
May Sarah sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Vira. Beberapa hari tidak berjumpa dengan gadis kecil yang cerewet itu membuat dia begitu sangat merindukannya.
May sampai di rumah Arum sedangkan mobil yang dibawanya diantar oleh sopir Imam.
Arum tersenyum ketika melihat imam dan juga May sarah yang duduk di ruang tamu bersama dengan Daffa.
May sarah tersenyum memandang Vira.
"Vira," ucapnya yang mengembangkan tangannya.
"Aunty May," ucap Vira yang berlari dan memeluknya.
"Aunty rindu Vira," ucapnya yang memangku gadis kecil tersebut dan mencium pipi Vira yang wangi.
"Vira juga rindu, Kenapa Aunty lama pulang," ucapnya yang memandang May sarah
"Iya aunty harus selesaikan urusan di sana dulu," ucap May sarah.
"Untung aja kak May cepat ke sininya jadi nya bisa ketemu Vira," ucap Arum.
"Vira mau ke mana?" tanya May.
"Besok Vira bakalan ke Amerika," ucap Arum.
Rangga yang baru keluar dari belakang duduk di samping Habibi.
May sarah tersenyum memandang Rangga. "Rangga juga di sini," ucapnya.
"Iya aunty May," ucapnya sedikit tersenyum.
Imam memperhatikan anak kecil yang bergaya seperti orang dewasa dan berwibawa tersebut.
"Besok apa ibu Arumi ke Amerika?" tanya May sarah.
Arum tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Nggak bisa," ucapnya.
"Kenapa?" tanya May.
"Alhamdulillah dapat rezeki," jawabnya.
May masih tidak mengerti ucapan Arum dia mengerutkan keningnya. "Rizki apa?" tanyanya.
"Rezky tambahan calon adik Vira," ucap Arum.
May tersenyum lebar. "Selamat ya Ibu Arumi akhirnya usahanya sukses," ucapnya.
Arum menganggukkan kepalanya "Alhamdulillah," ucapnya yang tersenyum memandang suaminya.
__ADS_1
"Vira ke Amerika sama siapa?" tanya May sarah.
"Sama mami Ara," ucap Vira yang tersenyum lebar.
"Apa benar Bu?" tanya May sarah. Ia tidak percaya bila Habibi mau melepaskan putri kesayangannya.
"Iya kebetulan Ara dan mas Androw akan berangkat ke Amerika jadi dititipin," ucapnya.
"Nitipin anak kayak nitipin barang," ucap Habibi yang memandang istrinya.
Arum memandang suaminya dan sedikit tersenyum.
"Pipi jangan cemas, Vira perginya sama papi Androw," ucap Vira yang tersenyum lebar.
"Mimi sama anak sama aja," ucap Habibi yang seakan tidak ingin melepaskan putrinya.
"Apa Rangga juga ikut?" tanya May.
"Iya Rangga juga ikut. Anak-anak ingin ketemu sama Aunty Aisah," jawabnya Arum.
Habibi hanya diam memandang istrinya.
"Enak ya VIra nanti jalan-jalan," ucap May.
"Gimana sih ceritanya, Arum Beneran nggak tahu," ucap Arum memandang Imam dan juga May.
"Cowok yang ngelamar lebih dulu itu gimana ceritanya" tanya Arum.
"Ditolak," Jawab May.
"Apa karena mas Imam datang melamar, makanya yang itu ditolak?" tanya Arum.
May mengelengkan kepalanya. Saya gak tahu kalau Mas Imam datang ke Solo untuk melamar," ucapnya
Arum tertawa mendengar ucapannya.
"Saya sudah bisa membayangkan seperti apa kalian waktu itu," ucap Habibi yang sejak tadi menyimak percakapan mereka.
Imam tersenyum memandang Habibi. "Saya juga tidak menyangka bila May menolak pria itu. Saya beranggapan bahwa mereka sudah pasang cincin," ucapnya memandang calon istrinya
May hanya tersenyum mendengar ucapan Imam.
"Aunty May tambah cantik," ucap Vira.
May tersenyum saat mendengar pujian gadis kecil tersebut.
Daffa memandang Vira. "Vira main yuk," ucapnya.
__ADS_1
Vira menganggukkan kepalanya Aunty, Vira main sama Dafa," ucapnya yang memutar kepalanya kebelakang memandang May sarah.
May tersenyum dan menurunkan gadis kecil di pangkuannya. May mencium pipi gadis kecil itu terlebih dulu. Cukup lama dia mencium pipi Vira dan berulang-ulang kali barulah di lepaskan nya.
Rangga mengikuti Daffa dan juga Vira yang berjalan ke ruang keluarga.
Daffa ingin memegang tangannya namun Vira langsung menarik tangannya dari Daffa.
Dafa memandangnya.
"Kata mami Ara nggak boleh pegang-pegangan tangan," ucapnya.
Daffa menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan Vira. "Apa nanti Vira akan bersama dengan Vino di sana," ucapnya.
"Nggak, Vira mau ke apartemennya Aunty Aisah. Vino hanya mengantarkan Vira saja setelah itu vino akan ke rumah grandmoth nya," ucap Vira.
Daffa tersenyum lega saat mendengar ucapan Vira.
"Apakah Vira lama di sana?" tanya.
"Enggak, palingan cuman tiga atau empat hari.
Vira nggak bakalan bisa pergi lama-lama, nanti pipi marah," ucapnya sedikit memandang Daffa.
sebaiknya jangan lama-lama ucap Daffa.
"Iya Daffa pasti tahu seperti apa Pipi, Pipi pasti akan jemput Vira ke sana bila pipi sudah marah," ucap Vira yang memajukan bibir kecilnya.
Daffa mengangukan kepalanya. "Aku akan menjaga Vira di sana, kamu tidak perlu menghawatirkan nya," ucap Rangga dengan wajah datarnya.
"Nanti Vira akan kembali ke sini bersama dengan om Ardi," ucapnya Vira yang tersenyum memandang Daffa. "Daffa mau oleh-oleh apa?
nanti Vira belikan," ucap Vira.
"Terserah saja," ucap Daffa.
"Apa Daffa mau robot-robot yang keren dari sana?" ucap Vira.
"Boleh jawab Daffa yang menemaninya bermain boneka Barbi.
Rangga hanya diam memperhatikan Daffa dari belakang.
***
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader.
Terimakasih atas dukungan nya.
__ADS_1
😊😊🙏🙏