Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 145


__ADS_3

Arum melambai-lambai tangannya. Terlihat senyum mengembang diwajah tampan dua pria berjas hitam tersebut. Wajah yang selalu kaku saat ia berjumpa saat mereka bekerja.Rio dan Heri duduk dengan mengambil tempat duduk yang kosong. Mereka mulai memesan cemilan dan berbagai jenis minuman yang berbahan coffe tersebut. Arum hanya memesan milk shake.


“Ceritain dong. Gimana ceritanya, kalian bisa pakai baju seragam ini.” Ucap gadis tersebut dengan memandang ke dua sahabatnya.


“Setelah mengikuti pendidikan 6 bulan di sekolah bodyguard. Kami mendaftar untuk ikut tes polri. Ternyata kami lulus dengan nilai terbaik karena kami memiliki kemampuan di atas siswa yang lain.” Ucap Rizaldi.


“Apa kamu jadi kuliah?” Tanya Tiar ke Arum.


Arum menganggukkan kepalanya.


Yuda hanya memperhatikan percakapan mereka sambil sesekali-kali ia menjawab pertanyaan dari Rio.


“Aak.”


Yuda tampak tersenyum.


“Aak, itu mobil Ardi kenapa ada di sini?” Tanya Arum yang sedari tadi belum memulai bicara kepada Yuda.


Yuda senyum. “Aak yang beli.”


Mata gadis tersebut melebar dengan sempurna. “Jadi yang beli mobil Ardi 1 M itu aak?” Tanya nya lagi.


Yuda tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Senyuman yang begitu khas.


“Kenapa aak di blokir? Bukan cuma di telpon, tapi juga di semua akun sosial Arum?”

__ADS_1


Arum diam. Ini yang kedua kalinya orang mengatakan ia telah memblokir. “Arum gak ada memblokir.” Ucap gadis tersebut dengan wajah penuh bersalah.


“Si bos itu yang blokir.” Ucap Rio. “Si bos itu dalam diam nya posesif.”


Mata gadis tersebut tampak membulat dengan sempurna. Habibi sangat jarang memperlihatkan bahwa dia cemburu. Namun ternyata, ia memiliki cara sendiri untuk menyelesaikannya. Mereka masih asik bercanda dan bercerita melepaskan rasa rindu yang ada.


Ponsel Arum berdering. Dilihatnya ternyata calon suami memangil. Ia mengangkat sambungan telepon tersebut.


“Hallo mas.”


“Dek ke kantor ya. Mami nungguin.”


“He...he... Arum lupa. Arum langsung ke sana.” Ucap gadis tersebut.


“Hati-hati,” ucap pria tersebut.


Namun sebelum Arum pergi meninggalkan tempat tersebut mereka menyempatkan diri untuk berfoto. Agar dimasukkan ke wa grup mereka.


Arum kembali ke kantor Habibi bersama dengan Rio, Heri, Rizaldi dan juga Tiar. Arum begitu senang berjumpa dengan sahabatnya itu. Sampai-sampai dia lupa menanyakan tujuan sahabatnya datang kekantor tersebut.


Ia sudah sampai di depan ruangan Habibi dan masuk ke dalam. Tiar mengikuti Arum masuk kedalam dan mengucapkan Assalamu’alaikum.


“Tiar,” Habibi langsung memanggil nama gadis tersebut. Gadis tersebut langsung berhambur kepelukan pria tersebut.


“Mas Bibi,” ucapnya.

__ADS_1


Arum tampak melebarkan matanya saat melihat Tiar memeluk calon suaminya.


Habibi mengacak-acak rambut pendek gadis tersebut. “Adek mas udah sukses.” Ucap pria tersebut.


Calon istrinya sudah memajukan bibirnya ke depan. Mata Habibi melihat ke arah pria berseragam tersebut. “Ini calon suami kamu.” Tanyanya.


“Kami masih lama mas. Kami masih harus menyelesaikan magang 6 bulan dan masa pengabdian 2 tahun. Setelah itu baru deh mikirin nikah.” Ucap Tiar.


“Katanya mas mau nikah. Mana calon istri mas?”


“Itu.” Habibi melihat ke arah Arumi.


Suara teriakan Tiar kembali memenuhi seluruh ruang yang kedap suara tersebut. “Arum mau jadi kakak ipar aku.” Ucapnya yang membuat wajah Arum memerah.


Anita, Lasmi, Jhoni dan Herman yang dari tadi memperhatikan interaksi anak muda tersebut hanya tersenyum dan tertawa.


Tiar berhamburan kepelukan Lasmi dan Herman.


Arum baru tahu ternyata, orang tua adopsi yang Tiar ceritakan om Herman dan Tante Lasmi.


******


nanggung banget ya.


soalnya udah banyak gangguan author nya.

__ADS_1


😂😂😂


insyaallah hari ini lebih dari 1x


__ADS_2