Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )

Misteri Jodoh (Janda Tapi Perawan )
Rili tidak sabar lagi untuk mengetahui semuanya


__ADS_3

Sayup-sayup Rili mendengar suara adzan. Dia merasa sedang dipeluk seseorang. Pelukan itu memberi kenyamanan dan kedamaian. Sehingga Dia tidur sangat pulas malam ini. Dia juga memimpikan teman masa kecilnya yaitu Andre Dermawan. Dimimpi itu. Rili dan Andre sedang becanda dipinggir pantai sambil kejar-kejaran. Andre menggelitik-glitik pinggang Rili, disaat Dia berhasil mengejar Rili. Yang membuat Rili kegelian dan tertawa bahagia.


Perlahan-lahan Rili membuka matanya. Deg.... Jantung Rili berdetak cepat dan kuat, saat matanya melihat dada bidang yang terpampang nyata didepannya, dada yang ototnya liat itu ditumbuhi bulu-bulu halus, yang membuat Rili kesusahan menelan air liurnya.


Rili mendongak. Dia melihat Yasir masih menutup matanya. Rili kembali menatap dada Yasir dan turun ke bagian perut yang seperti roti sobek itu. Gluukkk....glukkk.... Rili menelan air liurnya. Disaat matanya menyusuri bulu-bulu halus yang berbaris dengan teratur yang terdapat diperut, yang menyambung ke bulu di sekitar ********. Yang tentunya Rili hanya melihat bulu-bulu yang sexi itu hanya sampai perut bawah, karena ditutupi celana boxer Yasir.


"Astaghfirullah...!" Ucap Rili dengan kuat, Dia terkejut dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Untuk sejenak, Dia lupa. Kalau Dia adalah istri seseorang. Disaat Dia sadar. Dia dengan cepat bergerak dan bangun. Tapi, ternyata tangan Yasir menarik tubuh Rili. Hingga tubuh Rili kembali menimpa tubuh Yasir.


Yasir langsung memeluk dengan sangat erat tubuh Rili, hingga Rili yang memberontak tidak ada pengaruhnya. Wajah Rili dan Yasir begitu dekat. Sehingga keduanya merasakan deru napas yang cepat itu.


Dug....dug....dug..... kedua insan yang saling mencintai itu. Saling terdiam. Pandangan mereka terkunci. Dada keduanya saling membalas detakan-detakan satu sama lainnya. Seolah-olah detakan jantung mereka saling berbicara.


"Lepasin bang," ucap Rili. Dia menggerak-gerakkan tubuhnya. Dia berontak, agar Yasir melepaskannya. Kesadarannya sudah kembali. Dia sadar, bahwa Dia masih berstatus istri seseorang. Tak seharusnya Dia , satu ranjang dengan pria lain.


"Dek, jangan terlalu banyak bergerak. Burungnya Abang dari tadi sudah bangun. Kalau Adek bergerak terus. Abang takut. Burung Abang keluar dari sangkarnya dan langsung menembus punya Adik yang di atas burung Abang ini." Ucap Yasir dengan genit dan napas pendek-pendek. Dia memberi kode dengan matanya. Bahwa bagian inti Rili tepat berada di atas Burungnya Yasir.


Rili yang mendengar ucapan Yasir, dibuat geram dan kesal. Kenapa Yasir, tidak menghormatinya. Padahal Yasir tahu bahwa Dia sudah menjadi istri Orang.


Buugghhh.... Rili memiringkan sedikit tubuhnya yang masih dipeluk yasir dan menggerakkan tempurung kakinya dengan kuat, tepat sasaran ke burung Yasir, yang membuat Yasir terkejut dan merasa seperti disambar petir. Refleks tangan Yasir melepas pelukannya dari tubuh Rili.


Dia meringis kesakitan berguling-guling, sambil memegang burungnya di atas ranjang empuknya yang berukuran besar itu.


"Dek, dek.... Dek Rili, apa yang kamu lakukan. Punya Abang sudah patah ini. Hadeuhhhhh.... Ini rasanya sakit sekali. Nyut....nyut.... Mama, tolong.....! Aset berhargaku sudah putus saraf-sarafnya." Ucap Yasir, Dia masih terus berguling-guling, sambil kedua tangannya memegangi benda diantara selangkangannya itu.


Rili yang sudah berdiri, disisi tempat tidur. Dibuat panik dan ketakutan melihat Yasir, yang memang seperti merasakan sakit yang luar biasa.


Tiba-tiba tubuh Rili bergetar, Dia menangis tanpa isakan. Dia menutup mulutnya. "Aaaaakkuuuu.... aku... tidak bermaksud mencelakai Abang. Aaakkuuu.... hanya ingin melindungi diriku. Aaa..kuu... takut. Aku takut....!" ucapnya terbata-bata sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Tubuh Rili bergetar hebat.


Yasir yang mendengar suara Rili yang begitu menyedihkan itu, akhirnya menghentikan aksinya berguling-guling di atas tempat tidurnya. Dia memang merasakan sakit. Tapi, mana mungkin burungnya patah tulang. Burungnya Yasir kan tidak bertulang.


Yasir turun dari tempat tidur, dan langsung memeluk Rili. "Jangan menangis, lain kali. Jangan main kekerasan ke bagian sensitif Abang ya! Nanti Dia merajuk, dan tidak mau masuk ke sarangnya Adek." Ucap Yasir, Dia kembali menggoda Rili dan mendekatkan wajahnya ke wajah Rili.


Rili yang merasa Yasir sudah begitu keterlaluan. Akhirnya mendorong kuat tubuh Yasir.


"Apa sih mau mu bang? Kenapa kamu menahan ku disini? Aku tidak mau di rumah ini. Aku sudah bersuami. Aku tidak seharusnya bersamamu, di ruagan ini. Aku tidak mau menjadi istri Durhaka. Tolong antarkan Aku ke rumah Ibu besok. Suamiku pasti akan mencariku." Ucap Rili dengan menangis tersedu-sedu. Dia mendudukkan tubuhnya di lantai kamar Yasir.

__ADS_1


Deg..... Dada Yasir rasanya begitu sakit mendengar ucapan Rili. Yang masih mengkhawatirkan suaminya. Padahal suaminya sudah menelantarkannya.


"Kamu tidak akan pernah ku lepaskan. Sebelum akte cerai keluar dari pengadilan. Kamu tidak akan pernah boleh keluar dari rumah ini. Soal Ibu, Abang akan menghubunginya. Setelah Abang menemukan suamimu yang melarikan diri itu." Ucap Yasir tegas. Dia pun meninggalkan Rili yang masih terduduk, dan masuk ke kamar mandi.


Rili dibuat bingung dan heran, mendengar pernyataan Yasir. Yang mengatakan suaminya melarikan diri. "Pagi ini, semuanya akan ku tanyakan." Ucap Rili, Dia pun keluar dari kamar berjalan cepat menuju lantai satu. Dia mengambil album foto dan kembali lagi ke ruang kerja Yasir. Dia mengambil bingkai foto. Dimana dibingkai itu terdapat fotonya dengan Andre.


Dia masuk lagi ke kamar. Dia melihat Yasir sedang sholat shubuh. Sejenak amarah Rili meredam. Matanya terasa sejuk melihat pemandangan Yasir, yang sedang sholat dengan khusuk. Yasir mengenakan baju Koko putih beraksen bordir dibagian tengah, sarung berwarna toska, serta lobe berwarna putih.


Melihat Yasir seperti baru saja melaksanakan sholat. Akhirnya Rili berniat mandi. Dia mengambil pakaiannya dilemari, serta pembalut. Dia masuk ke kamar mandi. Dia mandi dengan cepat. Hanya Butuh lima menit. Rili sudah keluar dari kamar mandi.


Saat Rili keluar dari kamar mandi. Ternyata Yasir sudah duduk di sisi ranjangnya, sambil memandangi bingkai foto yang didalamnya ada Rili dan Andre.


Dug....dug...dug.... Rili berjalan mendekat ke arah Yasir, dengan menahan degupan jantungnya yang cepat. Dia merasa gugup dan penasaran. Jawaban Apa yang akan Yasir berikan. Jikalau Dia menanyakan mengenai Album, lukisan, foto serta statusnya. Rili pun bingung, dari mana Dia mulai membahasnya.


"Ke....ke.naapa... fotoku banyak di rumah ini? Dann..... Itu bingkai foto yang Abang pegang. Kenapa Ada fotoku dan Abang Andre di ruang kerja Abang...?" tanya Rili gugup, dengan mata yang mulai panas.


"Sini duduk disamping Abang. Abang, akan menceritakan semuanya. Tapi, janji. Kamu harus tenang menanggapinya. Jangan Seperti kemarin. Marah-marah histeris. Abang tidak sanggup melihat air mata membasahi pipi adek." Ucap Yasir. Dia pun menarik pelan lengan Rili. Sehingga Rili terduduk, di sisi ranjang sebelah kanan Yasir.


"Apa benar, Adek tidak mengenal cowok ganteng di foto ini?" tanya Yasir, Dia mengelus lembut foto di bingkai tersebut.


"Dia itu Abang Andre, teman masa kecilku yang pembohong." Ucap Rili dengan jutek. Wajahnya nampak cemberut.


"Kenapa Adek bilang Abang Andre pembohong?" tanya Yasir, Dia gemes melihat wajah Rili yang cemberut itu.


"Dia pembohong. Pembohong besar. Aaakuu... Aaa...kuu selalu menunggunya di pantai. Tapi Dia tidak kunjung datang. Sejak kepergiannya. Hari-hari ku terasa sepi dan tidak bersemangat. Kehadirannya yang hanya dua Minggu itu, sangat berarti buatku." Ucap Rili, Dia sudah mulai terisak.


"Dia tidak pembohong. Dia menepati janjinya. Tapi, setelah 3 tahun berikutnya." Jawab Yasir. Dia melap air mata Rili dengan jarinya yang membasahi wajah putihnya Rili.


"Apa maksud Abang?" tanya Rili dan menatap lekat netra hitam miliknya Yasir.


"Apa kamu tidak mengenal foto dibingkai ini. Lihatlah, bagaimana Dia menggenggam tanganmu. Dari cara mengenggamnya. Jelas terlihat bahwa Dia sangat menyayangimu." Ucap Yasir. Dia meraih tangan kanan Rili dan menempatkannya di dadanya yang bidang.


Dug.....dug....dug... Rili merasakan detak jantung Yasir yang sangat kencang.


"Jantung ini akan selalu bergetar, apabila mengingatmu. Saat engkau ada didekatku. Abang sangat mencintaimu." Ucap Yasir dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Rili menarik paksa tangannya yang digenggam Yasir yang berada di dadanya.


"Aku tidak butuh gombalan Abang. Kamu bilang, sangat mencintaiku. Tapi, nyatanya kamu meninggalkanku selama enam bulan. Dan ternyata kamu sudah menikah." Ucap Rili, Dia membuang wajahnya. Membelakangi Yasir.


"Heeeeh.... heee..... Apa maksud ucapan Adek itu?" tanya Yasir. Dia pun meraih dagu Rili agar berbalik ke arahnya.


"Aku tidak perlu jawaban yang tidak jujur. Ceritakan semuanya bang!" Rili menepis tangan Yasir dan sedikit berteriak.


"Kalau Adek, marah-marah Abang tidak akan menceritakannya."


"Tidak akan marah. Cepat ceritakan. Aku sangat ingin tahu Abang Andre itu, siapanya Abang? kenapa Foto kami ada di ruang kerja Abang."


"Menurut Adek siapa?"


"Tidak tahu, makanya ku tanyakan!"


"Baiklah. Abang akan beritahu. Andre itu adalah."


Tok....tok....tok....


"Tuan..... tuan....tuan.... Ada Ibu, di depan." Ucap Bi Siti, yang baru datang dari Rumahnya pagi ini.


"Ibu...? Ayo sayang, turun ke bawah. Ibu sangat ingin bertemu denganmu. Dia sudah kangen banget samamu." Ucap Yasir dengan bahagianya. Dia menarik lengan Rili yang tidak beranjak dari tempat tidur.


"Aku takut. Sepertinya Ibu tidak menyukaiku." Ucap Rili dengan cemberut.


"Siapa Bilang, Ibu sangat menyukaimu."


"Tapi, waktu makan malam di Hotel itu. Ibu seperti tidak suka kepadaku."


"Itu ada alasannya, kenapa Ibu bersikap seperti itu. Ayo turun." Ucap Yasir. Dia pun menggandeng tangen Rili turun ke bawah. Dan kemudian Rili melepas genggaman tangan Yasir dengan kasar.


Bersambung


Mohon beri like, coment positif. Rate bintang 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.

__ADS_1


Jangan lupa VOTE nya kak!


Terima kasih.


__ADS_2