
Tidak ada kehidupan yang tidak ada permasalahan di dalamnya. Semua manusia pasti memiliki jalan hidup dan permasalahannya masing-masing. Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kapasitas umatnya. Jalani hidup sebaik mungkin dan lakukan semuanya semaksimal mungkin.
Dulu, Aku selalu menunggu Andre, teman masa kecilku. Berharap Dia lah jodohku. Tapi, keinginanku itu mungkin tidak baik untukku. Sehingga Aku berjodoh dengan pria yang tidak ku kenal. Abang Rival adalah jodoh terbaik yang Allah kirimkan untukku dengan segala kelebihan dan kekurangan.
"Selamat pagi dunia dan tetap semangat!" Rili sedikit berteriak, mencoba menyemangati diri sendiri. Hari ini, hari pertamanya masuk kerja setelah cuti. Ada rasa kurang semangat untuk berangkat kerja. Karena, Windi sahabatnya sudah tidak bekerja di kantor yang sama dengannya.
Semalaman Dia merenung, dan mencoba untuk menerima takdirnya. Mungkin, Rival adalah pria yang diciptakan oleh Allah untuk dirinya. Rival lah pria yang tepat, sehingga mereka berjodoh. Karena, Allah selalu memberi yang terbaik.
Sesampainya di kantor, teman-teman kerja banyak yang senang karena Rili sudah masuk kerja. Rili termasuk pegawai yang disiplin, tanggung jawab dan ramah. Sehingga orang banyak yang suka melihat karakternya. Walau, kadang Rili agak tetutup kepada pria yang genit.
Banyak teman-teman yang menggoda Rili. Ya, namanya juga pengantin baru.
"Cie....cie... pengantin baru, sudah masuk kerja. Rambutnya masih basah lagi. Emang jam berapa bangunnya Bu?" Ucap Bu Rita, senior Rili yang sudah berumur 45 tahun tersebut dengan tertawa. Mereka sedang berjalan menuju ruangan kerja dari lapangan sehabis apel pagi.
Rili hanya tersenyum menanggapi, celotehan emak-emak rempong. Sesampai di ruangan kerja pun. Rili masih terus diolok-olok teman kerjanya. Yang kebetulan di ruang tempat mereka kerja. Kebanyakan Ibu-ibu.
"Suami kamu ganteng banget loh Rili, badannya juga kekar. Enak banget tu dipeluk." Ucap Bu Rita.
"Jeng Mawar, kamu suka pria yang berotot atau pria yang buncit?" ibu Rita masih bergosip Ria, karena tugas Dia hari ini tidak banyak.
"Aku suka pria yang buncit." Ucap Ibu Mawar kesal. Dia tersinggung dengan ucapan Ibu Rita. Karena, suaminya memang perutnya buncit, seperti hamil 7 bulan.
"Ada yang marah ternyata. Sorry Yee...!" Bu Rita, berjalan ke arah Dispenser. Dia menyeduh teh nya.
"Eehmmmm... Cinderella yang gagal sudah masuk kerja teryata." Ucap Bella, dengan sinis. Dia sengaja masuk ke ruangan Rili, untuk membuat kekacauan.
Rili tidak merespon ucapan Bella. Dia pergi meninggalkan ruangannya menuju kamar mandi.
Sepeninggalannya Rili, Bella langsung menyebar gosip.
"Coba kalian perhatikan wajah Rili. Ada luka di kening dan pelipisnya. Dikampung suaminya, Dia sok memerintah dan sok kaya. Sehingga mertuanya tidak menyukainya. Dia selalu berantem dengan mertuanya." Bella menyebar fitnah. Dia sangat membenci Rili. Karena Rili, Yasir tidak meliriknya.
"Masak sich? Aku tidak percaya Rili seperti itu. Dia itu baik. Tapi, kalau kamu baru Mak lampir. Mending kamu pergi dari sini. Urus pekerjaanmu. Jangan urus rumah tangga orang lain." Ibu Mawar mendorong tubuh Bella, agar keluar dari ruangan.
__ADS_1
Saat Bella keluar dari ruangan dengan menggerutu. Dia berpapasan dengan Rili di koridor perkantoran. Di saat Rili baru dari kamar mandi.
Dengan cepat Bella menarik lengan Rili. "Aku akan sangat bahagia, kalau kau menderita. Tapi, nasibmu bagus juga. Hebat kamu ya, bisa-bisanya kamu memenjarakan mertua sendiri." Bella, membisikkan kata-kata itu, dan kemudian menghempaskan tangan Rili dengan kasar.
Rili menatap Bella, dengan tatapan mematikan. Mata Rili yang sedikit sipit, melotot tajam. "Kamu bisa saya penjarakan juga. Jangan pernah mengusik hidupku lagi." Rili mendorong kuat Bella, sehingga Bella hilang keseimbangan dan hampir terjatuh.
Bella yang punya dendam kesumat kepada Rili, selalu mencari info tentang Rili. Bahkan Dia mencari info dari Rayati. Bella, menyelidiki Rival, sehingga Bella mengetahui bahwa Rival bekerja sebagai pengutip retribusi pasar. Akhirnya Dia bertemu dengan Rayati.
Foto-foto Rili yang ada ditangan Rayati, didapatnya dari Bella. Bella, ingin hidup Rili hancur
🧚🧚🧚
Pengadilan Negeri Padang Sidempuan
Menyatakan terdakwa-terdakwa Siti Durjannah Binti Ismail dan Rayati Sari Binti Samsuddin, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Penganiayaan dan pencurian. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 365 ayat (2) ke2 KUHP. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa terdakwa Siti Durjannah Binti Ismail dan Rayati Sari Binti Samsuddin dengan pidana penjara selama 5 bulan, dikurangi dengan selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.
"Ti.....dak.......!" Ibunya Rival dan Rayati, tidak terima dengan putusan pengadilan. Kedua wanita itu, menangis sejadi-jadinya. Rival yang ditemani Adiknya Mila dan Sekar, yang ikut dalam proses persidangan tidak bisa berbuat apa-apa.
Karena, di kota tempat tinggal Rival, tidak ada Pengadilan Negeri. Maka, semua kasus tindak pidana. Di proses di pengadilan Negeri Padang Sidempuan. Tapi, tetap penahanan dilakukan kota Gunung Tua.
Siti Durjannah dan Rayati, kembali di bawa ke Kota G, untuk ditahan. Rival dan kedua adiknya, bertolak ke kota G. Masih banyak yang harus diurus Rival, sehingga Dia tidak bisa langsung pulang ke kota S. Kota Rili tinggal.
🌌🌌🌌
Selama 3 hari ini, Rili bener-bener merenung dalam kesendiriannya. Keputusannya sudah bulat. Untuk tetap mempertahankan pernikahannya. Dia mengambil keputusan itu, karena Ibunya tidak menghendaki dirinya bercerai dari Rival. Hatinya juga sudah siap, untuk melepas Yasir.
Rili melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 8 malam. Dia akan memenuhi permintaan Yasir untuk terakhir kalinya.
Rili menscrol ponselnya, mencari kontak Yasir. Dia akan membuat janji bertemu dengan Pria yang sangat dicintainya itu. Dengan tangan gemetar, degupan jantung yang berdetak tidak berirama. Rili mencoba menenangkan dirinya. Dengan menarik napas dalam dan menghembuskannya pelan. Kegiatan itu berulang dilakukannya, sambil duduk bersila di atas tempat tidurnya.
Panggilan pertama langsung terhubung.
"Assalamualaikum... Dek.! Suara Yasir, berhasil membuat jantung Rili hampir copot dari tempatnya. Serrr..... Darahnya kembali berdesir hebat. Disaat Yasir kembali, menyebut namanya. Karena, Rili tidak ada sahutan.
__ADS_1
"Waaa, laikumsaaalam bang," rasanya lidah Rili keseleo menjawab salam dari Yasir. Sungguh Dia sebenarnya tidak sanggup untuk berjumpa dengan Yasir. Tapi, untuk memenuhi permintaan terakhir Yasir. Rili pun menyanggupinya.
"Apa kabarnya dek?" terdengar suara Yasir yang sendu itu. Membuat Rili merinding.
"Besok pulang kerja. Aaaku ada waktu untuk bertemu." Ucap Rili dengan gugupnya dan to the point. Dia tidak mau menjawab pertanyaan basa-basi dari Yasir.
"Baiklah, Abang jemput ke rumah."
"Jangan!" Rili memegang dan memijat-mijat semua bagian wajahnya. Untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Kita bertemu, ditempat biasa yang didekat kantor." Rili langsung mematikan ponselnya. Karena, ada panggilan masuk dari Rival.
"Assalamualaikum Dek," ucap Rival dari sambungan udara dengan suara sedikit serak. Ya, tenggorokan Rival sakit. Mungkin gejala batuk.
"Walaikumsalam bang." Jawab Rili dengan sedikit rasa takut.
"No Adek, sibuk. Panggilan Abang jadi menunggu. Apa Adek menelpon Ibu?"
"Iya Bang. Abang, kapan pulang?" Rili menjawab cepat.
"Belum tahu Dek. Kalau urusan cepat selesai, Abang cepat pulang."
"Oohh... Iya Bang. Titip salam sama keluarga disana. Aku minta maaf, gara-gara diriku. Ibu jadi ditahan." Rili melapa air matanya yang jatuh tanpa permisi itu. Sungguh, hatunya masih sangat sakit. Mengingat kejadian dimalam mertuanya yang menganiaya dirinya.
"Adek tidak perlu minta maaf. Ibu memang salah."
"Bang, Rili matikan ya. Baterai Rili hampir habis." Rili berkata jujur. Tapi, itu alasan yang tepat untuk mengakhiri percakapan dirinya dengan suaminya itu. Dia tiba-tiba merasa sangat sedih. Sehingga Dia ingin menangis sejadi-jadinya. Kalau terus bicara di telpon dengan Rival. Bisa-bisa Rival mengetahui kalau Dia lagi menangis.
Mohon beri like, coment, rate 🌟 5 dan favorit kan ya kakak cantik.
vote dong kak!😁
Terimakasih
__ADS_1