi.


“Boleh kebetulan aku belum makan.” Jawab Arum.


“Oke aku langsung otw.”


Siip aku tunggu.”


Arum sudah nunggu Ardi dengan baju tidur doraemon berwarna biru dan jilbab langsung berwarna hitam. Tak lama terdengar suara mobil parkir depan kosnya. Arum langsung keluar untuk membukan pintu. Dan benar, yang datang Ardi. Ardi keluar dari mobil dengan membawa kantong makanan di tangannya.


“Cepat sampainya.”

__ADS_1


“Iya aku tadi waktu nelpon kamu udah di depan.”


Arum tersenyum. “Dasar.”


“Ya kalau aku masih sampai ke sini 1 jam lagi. Udah nelpon kamu. Aku ngerasa gak tega.” Jelas Ardi.


“Gak tega kenapa?” jawab Arum.


“Karena lihat kamu nungguin aku kelaparan.” Sambil tertawa.


“Ih... Kamu. Tapi iya juga ya. Pasti aku dah kelaparan.” Balas Arum.


“Udah yuk makan. Aku dah lapar ini.” Ardi sambil menepuk perutnya.


Arum mengambil piring dan air mineral, Ardi membungkuskan nasi padang, masakan favorit Arum.


“Ini bukan kalio daging ya,” tanya Arum saat membuka bungkusan nasinya.


“Bukan itu namanya dendeng batokok lado merah. Itu bahasa minang yang di pakai ajo rumah makan tadi. Kalau di artikan dalam bahasa Indonesia, Dendeng di pukul pakai cabe merah. Dendeng itu daging. Tapi di goreng dulu. Coba aja kamu pasti suka.” Kata Ardi menjelaskan.


Arum gak sabar untuk memakan nasinya.


“Kalau kamu itu apa sambalnya.” Tanya Arum melihat sambalnya terbungkus terpisah dari nasi.


“Ini cincang daging.”


Mereka makan dengan santainya menikmati nasi padang yang sangat mengungah selera dan pedas. Arum mencoba makan cincang daging Ardi yang gak kalah enaknya dari dendeng batokok miliknya. Gak terasa nasi yang satu bungkus habis di santap Arumi di tambah dengan jus jeruknya. .


“Rasanya kekenyangan. Baru kali ini arum makan sebanyak ini.” Jelas Arum setelah selesai makan.


“Iya kalau depan pacar kamu makan seperti itu gimana ya?”


“Gak mungkin, Arum pasti jaga image.” Sambil tertawa.


Ardi hanya tersenyum. “Kurus. Tapi banyak makan.”


“Itu bakso pedas nya?” kata Ardi sambil menunjuk ke Bakso.


“Udah gak sanggup.” Jawab Arum santai.


“Ya udah nanti aja dimakan. Kalau kamu lapar lagi. Aku pulang ya. Banyak tugas.”


“Dari dulu hingga sekarang, kamu gak pernah berubah sama aku. Makasih ya. Hati-hati di jalan.” Kata Arum.


“Oke. Assalamu’alaikum.”

__ADS_1


“Wa’alaikum salam.”


Arum terus tersenyum melihat Ardi yang berlalu pergi.


__ADS_2