
"Hari ini mas gak ke kantor ya dek," ucap Habibi setelah sholat subuh.
" Arum gak apa kok di rumah, ada mami nanti ibu juga ke sini. ada bik Ani dan ada bidan juga yang ngecek kondisi Arum. " ucap istri nya.
" Tapi mas cemas dek, mas gak tenang," ucapnya sambil memegang tangan istrinya.
Ia mencium tangan istrinya berulang-ulang kali.
" Mas gak usah cemas gitu," jawab istrinya sambil tersenyum.
" Mas gak tega lihat adek kesakitan," ucapnya.
Arum menatap mata suaminya tatapan mata itu penuh kecemasan.
" Mas, emang seperti ini proses nya." ucapnya meyakinkan suaminya bahwa Ia akan baik-baik saja.
" Kita jalan pagi ya Mas?" ucap Arum yang di jawab angukan oleh suaminya.
pria itu berulang kali mencium kening istrinya seakan Ia berusaha untuk memberikan kekuatan kepada istrinya.
pria tersebut Menganti baju coconya dengan baju kaos dan memakai jaket serta celana training. ia memakai sepatu sport.
istri nya hanya memakai daster dan hijab langsung yang cukup panjang.
****
Anita melihat anak dan minantunya yang sudah bersiap untuk jalan pagi.
" Mami sama papi juga mau ikutan olahraga," Ucap nya yang sudah memakai baju olahraga dan sepatu sport.
" Mami temani jalan-jalan pagi nya," ucap Anita yang sudah memegang tangan minantu nya.
Arum Tersenyum. " Makasih mi," ucapnya sambil mengusap perut nya yang terasa tonjolan kecil dari bayi yang kandungan nya
Ia berjalan-jalan dengan minantu nya sambil terus bercerita. Anita berjalan sambil memegang tangan minantu nya, Ia tidak henti-hentinya memberikan semangat serta dukungan untuk minantu nya . mereka juga banyak bercerita, Anita juga mencerita pengalaman kehamilan nya serta persalinan nya. sekali-kali mereka akan tertawa.
Habibi lari pagi bersama dengan Jhoni. kedua pria itu tampak begitu kompak. Jhoni yang usianya sudah di atas 50 tahun namun masih tetap energik.
" Udah capek Pi?" tanya Habibi saat ia sudah mengelilingi halaman tersebut 3 kali.
" Lumayan. jawab Jhoni
Mereka duduk di atas rumput sambil meluruskan kakinya.
" papi rehat aja dulu. aku masih mau lanjutin lari nya," ucap pria itu kemudian ia kembali berdiri dan lari. ia memakai jaket serta celana training seperti biasanya.
Anita memandang putra nya. "Belum capek?" Ucap nya saat putra nya belum jauh dari jangkauan matanya.
"belum mi", jawab habibi sambil berlari.
Arum hanya tersenyum memandang suaminya.
mereka duduk santai di atas rumput tersebut.
__ADS_1
sambil bercerita dan memperhatikan Habibi yang masih berlari mengelilingi halaman yang luas tersebut.
pria itu kemudian duduk di sebelah istrinya setelah ia berlari.
" Udah keringatan ini dek," Ucap nya sambil membuka jaketnya. terlihat keringat menetes dari leher serta kening nya.
Arum hanya diam memandang suaminya. biasanya Ia akan langsung memeluk suaminya dan menenggelamkan hidungnya yang kecil di dada bidang suaminya.
" Mi, kami masuk dulu ya." ucap Habibi yang sudah memegang tangan istrinya dan mengajak istrinya berdiri.
" Kenapa langsung masuk?" tanya Anita.
Arum tampak tidak enak hati meninggalkan mertua nya.
" Tiap pagi dan sore, aku tu seperti ini mi," Ucap nya yang langsung di cubit istrinya.
Anita dan Jhoni mengerutkan keningnya.
melihat sikap anak nya.
" Arum suka cium bau keringat aku mi," ucapnya sambil mencubit hidung istrinya.
" Ih mas jangan di bilang, Arum malu," ucap nya. Sikap malu-malu istrinya yang seperti ini, yang selalu di sukainya. ia tertawa dan kemudian memeluk istrinya.
" Keinginan ibu hamil di maklumi. Masih mending itu cuman nyium bau keringat, papi dulu udah di suruh lari manjat pohon mangga lagi. ngambil mangga muda," ucap Jhon .
" Papi cuman manjat pohon mangga, lari-lari biar sehat. mami hamil dan ngelahirin lagi. ucap istri nya.
****
" Tuan," Ucap bik Ani Ketika Ia membuka kan Pintu untuk habibi.
" Iya bik, mami mana?" tanyanya ketika di lihat nya rumah nya sepi.
" nyonya besar tadi ke rumah sakit tuan, ada Operasi pasien," ucap wanita paruh baya tersebut.
" Istri saya mana buk?" tanya Habibi
" nyonya muda ada di kamar tuan, bersama ibu Siti," jawab bik Ani.
"Ada mertua saya?" tanya Habibi
"Ada tuan, tadi udah datang ke sini sejak jam 2 tadi," ucap bik Ani.
" Makasih ya bik, saya mau naik ke kekamar dulu," ucap Habibi ketika ia sudah berdiri di depan pintu lift.
" Bik," ucap nya lagi.
Bik Ani yang sudah berjalan berhenti. " ada apa tuan," ucap nya setelah ia membalekan badan dan mendekati majikan nya tersebut.
" Istri saya tadi makannya gimana bik?" tanya nya.
" Cuman sedikit tuan, wajah ibuk juga nampak nya sedikit pucat." jawab bik Ani.
__ADS_1
" Bik, tolong ambilkan nasi, buah dan susu ya. saya akan langsung bawa ke atas," Ucap nya.
" Iya tuan, tunggu sebentar," ucap bik Ani.
Ia menunggu bik Ani yang mengambil kan nasi untuk istri nya.
"Ini tuan," ucap bik Ani sambil memberikan Napan ke pada Habibi.
" Terimakasih ya bik," ucap pria itu saat Ia sudah mengambil napan tersebut.
***
Habibi membuka pintu kamar nya dengan tangan yang satu lagi. ia membuka dengan sangat berhati-hati dan berusaha agar napannya tidak jatuh.
setelah pintu terbuka, ia mendorong pintu tersebut dengan bahu nya. Ia melihat istrinya yang duduk bersandar di kepala tempat tidur dengan menumpang 3 bantal untuk sandaran.
" Mas sudah pulang?" ucap Arumi saat Ia melihat suaminya yang datang membawa Napan.
" Iya barusan," jawab nya sambil meletakkan Napan tersebut ke atas nakas. Ia kemudian membuka jasnya dan meletakkan nya di samping tempat tidur. Ia juga membuka beberapa buah kancing kemeja nya, dan mengulung lengan baju nya.
Ia membuka sepatu nya dan menganti dengan sandal rumah.
ia duduk di pinggir tempat tidur dan mengambil nasi yang sudah lengkap semur ayam, sayur cah kangkung dan sambal cabe yang di goreng dan di beri ikan teri.
" Tadi makan nya sedikit ya?" ucap nya sambil mengarahkan sendok ke mulut istri nya.
Arum mengangukan kepalanya. Ia kemudian memasukkan nasi tersebut ke dalam mulutnya.
" Apa masih sakit?" tanya sambil mengusap pipi istri nya.
Arum mengangukan kepalanya.
" Sakit nya bentar-bentar terus hilang," ucapnya sambil mengigit bibir bawahnya.
pria itu memeluk istrinya, kalaulah bukan urusan dengan kliennya yang penting, Ia sudah pasti memilih pulang lebih awal.
setelah Ia selesai menyuapi istrinya makan.
Ia mabuka bajunya dan berenca untuk mandi.
" Mau ikut mandi gak?" tanya pria tersebut.
Yang di jawab anggukan dari istrinya.
yang sudah menunggu Ia pulang sejak tadi agar bisa mandi bersama.
****
maaf ya author baru up. lagi-lagi author akan berasal jaringan yang lambat sekali sehingga mangatoon sulit terbuka.
mohon like, komen dan vote nya ya.
terimakasih. 😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1