
"Itu yang lamar Kenapa ditolak?" tanya Imam.
"Iya mau nungguin yang 500.000.000," jawabnya bercanda.
Imam tertawa saat mendengar ucapannya. "Ternyata calon istri mas sekarang sudah matre sekarang," ucap Imam Ia mendengar ketawa calon istrinya.
"Dia itu ternyata abang kandung dari mantan yang pernah ceritain," ucapnya.
Mulut Imam terbuka lebar saat mendengar ucapannya. "Apa karena alasan itu ditolak?" tanya Imam.
May sedikit tertawa. " Iya," jawabnya.
"OOO," ucap Imam.
"Dia itu sudah 3 tahun melamar May tapi belum pernah terima. May juga nolak ketemu sama dia. Mau baru terima untuk jumpa sama kemarin. Itu untuk pertama kalinya May ketemu sama dia. Ibu, Mama sudah ngasih tahu May harus terima dia. Ayah Papa juga bilang mau harus teeima. Ibu dan mana bilang, kalau May tolak nanti May nggak bakalan nikah lagi. Udah gak ada yang mau sama May karena sudah nopak tiga kali," ucapnya.
"3 kali untuk orang yang berbeda, bukan untuk orang yang sama," ucap Imam sok tau.
" May bilang kalau nanti nggak ada yang mau lagi ya nggak apa-apa, May gak usah nikah," u
"Ternyata benar kata Ayah, calon istri mas keras kepala," ucap Imam.
"Bukannya keras kepala mas, Sekarang udah enggak zamannya Siti Nurbaya lagi," jawabnya berkilah.
Imam hanya tertawa mendengar jawabannya.
"Terus?" tanya Imam.
Sebenarnya May nggak kenal sama dia tapi ternyata sekitar 4 tahun yang lalu May pernah nolongin orang yang dirampok. Orang itu selamat karena May membantunya. May tahu orang yang May tolong itu pegawai bank dan dia sedang membawa uang. Tapi May nggak perhatikan orangnya. Setelah nolong orang itu May pergi. Ternyata orang yang May tolong itu Hendra. May menolak dia karena dia Abang kandungnya Dany,"
"Kasihan dia ya," ucap Imam.
"Kenapa?" tanya May.
"Ditolak karena kesalahan adiknya," ucap Imam.
"Iya juga sih," Jawab May.
"Ini ada pakaian dalam?" tanya May yang mengecilkan suaranya.
"Kamu buka, di sana ada ibu?" tanya.
"Iya ada ibu sama mama," ucap May.
__ADS_1
"Aduh kenapa di buka itu," ucap Imam.
"Ibu yang buka," jawabnya.
"Mas nggak tahu katanya itu termasuk dalam isi hantaran," ucap Imam.
Mas pandai milih ya, seksi," ucap May Memandang mama dan ibunya mengangkat -anaknya. "Ini kekecilan, ukurannya siapa yang ngasih?" hanya May.
"Mas suruh sekretaris Mas," ucapnya.
"Sepertinya ukurannya kekecilan," ucap May.
"Yang kecil ukuran apa?" tanyain Imam.
"Besok mas juga tau," ucap May.
"Iya nanti mas ukur langsung biar gak salah ukuran,"
May tersenyuman mendegar ucap calon suaminya. "Udah malam besok May ke sana," ucapnya.
"Iya sayang selamat tidur ya mimpiin mas," ucap Imam.
"May kayaknya nggak bisa tidur," ucapnya.
"May terlalu senang," ucapnya jujur.
" Mas juga," ucapnya.
"Mas istirahat ya," ucap May
"Iya sayang," ucap Imam.
"Mas cium ya,* ucapnya.
*Emangnya nyampai?" tanya May.
"Sampai sayang, kita belum halal jadi ciumnya dari jarak jauh aja," ucapin Imam.
May tersenyum dan menganggukkan kepalanya. May baru sadar kalau saat ini sedang melakukan panggilan telepon. Calon suaminya pasti tidak akan melihatnya. "Iya mas," jawabnya kemudian.
Imam melakukan ciuman jarak jauhnya.
"Muuuahh sayang," ucapnya.
__ADS_1
May melakukan hal yang sama. mencium lewat udara.
***
"Mimi," ucap Vira yang masuk ke dalam kamarnya.
"Iya sayang," ucap Arum yang mengembangkan tangannya.
Putrinya manjat ke atas tempat tidur dengan memeluk boneka di tangannya.
"Ada apa?" tanya Arum saat melihat wajah Putri kecilnya yang terlihat sedih.
"Vira rindu Aunty," ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Arum heran melihat sikap putrinya yang tidak seperti biasanya. Putrinya akan mengatakan rindu sama om Ardi. Arum memandang boneka yang di bawa putrinya. Boneka Teddy bear kesayangan nya dan Barbie yang malas mandi. "Ini namanya siap," ucap Arum yang berusaha mengalihkan perhatian putrinya.
"Ini Ardi," ucapnya.
Arum membulatka mulutnya.
"Ini Barbie yang malas mandi dan malas sisir rambut namanya siapa?" tanya Arum.
"Aisah," ucap Vira yang membuat Arum tertawa.
"Aisah nya kenapa jelek. Aunty pasti nagis lihat dia jelek," ucap Arum.
"Iya Vira mau aunty Vira tetap jadi yang paling cantik," ucapannya sambil menagis memeluk boneka nya.
Arum diam memandang putrinya. Sikap putrinya tidak seperti biasanya. Di pelukannya putrinya dan di cium nya rambut putrinya yang hitam dan panjang. "Besok kita telpon aunty ya," Ucapnya.
Vira menagis hingga tersedu-sedu. Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya.
Arum memeluk putrinya hingga putrinya tertidur.
Habibi masuk ke dalam kamar. "Kapan Vira ke sini," Ucapnya.
Arum meletkan jarinya di bibir. "Jangan ribut baru tidur, habis nangis," ucapnya.
Habibi mengangukan kepalanya dan berbaring di sebelah Istrinya.
Melihat sikap putrinya membuat Arum memikirkan adiknya. Entah mengapa perasaan nya jadi tidak enak.
***
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya. 😊😊🙏🙏