Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 240


__ADS_3

" Kakak, Kakak bakal keluar dari rumah sakit ini membawa putra kakak," ucap Arum.


Eka menggelengkan kepala. " Gak mungkin pihak rumah sakit memperbolehkan kakak bawa anak kakak pulang. Karena Kakak nggak punya duit untuk membayar biaya rumah sakit ini.


Lagi pula waktu kakak ke sini, kakak gak bawa apa-apa. Kakak juga tidak membawa perlengkapan bayi untuk anak Kakak. Jadi menurut kakak gak apa juga sih Dafa tinggal di sini dulu. kalau kakak sudah pulang ke rumah, nanti Kakak akan kembali lagi ke sini untuk bawa bedong, bajunya serta perlengkapan yang lainnya. Kakak juga akan anterin asi yang banyak agar dia gak kehausan dan kelaparan," ucapnya sambil mengusap air matanya.


" Apa Kakak masih tinggal di kos-kosan lama," tanya Arum.


Eka menggelengkan kepalanya. " kakak udah pindah sejak Kakak hamil. Kakak gak mau mereka tahu tentang kehamilan Kakak, Jadi kakak tidak tinggal di kos-kosan lagi. Kakak nyewa rumah yang cukup jauh dari warga, sehingga tidak banyak yang tahu tentang kakak. terkecuali Pak RT dan tetangga yang dekat rumah saja."


" Jadi kakak tinggal sendiri?" tanya Arum yang begitu terkejut mendengarnya.


Eka menganggukkan kepalanya. " Iya," ucapnya.


" Waktu Kakak mau melahirkan bagaimana?


siapa yang bantuin?" tanya lagi.


" Waktu mau melahirkan gak ada yang bantuin kakak. Kakak di rumah kan sendiri, waktu itu perut kakak rasanya sakit terus kakak lihat ada keluar darah. Kakak mulai panik, kemudian kakak coba searching di Google tentang ciri-ciri akan melahirkan. kalau menurut hitungan bidan waktu kakak melahirkan sekitar 2 Minggu lagi. Ternyata itu sudah tanda-tanda akan melahirkan. Dari keterangan yang kakak baca, bila waktu lahir semakin dekat rasa sakit itu akan semakin sering. Namun kakak merasa sakit nya masih hilang-hilang timbul. Air ketuban juga belum ada keluar. Kakak mengikuti semua petunjuk yang kakak baca, untuk mempermudah proses melahirkan. katanya disuruh jalan kemudian juga ngepel, nyuci pakai tangan jangan pakai bangku-bangku ya pokoknya disuruh untuk jongkok sujud semuanya ya kakak buat agar bisa cepat lahir.


kakak juga lihat, ciri-ciri air ketuban. lama kelamaan rasa sakitnya semakin kuat dan juga sering, hingga kakak sudah tidak tahan lagi. kakak berjalan ke rumah bidan ya rumahnya nggak terlalu jauh dari rumah kakak kurang lebih 500 m. kakak berjalan ke sana, Kakak lupa bawa barang-barang. Kakak cuma datang begitu saja dan bidan itu mulai melakukan pemeriksaan. ternyata kakak waktu itu sudah bukaan 5. Bidan itu kaget waktu lihat Kakak datang sendiri. kakak bilang suami kakak sedang di luar.


kemudian Saat Kakak di rumah bidan itu untuk bukaan 6 kakak nunggu 1 hari kemudian buka ke 7 juga begitu. Setelah bukan ke 7 gak ada penambahan. Namun kakak tetap maksa untuk bisa melahirkan secara normal karena kakak mikir untuk Cesar Kakak kan enggak ada biaya. Jadi walau bagaimanapun Kakak akan usahakan untuk normal.


Ternyata sampai hari ke 5 tetap tidak ada tambahan pembukaan, dan waktu itu kakak udah kesakitan sekali sehingga Kakak nggak bisa untuk makan bahkan minum pun rasanya sudah gak bisa sakit. rasanta sakit banget. kondisi kakak sudah semakin lemah, detak jantung bayi semakin lemah. Air ketuban udah semakin kering. Bidan itu juga sudah mencoba untuk melakukan induksi, rasa sakitnya bertambah hingga 2 bahkan 3 kali lipat dari sebelumnya. namun tetap saja tidak ada penambahan bukaan. pada akhirnya bidan itu merujuk kakak ke sini.


pada saat itu, kakak cuma bisa pasrah. kakak berharap bayi dan kakak selamat. agar kakak bisa berobat. agar kakak di beri kesempatan untuk mendidik dan membesarkan anak kakak. dan apa bila waktu itu nyawa kakak di ambil kakak ikhlas dan kakak juga memohon agar kakak bisa membawa anak kakak bersabar dengan kakak. namun ternyata doa Pertama kakak yang di kabulkan. Kakak juga yang menandatangani surat untuk Tindakan Cesar tersebut. kakak gak ada bawa apa-apa. kakak bersyukur di sini kakak dikasih Pampers jadi nggak pakai celana dalam nggak masalah, ucap nya yang memang tidak memakai pakaian dalam sama sekali. Ia langsung memakai baju pasien tanpa memakai stagen ," ucap Eka.


Arum tidak bisa membayangkan Apa yang dirasakan oleh temannya itu. Bulu kuduknya merinding saat mendengar Eka menjelaskan Bagaimana cara Ia melahirkan, Arum tidak ada henti-hentinya menggeleng-gelengkan kepalanya seakan Ia tidak percaya saat mendengar hal tersebut.


"Hari ini kakak akan keluar dari rumah sakit ini, Tapi Kakak gak tahu mau keluar pakai baju apa. waktu kakak ke sini kakak hanya memakai baju satu lembar itu juga sudah kotor. Apa boleh gak ya kalau kakak pinjem baju ini," ucapnya sambil memandang baju yang sedang di pakai nya. " Atau Kakak pakai baju kotor aja ya pulangnya kan cuman pulang aja sebentar," Ucapnya lagi. yang bertanya sendiri dan kemudian menjawab sendiri. sedangkan orang yang ada di depannya hanya diam tanpa mampu untuk menjawab.


" Kakak tunggu di sini ya, Arum bakalan cariin Kakak baju," ucapnya.


" Gak usah rum, kakak gak mau ngerepotin Arum," Ucapnya.


" Gak apa kok kak, tunggu sebentar ya," ucap nya. yang kemudian pergi meninggalkan teman nya itu.

__ADS_1


" Kak May," ucap Arum yang keluar dari dalam kamar tersebut.


" Ada apa Bu?" tanya May Sarah.


" Ke ruangan Arum sebentar ya," ucapnya kepada May sarah.


" Baik Bu" ucap May Sarah.


May Sarah mengikuti langkahnya untuk menuju ke ruangan yang berada di lantai 7.


Arum tidak banyak berbicara, Ia hanya diam.


" Kak May, Arum minta tolong belikan baju untuk pasien yang tadi Arum kunjungin. Tolong belikan aja daster atau baju apa aja, pokoknya bawahnya rok. kemudian stagen, bra, celana dalam, pembalut juga dan perlengkapan bayi mulai dari bedong baju dan lengkap. Arum minta tolong ya kak May," ucap nya.


" Baik bu," ucap May Sarah yang langsung keluar dari dalam ruangan tersebut.


Ia kemudian menghubungi suaminya. Panggilan telepon tersebut langsung di angkat oleh suaminya.


" Hallo sayang," ucap Habibi saat Ia mengangkat panggilan tersebut.


" Hallo Mas, Arum ada di ruang Arum sekarang. Mas ke sini ya Ucapnya yang kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut.


" Ada apa sayang," Ucapnya yang tampak khawatir.


Arum langsung memeluk suaminya, ia kemudian menangis. Habibi sangat terkejut saat melihat sikap istrinya itu.


" Sayang ada apa," desaknya.


Istrinya menangis dan memeluk nya." Mas,"


ucapnya.


" iya dek ada apa?" tanya nya.


Arum kemudian mengusap air matanya, Ia mulai menceritakan semuanya kepada suaminya. Habibi mendegar kan apa yang diceritakan oleh istrinya tersebut.


Habibi begitu emosi saat mendengar istrinya bercerita. " Apa perlu kita cari laki-laki itu?" tanyanya yang begitu marah mengingat Ia juga memiliki seorang putri mu

__ADS_1


" Arum gak tau Mas, yang pasti Arum mau membawa kakak Eka keluar dari rumah sakit ini. Arum juga gak mungkin membiarkan dia tinggal berdua dengan bayinya tanpa ada yang membantu nya Sampai ia lepas hari. atau Sampai Ia benar-benar sembuh," ucapnya.


" Sebaiknyan seperti itu," ucap habibi.


" Tapi Arum binggung untuk mengantar kan Ia kerumah nya," ucap Arum.


" Rumah om Roni yang di sita oleh perusahaan kita. sepertinya kita bisa menyuruh nya untuk tinggal di sana. Rumah itu juga kosong. untuk sementara, kita akan memindahkan salah seorang ART kita untuk membantu nya di sana," ucap Habibi.


" Arum begitu senang saat mendengar jawaban dari suaminya.


Ia kemudian kembali ke bawa saat May Sarah sudah kembali membawa apa yang di pesan nya. Ia juga menghubungi perawat rumah sakit, agar menyiapkan bayi dari pasien tersebut. Ia juga meminta kepada May sarah untuk melunasi semua tagihannya.


Arum masuk ke dalam ruangan tersebut.


Ia tersenyum memandang Eka." ini kak baju untuk kakak pakai," ucapnya memberikan paper bag yang berisi baju.


Eka mengambil nya. " Terimakasih kasih ya rum ucap nya. Arum meminta kepada perawat agar membantu untuk mengatasi pakaian Eka.


Eka Keluar dari dalam kamar mandi setelah ia selesai Menganti baju nya.


" Barang Kakak mana aja?" tanyanya.


" Cuma yang itu," ucap Eka sambil menunjukkan plastik hitam kecil yang sudah dibungkusnya.


" Bareng kakak cuman itu," ucapan.


Eka menganggukkan kepalanya.


kita tunggu Dokter dulu ya kak Ucapnya.


Eka mengangukan kepalanya


"Nanti kakak mau minta pamit dulu dengan anak kakak ya rum." ucapnya.


****


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.

__ADS_1


😊😊🙏🙏


__ADS_2