Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 24


__ADS_3

“Apa menjadi bodyguard cita-cita kamu?” Rio bertanya kepada Arumi yang masih berdiri di depan kelas.


“Saya tidak pernah bermimpi dan bercita-cita jadi seorang bodyguard.” Jawab Arumi.


“Bagaimana kamu bisa sampai ke sini?” tanya Rio lagi.


“Bos saya yang masuk kan saya ke sekolah ini.” Kata Arumi.


“Apa kamu tau. Untuk masuk ke sini bukan hal yang mudah.” Kata Tio.


“Maaf saya tidak tau,” sahut Arumi.


“Nama saya Heri. Apa kamu sudah punya pacar?” tanya siswa yang lainnya.


“Alhamdulillah saya belum pernah pacaran,” jawab Arumi.


“Kenapa? Apa tipe cowok kamu terlalu tinggi?” tanya Heri lagi.


“Tidak, insyaallah saya akan pacaran setelah menikah.”


“Ooo kamu sungguh luar biasa. Bidadari dunia dan akhirat ku.” Lagi-lagi kalimat yang meluncur dari mulut Yuda. Tampa di sadarinya.


“Sudah, kalau kalian mau bertanya lagi. Nanti di luar di sambung.” Miss Yolanda mengakhiri perkenalan yang akan berbuntut panjang bila dilanjutkan.


Arum kembali ke tempat duduknya.


Miss Yolanda mulai memberikan materi seputar aturan-aturan seorang bodyguard. Agar menjadi bodyguard profesional. Saat anda menjadi bodyguard, anda tidak akan tau siapa orang yang anda kawal. Siapa orang yang anda lindungi, siswa yang lulus dari sekolah ini, sebagian besar ada yang menjadi pengawal presiden, menteri, pejabat, dan para pengusaha dan para artis di. Saat anda memilih untuk jadi bodyguard nyawa anda tidak berharga yang berharga nyawa bos anda, anda akan menjadi pelindung, anda harus berdiri paling depan dan pasang badan untuk melindungi bos anda. Anda tidak punya jam makan, malam dan sarapan pagi. Jam tidur anda tidak di tentukan. Kalau anda di minta tidak tidur. Selama 3 hari. Anda harus melakukan nya. Ingat missi utama anda. Melindungi bos anda. Dalam istilah bodyguard. Tidak ada yang namanya sahabat apa lagi cinta. Anda tidak akan pernah tahu siapa orang yang akan membayar anda. Bisa saja anda akan menjadi musuh. Karena efek bos yang saling menjatuhkan.


Begitu banyak penjelasan materi yang di sampaikan miss Yolanda. Akhirnya jam belajar selesai. Siswa keluar dengan semangat. Iya inilah momen yang paling di senangi oleh siswa.


Berakhirnya jam pelajaran.

__ADS_1


Arum keluar kelas bersama tiar. Seseorang datang mendekat,


“Hai Tiar,” menyapa dengan sangat ramah.


“Hai juga,” sahut Tiar.


“Hai arum,” katanya lagi.


“Hai," jawab Arum


“Boleh kenalan?”


“Boleh,” kata Arum.


“Arum, kamu kapan masuk ke sekolah ini? Semalam kamu belum ada.”


Belum Arum menjawab, sudah terasa seseorang memukul lengan tangannya dengan cukup kuat. Membuat Arum sedikit teriak. Karena sakit di tangannya.


“Gak apa-apa.”


“Aku mau kenalan dengan kamu. Boleh, nama aku Rizaldi. Kamu boleh panggil aku Rizal.”


“Aku arum.”


“Rum, kita ke kantin ya, biar lebih enak cerita nya,” ajak Rizal.


“Asal kamu terakhir kami,” kata Tiar langsung menjawab sebelum Arumi menjawab.


“Khusus cewek-cewek cantik aku bayarin. Kalau kamu mau ikut bayar sendiri,” Rizal melihat ke Yuda.


“Oke, aku bayar sendiri. Gak apa-apa kok. Yang penting bisa dekat dengan bidadari ku.” Celotek Yuda.

__ADS_1


Arum tersenyum dengar apa yang di bilang Yuda. Mereka berjalan ke kantin. Sesampainya di kantin, ternyata kantin sudah sangat ramai. Dan mereka akhirnya duduk di meja pojok.


“Mas rizal mau pesan apa?” tanya pelayan kantin.


“Bubur ayam dan teh es mas.”


“Saya juga sama mas,” kata Tiar.


“Capuccino dan bakso pedas," kata Yuda.


“Bakso pedas dan capuccino juga mas,” kata Arumi.


“Wah dari segi selera saja sudah terlihat kami ini jodoh," gurau Yuda sambil menatap mata Arum yang duduk di depan Yuda dengan senyum yang sangat manis, semanis madu.


Arum hanya tersenyum, tidak bisa Arum pungkiri bahwa senyum pria ini bisa melehkan hatinya. Namun Arum langsung teringat peringatan yang di sampaikan ibu Anita.


Back to back


Sebelum Arum berangkat


“Arum”


“Ya buk.”


“Di sana nanti siswanya sebagian besar laki-laki, jadi jangan kamu sampai punya hubungan dengan mereka.”


“Baik bu”


“Hai.....hai....”


Yuda berteriak sambil memukul-mukul meja di depan mereka.

__ADS_1


Suara tersebut membuyarkan lamunan Arum.


__ADS_2