
"Dia, Diiiaaaa kenapa ada di pesta ini?" ucap Yasir. Dia mengerjap-ngerjap matanya, untuk memperjelas penglihatannya. "Itu beneran Abang Rival kan? Aku belum mabuk, Aku hanya baru meneguk satu tegukan redwine nya. Tidak mungkin Aku salah lihat." Yasir berjalan cepat ke arah Rival. Dia menarik lengan Rival sebelah kanan. Akhirnya mereka saling bersitatap.
"Aa..bang Rival?" Yasir bener-bener sangat terkejut melihat Rival sedang berada dihadapannya. Mata Yasir mencari sosok wanita yang sangat dicintainya disekitar Rival, sedangkan tangan kanannya masih memegang erat lengan Rival.
Rival juga tidak kalah terkejutnya, mengetahui bahwa Yasir juga berada di acara tersebut. Dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Yasir. Matanya mencari sosok seseorang yang tidak lain adalah Rili.
Keduanya lama terdiam, masih dalam posisi berdiri. Pertemuan ini sama-sama membuat mereka terkejut.
Dengan pikiran yang menduga-duga, perasaan was-was dan harap-harap cemas. Yasir melepas lengan Rival.
"Abang apa kabar?" bukan kalimat itu yang ingin Yasir ucapkan. Dia ingin langsung menanyakan Rili. Karena Dia tidak melihat Rili disekitar Rival. Tapi, tidak mungkin Dia langsung menanyakan Rili, karena Rili adalah istri Rival.
Dahi Rival menyergit, wajahnya menampilkan ekspresi bingung. Jantungnya juga langsung berdegup kencang melihat Yasir di acara ini, tentu Dia akan melihat Rili ditempat ini juga. Karena, masih ada rasa yang belum tuntas antara dirinya dengan Rili.
__ADS_1
"Mana Rili bang?" tanya Yasir dengan mencoba menstabilkan degupan jantungnya.
"Kenapa kamu menanyakan Dia kepadaku? Bukannya kalian sudah bersama?" ucap Rival. Dia mencoba menenangkan dirinya. Bagaimana pun Ceritanya, disaat membahas mantan istri, tentu rasa tidak tenang pasti ada.
"Aaa...paaaa maksud Abang?" ucap Yasir tak kalah terkejutnya. Dia merasa susah bernafas mendengar ucapan Rival. Jantungnya berpacu sangat cepat. Dia menunggu jawaban Rival dengan tak sabar. Apakah Abang Rival selingkuh dan mereka bercerai? praduga itu memenuhi pikiran Yasir.
"Sayang, kamu disini. Ayo ke podium, Ayah dari tadi mencarimu. Acara akan segera dimulai." Ucap seorang wanita cantik. Wanita cantik itu memakai gaun warna merah menyala lengan cansee. Gaun yang dipakai wanita cantik itu berbahan jatuh, sehingga bentuk tubuhnya nampak jelas terlihat. Ya, wanita yang disamping Rival, nampak seperti wanita berkelas dan dari keluarga kaya.
Rival hanya tersenyum menjawab pertanyaan wanita yang menggandeng tangannya. Dia nampak sangat sayang kepada wanita itu.
Mata Yasir melotot tajam menatap Rival. Dia sangat marah melihat pemandangan di depannya. Rival, yang dinilainya seorang pria yang baik. Sehingga Dia rela mengikhlaskan Rili kepada Rival. Karena, Dia yakin Rival pasti bisa membahagiakan Rili. Karena, permintaan Yasir sewaktu di taman hanya satu, bahagia Dia. Ternyata penilaian Dia salah. Rival malah sudah punya wanita lain. Dan sedang mengandung.
"Aaarrrgggg..." Yasir benar-benar teriak dalam hatinya. Dia sungguh sangat kecewa kepada Rival.
__ADS_1
"Kita perlu bicara!" Ucap Yasir dengan intonasi sedikit tinggi, tegas dan tatapan mematikan. Sehingga Rival hanya bisa mengiyakan perkataan Yasir.
"Sayang, Dia siapa? ada apa ini sayang? kenapa wajah pria yang dihadapan kita ini seperti banteng marah yang siap menyeruduk. Iiiiiihhh..... taaakyuttt.....! Aku Takuttt sayang, Aku lagi memakai gaun warna merah." Ucap Wanita hamil yang merengkuh dengan manja lengan sebelah kiri Rival.
Melihat sikap dan ucapan wanita yang menggandeng Rival, emosi Yasir benar-benar terpancing. Tanduk-tanduk setan, bermunculan dikepala Yasir.
Ingin rasanya Yasir langsung menghantam dan menghajar Rival di tempat itu. Saking kecewanya Dia terhadap Rival. Tapi, Dia mencoba menahan emosinya karena saat ini mereka sedang berada di keramaian.
Bersambung....
Mohon beri dukungannya dengan like, coment positif, rate 🌟 5 dan jadikan novel ini sebagai favorit.
Tetap aku mengharapkan vote kalian kakak2 cantik.😍🙂🤗
__ADS_1
Bersambung