
“Buat apa?” Arum kembali bertanya sambil memegang sebuah kartu atm berwarna hitam.
“Aku belum tau kapan kembali ke sini. Selama aku tidak di sini kamu pakai kartu itu untuk keperluan kamu. Apa saja yang kamu mau. Kamu boleh membelinya pakai kartu itu. Aku yakin, saldonya gak akan habis-habis. Terkecuali kamu membeli satu buah rumah mewah. Nomor Pin nya tanggal lahir aku.”
Arum mengembalikan kartu tersebut ke tangan Androw. “Maaf Arum gak bisa menerimanya.”
“Kenapa?”
“Semua yang kamu kasih ke Arum itu sudah cukup untuk kebutuhan Arum 3 bulan ke depan, bahkan mungkin 6 bulan. Apa bila hanya Arum yang menghabiskannya.” Jelas Arumi.
“Ambillah. Kamu pasti membutuhkan ini.”
“Arum bukan gadis yang memiliki kehidupan glamor, yang suka menghabiskan waktunya di coffe shop, hobi jalan-jalan ke mall, suka dengan barang-barang mahal bermerk, suka makan di restoran mahal setiap hari, suka membeli baju-baju bermerek. Arum tidak seperti itu. Arum lebih memilih tidur, nonton dan santai serta membaca di dalam kamar kost Arum di saat waktu senggang. Arum juga gak pandai beli baju. Sewaktu Arum masih sekolah, ibu yang selalu membeli kan Arum baju. Setelah Arum tamat dan bekerja, ibu Anita yang membelikan Arum semua keperluan Arum dan semua yang Arum pakai.”
Androw terdiam. Androw tidak tau lagi harus berbicara apa. “Aku mohon terimalah. Suatu saat. Mungkin kau membutuhkan nya.” Bujuk Androw
Arum menggelengkan kepalanya. “Arum lebih suka bekerja keras untuk mendapatkan apa yang ingin Arum beli dari pada menerima sesuatu yang di berikan secara cuma-cuma.”
“Aku sudah tau sebelumnya. Kamu pasti akan menolak ini. Tapi aku tetap ingin memaksa untuk memberikannya.” Suara yang keluar dari mulut Androw tampa sangat kecewa atas penolakan Arumi.
“Maaf, bukan Arum berniat untuk menolak niat baik mas. Tapi Arum benar-benar tidak bisa menerimanya. Arum sangat menghargai atas apa yang di berikan serta terimakasih untuk niat baik ini.”
__ADS_1
“Di saat aku memberikan hadiah seperti ini kepada teman wanita ku. Mereka sangat bahagia menerimanya. Mereka akan memelukku, mencium ku. Bahkan memberikan apa pun untuk ku termasuk tubuh mereka. Tapi kau, kau dengan sangat tegas menolaknya. Tanpa ada penawaran.” Jelas Androw.
“Mereka terlalu sibuk dengan dunia, hingga lupa akan akhirat. Mereka sibuk mencari uang yang banyak dengan berbagai macam cara. Mereka lupa untuk mencari reski yang halal.
Dalam hidup yang harus kita ketahui, dalam mencari rezki yang di cari bukan hanya banyak nya. Tapi juga halal dan berkah.” Jelas Arumi. “Apa kah kamu pernah melihat, orang kaya yang memiliki segalanya, uang yang banyak , harta yang berlimpah. Namun hidupnya tidak bahagia, ketakutan, kehampaan, kesunyian seakan tidak pernah hilang dari hidupnya. Namun orang miskin, yang tidak memiliki apa-apa hidup serba kekurangan namun tampak sangat bahagia?”
“Iya aku merasakan itu,” balas Androw.
“Apa yang bisa menyebabkan seperti itu? Reski yang halal dan berkahlah yang membuat jiwa dan raga kita menjadi lebih nyaman dan aman dan tenang.” Jelas Arumi kepada Androw.
Androw mengangguk. “Berjanjilah padaku. Kalau kamu membutuhkan apa pun. Hubungi aku. Atau kau bisa langsung menghubungi danill. Dia akan langsung membantu mu.”
“Pasti, orang pertama yang akan aku hubungi ketika aku membutuhkan bantuan adalah kamu.” Balas Arumi sambil tersenyum.
“kamu ingin tau tentang kehidupan pribadi ku sweet girl?”
“Apa bila kamu tidak keberatan.” Balas Arum.
“Aku anak pertama dari keluarga Smith dan aku putra satu-satunya di keluarga ku. Ketiga adik ku perempuan. Adik ku yang no 2 bernama Clara Anderli Smith, berusia 30 tahun sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Yang no 3, Alendra Lazy Smith berusia 25 tahun dan sebentar lagi akan menikah. Yang paling kecil itu seumuran dengan mu. Ketty Catalina Smith.” Androw melihat kan foto keluarga nya.
“Ternyata ayah mu sangat tampan.”
__ADS_1
“Tentu.”
“Adik mu sangat cantik-cantik dan ibu juga sangat cantik.” Puji Arum. Adik-adik mu sudah pada menikah, kamu kenapa gak menikah,” tanya Arum.
“Selama ini aku tidak pernah memikirkan untuk menikah. Aku sangat sibuk dengan dunia ku. Berganti-ganti pasangan melakukan sek bebas. Aku juga selalu menyibukkan diri ku dengan pergi keliling dunia untuk mengembangkan bisnis ku. Dengan begitu aku tidak perlu pusing menghadapi kedua orang tua ku yang selalu mendesak ku tentang menikah. Tapi apa bila kamu mau menikah dengan ku, maka aku akan senang hatiku melepaskan masa lajang ku.” Sambil mengedipkan matanya.
“Kau bisa di pidana tuan. Menikahi gadis di bawah umur.” Sambil tertawa. “Lagi pula aku tidak mungkin tergoda dengan pria playboy seperti mu.” Sambil menatap wajah Androw dengan tatapan tajam.
“Aku akan menunggu mu menjadi gadis yang dewasa dan ketahuilah. Kalau aku sudah pensiun menjadi playboy.” Bela nya. “Apa kamu mau menemani aku jalan-jalan sebentar.” Tanya Androw.
“Boleh,” balas Arum.
Mereka menuju sebuah taman. Melanjutkan berbagi cerita. Arum menceritakan tentang keluarganya, hubungan dirinya dengan Ardi. Mereka makan jajanan kembang gula yang di buat dengan bentuk yang cantik-cantik seperti hello kitty. Memakan bakso pedas. Begitu banyak orang yang memperhatikan mereka berdua. Setelah puas dengan jalan-jalan, jam 10 Androw mengantar kan Arum kembali ke kos nya.
“Besok kamu berangkat jam berapa?”
“Jam 9 pagi,” balas Androw.
“Hati-hati ya, salam untuk keluarga mu. Terimakasih untuk malam ini.” Kata Arumi.
“Aku yang seharusnya berterima kasih pada mu. Masuk lah.” Kata Androw.
__ADS_1
“Baik lah aku masuk dulu.” Arum melambaikan tangannya. Di lihat Androw Arum sudah masuk mobilnya. Dia pun pergi.